Timnas Basket Putra Indonesia Gagal Lolos ke Perempatfinal Asian Games 2026
Timnas basket putra Indonesia tidak berhasil melaju ke babak perempatfinal Asian Games 2026 setelah melewati tiga pertandingan di Grup A dengan hasil kurang memuaskan, seperti dikutip dari Detik Sport.
Indonesia mengalami kekalahan telak di semua laga, yakni 53-98 dari Jepang, 48-102 melawan Korea Selatan, dan 89-100 saat berhadapan dengan Arab Saudi. Akibatnya, tim Merah Putih menempati posisi keempat di grup dengan tiga poin dari tiga kekalahan.
Pelatih David Singleton menyatakan hasil tersebut sebagai kegagalan dan menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh. Ia mengakui bahwa tim belum menunjukkan performa yang sesuai standar di level tim nasional.
"Kami menilai hasil ini sebagai kegagalan. Kami yakin masih banyak potensi yang bisa kami tunjukkan, namun kami tidak mendapatkan proses adaptasi yang cukup cepat selama berada di Jepang," kata Singleton.
Pelatih yang akrab disapa Dave ini juga menolak mencari alasan atas hasil buruk tersebut. Ia menilai pengalaman bertanding dan waktu kebersamaan yang lebih banyak sangat dibutuhkan untuk mempersiapkan tim Asian Games.
"Kami tidak mencari-cari alasan. Itu poin utamanya. Jika harus menjawab berdasarkan fakta, kami sebenarnya membutuhkan lebih banyak pengalaman bertanding dan waktu kebersamaan, terutama bagi tim Asian Games. Kami baru benar-benar bangkit dan menunjukkan kemampuan terbaik kami pada pertandingan ketiga," jelas Singleton.
Meskipun gagal meraih kemenangan, Singleton memuji semangat juang para pemain yang tetap tampil maksimal hingga pertandingan terakhir.
"Hal yang ingin saya tekankan adalah tim kami tetap tampil dan berjuang hingga akhir. Kami ingin masyarakat Indonesia tahu bahwa kami tidak akan pernah menyerah," ujarnya.
Namun, penampilan tim belum mencerminkan jati diri dan standar yang ingin ditetapkan di level nasional, terutama hingga pertandingan terakhir melawan Arab Saudi.
Evaluasi besar akan dilakukan pada semua elemen tim, termasuk pelatih, pemain, staf pendukung, aspek organisasi, dan penjadwalan untuk memperbaiki performa di masa depan.
"Kami harus mengevaluasi segalanya. Federasi memiliki harapan agar kami meraih kemenangan dan tampil lebih baik. Oleh karena itu, mulai dari pelatih, pemain, staf pendukung, hingga aspek organisasi dan penjadwalan, semuanya akan dievaluasi dan diperbaiki," tutur David Singleton.
Singleton juga menekankan pentingnya pengembangan pemain dan pelatih di level akar rumput sebagai persiapan untuk generasi berikutnya.
"Kami sebenarnya tidak jauh dari pencapaian hasil yang lebih baik, namun kami harus bergerak dalam hal pengembangan dan peningkatan, tidak hanya di level senior, tetapi juga di tingkat akar rumput (baik bagi pemain maupun pelatih), demi generasi mendatang," tambahnya.
Perbaikan akan terus dilakukan, baik pada masa persiapan maupun saat kompetisi berlangsung, untuk meningkatkan daya saing tim nasional di masa depan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow