Topan Bavi Terjang Jepang dan Taiwan Setelah Tewaskan 15 Warga Filipina
Topan Bavi menerjang rantai Kepulauan Sakishima di Jepang selatan dengan hujan deras serta angin kencang pada Sabtu, 11 Juli 2026, sewaktu bergerak menuju Taiwan setelah memicu tanah longsor yang menewaskan sedikitnya 15 orang di Filipina selatan.
Badai besar ini memicu pembatalan ratusan penerbangan internasional dan domestik di seluruh wilayah Asia Timur, termasuk rute dari Singapura menuju Taipei dan Shanghai, serta memaksa evakuasi ribuan warga di daerah pegunungan Taiwan.
Otoritas Filipina melaporkan bahwa tanah longsor akibat hujan lebat mengubur sejumlah keluarga di Pulau Mindanao, menyebabkan 15 orang meninggal dunia dan enam lainnya masih dinyatakan hilang dengan pencarian yang terus berjalan sepanjang akhir pekan.
Di Pulau Ishigaki, Jepang, angin dengan kecepatan pusaran mencapai 144 kilometer per jam dan embusan hingga 198 kilometer per jam menerbangkan puing-puing di jalanan yang sepi serta melumpuhkan seluruh layanan penerbangan dan feri.
Pemerintah Taiwan telah mengevakuasi lebih dari 14.000 orang, menghentikan aktivitas sekolah dan perkantoran, serta menyiagakan sekitar 29.000 tentara untuk mengantisipasi potensi curah hujan hingga 1 meter dari topan terbesar yang mendekati pulau tersebut sejak 1987.
Nelayan dan petani di seluruh wilayah terdampak bergegas mengamankan kapal serta memanen tanaman mereka sebelum kondisi cuaca memburuk demi mengantisipasi dampak energi besar dari diameter badai yang sangat luas ini.
"Don't be fooled by the nice and calm weather now. A storm like this could be the most terrifying," kata Chen Ming-hui, nelayan berusia 60 tahun kepada Reuters.
Di Beijing, Direktur Institut Urusan Publik dan Lingkungan China, Ma Jun, memperingatkan adanya dampak signifikan saat sisa-sisa energi Topan Bavi bergerak ke utara menuju Provinsi Fujian, Jiangsu, Anhui, hingga wilayah Laut Bohai.
"Bavi's large size and abundant energy mean its remnants and outer rainbands could move from Jiangsu and Anhui provinces toward the Bohai Sea region," kata Ma Jun, Direktur Institute of Public and Environmental Affairs China.
Ma Jun menambahkan bahwa provinsi-provinsi di bagian utara China memiliki pengalaman yang lebih sedikit dalam menghadapi topan dibandingkan wilayah selatan, sehingga mereka harus memperkuat langkah-langkah persiapan menghadapi potensi pendaratan ganda badai tersebut.
Meskipun badai diprediksi tidak akan mendarat langsung di daratan utama Taiwan melainkan menuju kota Wenzhou di China timur, situasi di ibu kota Taipei terpantau mengalami hujan disertai angin kencang yang cukup kuat.
"It's OK, it's not that serious. It's just a little bit more wind," ujar Yeh Mao-hsiung, warga Taipei berusia 68 tahun saat berjalan kaki dengan anjingnya.
Maskapai Singapore Airlines, EVA Air, China Airlines, dan Xiamen Airlines telah membatalkan jadwal penerbangan ke wilayah terdampak, menyusul pembatalan massal serupa oleh Japan Airlines dan All Nippon Airways yang berdampak pada puluhan ribu penumpang.
Sebelum melemah di lepas pantai Taiwan, Topan Bavi sempat menghantam wilayah Guam, Rota, dan Kepulauan Mariana Utara milik Amerika Serikat dengan kekuatan Kategori 5 pada awal Juli 2026, yang merusak infrastruktur udara dan memutus jaringan listrik.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow