Universal Pictures Rilis Film The Odyssey Garapan Christopher Nolan

Smallest Font
Largest Font

Universal Pictures resmi merilis film terbaru garapan sutradara Christopher Nolan berjudul The Odyssey di seluruh bioskop Indonesia pada Rabu, 15 Juli 2026.

Film berbiaya fantastis mencapai 250 juta dolar AS atau setara Rp4 triliun ini merupakan adaptasi dari puisi epik Yunani kuno karya Homer yang menceritakan perjalanan pulang 10 tahun Raja Ithaca, Odysseus, setelah Perang Troya.

Tiket penayangan perdana film berdurasi tiga jam ini bahkan telah ludes terjual di berbagai belahan dunia, termasuk untuk format IMAX 70 mm yang habis dalam waktu kurang dari satu jam.

Menurut laporan Variety, BFI IMAX di Inggris memecahkan rekor dengan menjual 28.000 tiket dalam 24 jam pertama dan menghasilkan pendapatan kotor sebesar 750.000 poundsterling.

Produksi skala besar ini memicu perbedaan pandangan antara sutradara dan pemeran utamanya terkait masa depan film epik berdurasi panjang.

"I tahu bahwa ini adalah kesempatan terakhir saya untuk melakukan sesuatu seperti ini," kata aktor Matt Damon.

Damon menilai bahwa studio akan semakin enggan memberikan dukungan anggaran besar untuk memproduksi film non-waralaba dengan cara konvensional.

"Saya rasa orang-orang tidak akan diberi sumber daya untuk membuat film dengan cara itu untuk waktu yang lama," ia menambahkan.

Menanggapi hal tersebut, sutradara peraih Oscar Christopher Nolan mengungkapkan pandangan yang lebih optimis terhadap perkembangan industri perfilman.

"Karena memang terasa sudah lama sekali sejak seseorang membuat film seperti ini dengan cara seperti ini, di mana Anda berkeliling dunia, mengumpulkan ribuan pemain, dan sebagainya," kata Nolan.

Ia meyakini bahwa medium film akan terus bertransformasi berkat kehadiran generasi baru pembuat film.

"Tapi ada aspek pesimistis dalam memandang dengan cara itu, yang tidak saya setujui. Saya pikir film itu vital dan esensial dan terus bertransformasi. Kita memiliki semua suara muda baru yang hebat dalam perfilman, menjadikan medium ini milik mereka sendiri dan memajukannya," ia menjelaskan.

Nolan juga tidak percaya bahwa generasi muda saat ini tidak memiliki rentang perhatian yang cukup untuk menikmati film panjang.

"Film-film itu sangat misterius dan penuh renungan. Maksud saya, beberapa bagian 'Backrooms' seperti karya David Lynch yang paling samar. Namun, anak muda tidak pernah bosan menontonnya," kata dia.

Sikap generasi muda yang lebih menyukai karya orisinal dan menolak penggunaan kecerdasan buatan turut membuat Nolan optimis.

"Begitu banyak energi telah dihabiskan untuk menghadirkan AI, tetapi jika Anda melihat reaksi generasi itu, mereka benar-benar menolaknya," kata dia.

Proses syuting film ini sendiri berlangsung sangat menantang, salah satunya saat pengambilan gambar di perairan ganas lepas pantai Skotlandia pada Juli 2025.

Kondisi ombak besar yang ekstrem membuat sejumlah aktor pendukung mengalami mabuk laut hingga muntah saat kamera terus merekam.

"Maaf, tapi bolehkah kita merekam adegan muntah itu?" kenang Nolan saat meminta sinematografer Hoyte van Hoytema tetap merekam kejadian tersebut.

Nolan sangat mengapresiasi dedikasi dari seluruh kru dan pemain yang tetap profesional dalam situasi sulit tersebut.

"Saya harus memberikan apresiasi kepada mereka. Mereka berkata, 'Tentu saja, lanjutkan saja.' Mereka benar-benar siap menjalaninya. Hari itu terasa luar biasa sekaligus menyiksa, tetapi menghasilkan beberapa gambar favorit saya di film ini," ujar Nolan.

Tantangan berat di lokasi syuting menggunakan kapal dan elemen cuaca asli ini juga dibenarkan oleh pemeran utama film.

"Tidak ada perlakuan khusus. Kalau kamu berada di kapal di tengah lautan dan terjebak badai, kamu akan basah seperti semua orang. Tidak ada yang mendapat minuman hangat yang tidak kamu dapatkan," kata Matt Damon.

Damon menyebut bahwa Nolan sendiri ikut merasakan kondisi basah dan dingin yang sama di lapangan.

"Semua orang berada di posisi yang sama, termasuk Chris (Christopher Nolan), yang sama-sama kedinginan dan basah sepanjang proses syuting," lanjutnya.

Keberhasilan film Oppenheimer di box office sebelumnya diakui Nolan menjadi pembuka jalan bagi pengerjaan The Odyssey.

"Oppenheimer meraih kesuksesan yang jauh melampaui perkiraan kami. Hal itu memberiku kesempatan untuk membuat sesuatu yang mungkin sebelumnya tidak akan bisa diwujudkan," ujar Nolan dalam wawancara bersama The Daily Show.

Nolan menjelaskan bahwa proyek ambisius ini mengharuskan mereka menggunakan elemen-elemen nyata untuk membangun dunia mitologi secara realistis.

"Kami menggunakan kapal sungguhan, air sungguhan. Kami memang memakai semua teknik yang ada, tetapi fondasinya adalah membawa para aktor ke dunia nyata," ungkap Nolan.

Proses syuting dilakukan di lokasi alam terbuka agar reaksi emosional para pemain dapat tersampaikan secara membumi kepada penonton.

"Kami mencari lokasi asli, menggunakan kapal sungguhan, memanfaatkan cuaca yang sesungguhnya, bahkan menghadirkan Cyclops senyata mungkin," kata Nolan.

Ia menekankan bahwa adaptasi puisi kuno ini berfokus pada sisi kemanusiaan, hubungan keluarga, dan perjuangan untuk pulang.

"Aku sejak awal ingin menghadirkan The Odyssey sebagai kisah yang membumi dan mudah dipahami penonton modern," ungkap Nolan kepada Associated Press.

Desain monster bermata satu Cyclops juga dirancang secara detail menggunakan perpaduan animatronik, boneka, dan efek visual digital.

"Kami tahu akan membutuhkan semua teknik yang ada, mulai dari animatronik, puppetry, hingga efek visual komputer," ungkapnya pada Associated Press.

Pihak produksi melakukan riset mendalam agar karakter monster tersebut memiliki penjiwaan yang kuat.

"Namun yang paling penting adalah menemukan bagaimana karakter ini hidup, bergerak, dan memiliki kepribadian," ujar Nolan.

Seluruh adegan film The Odyssey direkam menggunakan kamera IMAX dengan sistem peredam suara baru yang dikembangkan khusus agar dialog dapat direkam langsung di lokasi.

"Aku menelepon IMAX dan berkata, 'Kalau memang ada satu film yang layak direkam sepenuhnya dengan IMAX, maka film inilah.' Karena itu kami mencari cara agar kameranya bisa dibuat lebih senyap," kata Nolan.

Film ini dibintangi oleh deretan aktor papan atas seperti Matt Damon sebagai Odysseus, Anne Hathaway sebagai Penelope, Tom Holland sebagai Telemachus, Zendaya sebagai Athena, dan Robert Pattinson sebagai Antinous.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed