Uni Emirat Arab Halau Serangan Drone di PLTN Barakah
Sistem pertahanan udara Uni Emirat Arab (UEA) berhasil menghalau serangan tiga pesawat nirawak (drone) yang menyasar kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Barakah pada Ahad, 17 Mei 2026. Kementerian Pertahanan UEA mengonfirmasi bahwa seluruh drone tersebut berasal dari wilayah Irak.
Satu drone dilaporkan sempat memicu kebakaran pada generator listrik di luar perimeter dalam fasilitas, sementara dua lainnya berhasil dicegat. Kantor media Abu Dhabi menyatakan tidak ada korban jiwa ataupun kebocoran radiasi yang terjadi akibat insiden di satu-satunya PLTN di dunia Arab tersebut.
Badan Energi Atom Internasional (IAEA) turut menyoroti stabilitas keamanan di fasilitas vital ini. Pelepasan radioaktivitas yang sangat tinggi ke lingkungan berisiko terjadi jika serangan terhadap PLTN Barakah berdampak fatal, seiring ketegangan kawasan yang meningkat sejak serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran pada akhir Februari 2026.
Anwar Gargash, penasihat senior kebijakan luar negeri Presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed, memberikan respons tegas atas peristiwa tersebut melalui platform X.
"Serangan teroris terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Barakah, baik dilakukan langsung oleh pelaku utama maupun melalui proksinya, merupakan eskalasi berbahaya dan babak kelam yang melanggar seluruh hukum serta norma internasional," ujar Anwar Gargash.
Ia menambahkan bahwa insiden ini memperlihatkan ancaman nyata dari kelompok penyabotase di kawasan Teluk.
"Eskalasi tercela ini kembali menegaskan besarnya tantangan kawasan dalam menghadapi kekuatan kejahatan, kekacauan, dan sabotase," kata Anwar Gargash.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump memberikan peringatan keras kepada Iran tak lama setelah insiden tersebut terjadi. Melalui platform Truth Social pada hari Minggu, Trump mengisyaratkan bahwa ketegangan regional ini dapat berdampak fatal bagi Teheran jika tidak segera diselesaikan.
"sebaiknya bergerak maju, CEPAT, atau tidak akan ada yang tersisa dari mereka." tegas Donald Trump.
Trump juga menyatakan kepada Axios pada hari yang sama bahwa pihaknya masih menunggu proposal perdamaian terbaru dari pihak Iran.
"Kami ingin mencapai kesepakatan," kata Donald Trump.
Pemerintah AS menginginkan kompromi konkret mengenai kepemilikan uranium, namun Iran tetap menuntut kompensasi perang dan pencairan aset terlebih dahulu.
"Mereka belum berada di posisi yang kami inginkan. Mereka harus sampai ke sana atau mereka akan terkena dampak yang sangat buruk, dan mereka tidak menginginkan itu." ujar Donald Trump.
Konflik ini juga berdampak langsung pada sektor ekonomi global. Dilansir dari Bloomberg News, harga minyak mentah Brent melonjak 1,5 persen ke level US$110,70 per barel pada perdagangan Senin karena kekhawatiran atas penutupan Selat Hormuz.
Selain serangan di PLTN Barakah, Kementerian Pertahanan UEA melaporkan telah menembak jatuh enam drone lain dalam kurun waktu 48 jam terakhir yang mengarah ke infrastruktur sipil. Arab Saudi juga mengumumkan pencegatan tiga drone dari Irak di wilayah udaranya pada hari yang sama.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow