Timnas Austria Bersiap Hadapi Argentina pada Piala Dunia 2026
Tim nasional Austria bersiap menghadapi tantangan besar melawan juara bertahan Argentina dalam pertandingan kedua babak penyisihan Grup J Piala Dunia 2026 di Dallas, Amerika Serikat, pada Senin, 22 Juni 2026.
Pertandingan krusial ini menarik perhatian besar dari para pakar dan media internasional setelah kedua tim memetik hasil positif pada laga pembuka masing-masing di grup tersebut.
Austria menatap laga ini bermodalkan kemenangan 3-1 atas Yordania, di mana gelandang Werder Bremen, Romano Schmid, berhasil mencetak gol pembuka yang memecahkan rekor 28 tahun bagi negaranya.
Keberhasilan Schmid menyamai catatan seniornya, Andreas Herzog, yang menjadi pemain asal klub Bremen terakhir yang mencetak gol untuk Austria di Piala Dunia 1998 silam.
"Aufgrund meiner Werder-Bremen-Connection kann man es so sehen, dass es charmant ist, dass der Andi Herzog das letzte Tor geschossen hat." kata Romano Schmid, Gelandang Timnas Austria.
Di kubu lawan, Argentina mengawali turnamen dengan kemenangan telak 3-0 atas Aljazair melalui trigol yang dilesakkan oleh sang kapten, Lionel Messi, yang kini telah menginjak usia akhir kepala tiga.
Pertandingan ini menjadi momen penting bagi kedua tim untuk memperebutkan tiket awal menuju babak gugur Piala Dunia 2026 yang untuk pertama kalinya diikuti oleh 48 tim kontestan.
Duta Besar Argentina untuk Vietnam, Marcos Antonio Bednarski, mengingatkan skuad Albiceleste untuk tetap waspada dan tidak meremehkan kekuatan kolektif dari tim Eropa tersebut.
"Argentinien ist gut in die Weltmeisterschaft 2026 gestartet. Messi hat mit seinem Hattrick gegen Algerien bewiesen, dass er mit 39 Jahren immer noch in beeindruckender Form ist. Doch Bescheidenheit ist nie verkehrt. Wie Trainer Lionel Scaloni einst sagte: Alle Spiele sind schwierig, und das Ergebnis steht erst nach dem Abpfiff fest", ujar Marcos Antonio Bednarski, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Argentina untuk Vietnam.
Bednarski juga menggarisbawahi banyaknya kejutan yang terjadi sepanjang turnamen ini karena beberapa tim unggulan gagal tampil maksimal sementara tim non-unggulan mampu memberikan perlawanan efektif.
Ketika berbicara mengenai kepribadian kapten tim nasionalnya, Bednarski memberikan apresiasi tinggi terhadap karakter personal yang dimiliki oleh sang megabintang di luar lapangan hijau.
"Ich habe keinen Lieblingsspieler, denn so viele Spieler verdienen Anerkennung. Aber ich bewundere Messis Persönlichkeit sehr: seine Bescheidenheit, seine Familienorientierung und sein großes soziales Engagement", tambah Marcos Antonio Bednarski, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Argentina untuk Vietnam.
Momen menjelang pertandingan ini bertepatan pula dengan peluncuran buku komik biografi yang mengisahkan perjalanan kesuksesan sang kapten membawa Argentina merengkuh trofi juara pada edisi terdahulu di Qatar.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow