Turki Hadapi Paraguay pada Laga Hidup Mati Piala Dunia 2026
Tim nasional Turki bersiap menantang Paraguay dalam pertandingan kedua babak penyisihan Grup D Piala Dunia 2026 di Stadion Levi's, Santa Clara, Amerika Serikat, pada Sabtu, 20 Juni 2026 pukul 10.00 WIB. Laga krusial ini menjadi momentum kebangkitan bagi kedua tim yang sama-sama menelan kekalahan pada pertandingan pembuka grup.
Dilansir dari bali.antaranews.com, Turki saat ini menempati peringkat 22 FIFA, sementara Paraguay berada di posisi 40 dunia. Pada laga perdana, Turki takluk 0-2 dari Australia, sedangkan Paraguay dihantam tuan rumah Amerika Serikat dengan skor telak 1-4.
Pertandingan ini diprediksi berjalan ketat karena tim yang kembali kehilangan poin akan berada dalam posisi sulit untuk melaju ke babak 16 besar. Turki mengusung semangat nostalgia Piala Dunia 2002, momen ketika mereka mampu bangkit dari kekalahan laga pertama hingga akhirnya berhasil menembus babak semifinal.
Skuad asuhan Vincenzo Montella telah menggelar sesi latihan taktis perdana di San Jose Park, California, yang turut disaksikan langsung oleh Presiden Federasi Sepak Bola Turki (TFF) Ibrahim Haciosmanoglu. Berdasarkan laporan aa.com.tr, seluruh pemain Turki mengikuti latihan bersama tanpa ada yang absen.
Kondisi mental para pemain muda Turki sempat menjadi perhatian tim pelatih setelah munculnya gelombang kritik pascakekalahan dari Australia.
"Mereka adalah manusia, bukan robot atau mesin. Jadi mereka terpendam oleh betapa berlebihan beberapa reaksi yang diberikan," kata Montella.
Di kubu berseberangan, Paraguay juga membawa motivasi besar dan enggan sekadar menjadi pelengkap turnamen. Tim berjuluk Los Guaraníes ini memiliki rekam jejak historis yang cukup baik dengan pencapaian terbaik menembus perempat final pada Piala Dunia 2010.
Pelatih Timnas Paraguay, Gustavo Alfaro, langsung mengambil langkah pasang badan untuk melindungi anak asuhnya dari kritik tajam publik pascakekalahan telak dari Amerika Serikat.
"Kritiklah saya. Anda boleh menyerang saya, tetapi jangan menyerang mereka. Lindungi mereka.
Anda tahu mengapa? Karena ketika Piala Dunia berakhir, saya akan pergi, tetapi mereka akan tetap tinggal. Mereka akan tetap ada dan akan terus mewakili negara," tegas Alfaro.
Secara historis, kedua negara baru sekali bertemu dalam laga persahabatan resmi pada 18 Juni 1995 di Chili yang berakhir imbang tanpa gol. Pertandingan di Stadion Levi's ini akan menjadi bentrokan kompetitif pertama mereka di turnamen resmi.
Menurut laporan tirto.id, pencinta sepak bola di Indonesia dapat menyaksikan jalannya pertandingan ini melalui siaran langsung TV digital TVRI Nasional dan TVRI SPORT, serta layanan live streaming legal di aplikasi Fola Play maupun MAXStream TV.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow