Turki Hadapi Australia pada Laga Pembuka Grup D Piala Dunia

Smallest Font
Largest Font

Pelatih Kepala Tim Nasional Turki Vincenzo Montella langsung menurunkan Orkun Kokcu sejak menit awal untuk mengisi peran menyerang dalam pertandingan perdana Grup D Piala Dunia 2026 melawan Australia di Stadion BC Place, Vancouver, Kanada, pada Minggu, 14 Juni 2026.

Peluang Kelolosan Peringkat Tiga Terbaik Berdasarkan Histori Piala Dunia
TahunJumlah Tim Peringkat Tiga dengan 3 PoinSelisih Gol yang Dibutuhkan
2022Empat tim0
2018Enam tim-1
2014Lima tim-1
2006Satu tim (lebih dari 3 poin)-2 (dengan 3 poin)
2002Empat tim (3 poin atau kurang)0
1998Enam tim (lebih dari 3 poin)-5

Kokcu diplot sebagai pemain nomor 10 tepat di belakang ujung tombak Kerem Akturkoglu, sementara Arda Guler bersama Baris Alper Yilmaz menyisir area sayap. Lini tengah dikomandoi oleh kapten Hakan Calhanoglu yang berduet dengan Ismail Yuksek, sedangkan pos penjaga gawang dipercayakan kepada Ugurcan Cakir.

Dari kubu Australia, pelatih Tony Popovic membuat keputusan mengejutkan dengan membangkucadangkan Mat Ryan serta Jackson Irvine, lalu memainkan Patrick Beach di bawah mistar dan Paul Okon-Engstler di sektor tengah. Skema 3-4-2-1 milik Socceroos juga mengandalkan Jordy Bos di posisi gelandang kiri untuk menyuplai lini depan.

Bek tengah Australia Harry Souttar berhasil pulih dari cedera robek tendon Achilles demi tampil di turnamen ini setelah sebelumnya sempat menjadi kapten dalam laga uji coba terakhir melawan Swiss yang berakhir imbang 1-1 di San Diego.

“I wish I was fit for longer than I have been with injuries, that would be my number one thing,” kata Harry Souttar, Bek Leicester City.

Souttar mengingat kembali perjuangan keras yang harus ia lalui demi bisa mencapai level kebugaran tertinggi untuk kali kedua setelah sempat menderita cedera ligamen krusiat pada akhir tahun 2021.

“So like I’ve done it before, I knew going into the injury what I had to do to get back to this level. So with the amount of work that I put in now it doesn’t surprise me.” ujar Harry Souttar.

Kembalinya Souttar ke performa puncak mendapat apresiasi tinggi dari rekan duetnya di lini belakang Australia, Cameron Burgess, yang mengagumi kecepatan proses pemulihan cedera sang pemain.

“True, but then I’ve never met anyone that’s played every minute of the Championship – 46 games – so I could say the same thing back about him! I’d love to be in his position.” balas Harry Souttar.

Motivasi tambahan juga dimiliki Souttar bersaudara karena sang kakak, John Souttar, turut berlaga di Piala Dunia kali ini bersama Tim Nasional Skotlandia.

“It's a big thing, I suppose. We want to support both kids and both countries. Then the ball's in the air for the rest of it.” tutur Jack, Ayah Souttar bersaudara.

Jack mengungkapkan kebanggaan besarnya melihat kedua putranya berhasil menembus kompetisi sepak bola tertinggi di dunia mewakili negara yang berbeda.

“They're fairly close brothers, though there was a bit of scrapping when they were younger. They're always talking to each other about games. They're always looking out for each other, that's for certain.” tambah Jack.

Rasa kehilangan yang mendalam juga menyelimuti keluarga setelah kakak tertua mereka, Aaron Souttar, meninggal dunia pada Juli 2022 akibat penyakit motor neuron.

“I had him on a pedestal. He was the cool one.” ungkap Harry Souttar.

Mendiang Aaron menjadi sosok inspirasi dan teladan besar bagi karier sepak bola Harry dan John sejak masa sekolah hingga ke level profesional.

“He would be over here with his pals in a pub, drinking all day and playing a bit of golf,” kenang Harry Souttar.

Hubungan antara Harry dan John justru semakin erat setelah mereka melewati masa-masa berduka atas kepergian sang kakak tertua.

“When Aaron became ill, it did bring me and John a lot closer together, certainly after his passing as well,” jelas Harry Souttar.

Komunikasi melalui telepon dan pesan singkat kini menjadi lebih intens di antara kedua bek tengah tersebut untuk saling memberikan dukungan.

“Not that me and John were never that close or anything like that, but with me living in England and him playing in Scotland, we didn’t really speak a lot.” sambung Harry Souttar.

Kedua saudara ini memulai pertandingan perdana mereka pada hari yang sama, dengan Skotlandia bersua Haiti sebelum laga Australia kontra Turki digelar.

“The one good thing to come from it, if you could say it's a good thing, would be that it's brought me and John closer,” aku Harry Souttar.

John sebelumnya sempat melewatkan turnamen Euro beberapa tahun lalu akibat mengalami cedera panjang saat masih membela Hearts.

“My brother Aaron, he's at home,” sebut John Souttar, Bek Rangers.

Momen emosional terjadi saat John mencetak gol pertamanya untuk Skotlandia ke gawang Denmark pada November 2021 yang langsung ia persembahkan untuk Aaron.

“He couldn't make it tonight, but that was for him because he helped me a lot during my rehab.” kata John Souttar.

Kini seluruh anggota keluarga Souttar berkumpul di Amerika Utara untuk memberikan dukungan langsung kepada kedua pemain di dua tim nasional yang berbeda.

“It's just great that we're both here,” ucap Harry Souttar.

Harry menyatakan rasa gembira dan bangganya karena sang adik akhirnya bisa ikut merasakan atmosfer turnamen akbar antarnegara ini bersama dirinya.

“I'm absolutely over the moon that he's here. And it's one that the family are all filled with pride with. For me, I'm proud of him as well.” pungkas Harry Souttar.

Pertandingan Grup D lainnya telah menyelesaikan laga pembuka dengan kemenangan telak Amerika Serikat atas Paraguay lewat skor 4-1.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed