Trabzonspor Ungguli Konyaspor pada Babak Pertama Final Piala Turki
Penyerang Paul Onuachu membawa Trabzonspor unggul 1-0 atas Konyaspor pada babak pertama pertandingan final Ziraat Türkiye Kupası yang berlangsung di Stadion Corendon Airlines Park Antalya pada Jumat, 22 Mei 2026. Gol tunggal Onuachu tercipta pada menit ke-18 melalui sepakan di depan gawang setelah menerima umpan silang Pina dari sisi kanan.
Pertandingan yang dipimpin oleh wasit Halil Umut Meler ini sempat dihentikan sementara pada menit pertama akibat cerawat yang dilemparkan oleh pendukung Konyaspor ke dalam lapangan. Setelah laga dimulai kembali, kedua tim saling bergantian melepaskan serangan melalui peluang dari Bardhi dan Muçi yang masih melambung di atas mistar gawang.
Trabzonspor asuhan pelatih Fatih Tekke tampil menekan dengan formasi 4-2-3-1 dan mengandalkan Onuachu di lini depan, sementara Konyaspor yang dilatih İlhan Palut merespons lewat skema serupa demi meredam serangan agresif lawan. Sepanjang paruh pertama, kartu kuning dikeluarkan wasit untuk Bouchouari dan Savic dari Trabzonspor, serta Uğurcan Yazğılı dan Jevtovic dari pihak Konyaspor.
Laga perebutan trofi domestik ke-64 ini disiarkan secara langsung melalui saluran televisi ATV mulai pukul 20.45 waktu setempat. Menurut catatan statistik yang dilansir dari Hurriyet, Trabzonspor memiliki rekam jejak dominan atas Konyaspor dengan mengemas 5 kemenangan dari 10 pertemuan terakhir kedua tim di semua ajang.
Manajer Trabzonspor, Fatih Tekke, sempat memberikan pandangannya mengenai jalannya laga final yang kompetitif ini.
"Her maç gibi finaller de zorlu geçer. Rakibimiz, Fenerbahçe ve Beşiktaş'ı eleyerek finale geldi. Biz de zorlu süreçlerden geçerek buraya ulaştık. Herkes formalar..." kata Fatih Tekke, Manajer Trabzonspor.
Di luar stadion, aparat keamanan di Antalya menahan gelombang kedatangan suporter Trabzonspor di pintu masuk kota menjelang pertandingan untuk mengantisipasi risiko tinggi. Dilansir dari infopena.com, pemeriksaan ketat tersebut memicu penumpukan antrean panjang hingga membuat sejumlah pendukung nekat berjalan kaki menerobos jalur hutan demi mencapai stadion.
Keluhan mengenai pengetatan pengamanan di titik-titik strategis tersebut sempat disampaikan oleh para pendukung di media sosial.
"Kami sudah menempuh perjalanan berjam-jam untuk datang ke Antalya. Menunggu terlalu lama di pintu masuk kota membuat para suporter kelelahan," tulis salah satu akun pendukung Trabzonspor di media sosial.
Sementara itu, atmosfer berbeda terlihat di Konya dan Distrik Meram, di mana Pemerintah Kotamadya Meram melakukan mobilisasi massal dengan menghiasi seluruh sudut kota menggunakan atribut bernuansa hijau-putih. Menurut laporan dha.com.tr, pendukung Konyaspor yang tidak bisa berangkat ke Antalya menyaksikan pertandingan di bawah guyuran hujan melalui layar lebar yang disediakan di depan stadion kota dan Kılıçarslan Meydanı.
Bupati Meram, Mustafa Kavuş, menegaskan arti penting pertandingan final ini bagi seluruh elemen masyarakat di kotanya.
"Bu maç şehrimiz için sıradan bir futbol karşılaşması olmayacak. Bugün bir şehrin umuduna, heyecanına ve inancına şahit oluyoruz. Konyaspor bu şehrin ortak sevdasıdır, ortak gururudur. Biz futbolcularımıza, teknik kadromuza ve yönetim kurulumuza sonuna kadar inanıyoruz. Sahaya milyonların duasıyla çıkacaklar ve kupa yeniden bu şehre çok yakışacak." kata Mustafa Kavuş, Bupati Meram.
Konyaspor mengincar trofi kedua mereka setelah sempat menjuarainya pada musim 2016-2017, sedangkan Trabzonspor telah mengoleksi 9 trofi sepanjang sejarah kompetisi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow