Trump Optimistis Capai Kesepakatan Damai dengan Iran

Smallest Font
Largest Font

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyuarakan optimisme terkait prospek kesepakatan damai melalui negosiasi dengan Iran pada Senin (28/7/2026), ketika kedua belah pihak menghentikan aksi saling serang selama tiga hari berturut-turut. Sikap optimistis tersebut disampaikan pimpinan eksekutif AS tersebut saat berbicara di atas pesawat kepresidenan Air Force One untuk merespons dinamika situasi di kawasan Timur Tengah. "Saya memiliki banyak kesabaran... Kita akan lihat apa yang terjadi," kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Donald Trump meyakini ada peluang terbuka bagi kemajuan proses diplomasi antar kedua negara yang sedang berkonflik tersebut.

"Saya pikir ada kesempatan baik bahwa sesuatu bisa terjadi," kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat. Pernyataan optimisme dari pihak Washington mendapat tanggapan langsung dari pemerintah Iran terkait status komunikasi diplomatik kedua belah pihak.

"Mediator mungkin menyampaikan pesan dari pihak Amerika kepada kami mengenai perkembangan terkini di kawasan. Namun saat ini, kami tidak terlibat dalam negosiasi apa pun dengan Amerika Serikat," kata Esmaeil Baqaei, Juru Bicar Kementerian Luar Negeri Iran. Sementara itu, Departemen Luar Negeri AS mengonfirmasi perundingan teknis antara Israel dan Lebanon dijadwalkan berlangsung di Roma pada 4 hingga 6 Agustus, merujuk pada keterangan pejabat yang dilansir dari AFP.

"Di Roma, kelompok-kelompok teknis akan fokus pada pemajuan implementasi penuh dari perjanjian kerangka kerja," kata Pejabat Departemen Luar Negeri AS, Pejabat Departemen Luar Negeri AS. Diskusi tersebut dirancang untuk mencakup perluasan zona percontohan dan penyelesaian masalah perbatasan. "termasuk memperluas proses zona percontohan, menyelesaikan semua masalah perbatasan yang belum tuntas, dan mengupayakan perjanjian perdamaian dan keamanan yang komprehensif," kata Pejabat Departemen Luar Negeri AS, Pejabat Departemen Luar Negeri AS.

Jeda serangan AS ke Iran turut berdampak pada pasar komoditas global, di mana harga minyak mentah Brent turun 0,6 persen ke angka 87,82 dolar AS per barel dan minyak WTI melemah 0,8 persen menjadi 81,95 dolar AS per barel menurut laporan Reuters.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed