Viking Persib Club Tunggu Izin Keamanan Jelang Laga Kontra Persija

Smallest Font
Largest Font

Kelompok pendukung Persib Bandung, Viking Persib Club, menanti izin resmi dari pihak kepolisian untuk mendampingi tim kesayangan mereka saat bertandang ke markas Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 12 September 2026 mendatang.

Langkah keberangkatan pendukung Maung Bandung tersebut merespons kebijakan baru operator kompetisi I.League yang resmi mencabut larangan kehadiran suporter tim tamu untuk musim Super League 2026/2027. Keputusan tersebut ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham PT Liga Indonesia Baru di Jakarta pada 26 Agustus 2026, meski izin pelaksanaan laga berisiko tinggi tetap dikembalikan kepada kesiapan panitia lokal dan aparat keamanan.

Keinginan untuk mengawal pertandingan tandang Persib disampaikan langsung oleh pihak kelompok suporter saat menghadiri agenda konsolidasi pendukung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, pada Jumat, 4 September 2026.

"Sejatinya pasti suporter pengen nonton ke mana pun, termasuk ke Jakarta," kata Tobias Ginanjar, Ketua Umum Viking Persib Club.

Keinginan melawat ke Jakarta menjadi fokus perhatian lantaran kedua tim memiliki sejarah rivalitas yang panjang di sepak bola nasional. Pengurus organisasi suporter Bandung menyatakan belum merancang teknis keberangkatan secara mendalam sebelum ada jaminan keamanan dari aparat penegak hukum.

"Harapan sih ya pasti pengen berangkat. Jangankan ke Jakarta, ke mana pun semua kota pasti Bobotoh pengen menyaksikan Persib di mana pun," tuturnya.

Pihak suporter menegaskan komitmennya untuk mematuhi seluruh koridor hukum dan instruksi dari panitia penyelenggara pertandingan.

"Kami kembalikan ke pihak keamanan yang mempunyai otoritas dalam mengamankan, apakah beliau-beliau siap menerima kami dari Bandung untuk datang ke sana. Kalau memang dinyatakan diperbolehkan, tentu kita akan datang," ujarnya.

Mengenai persiapan di tingkat antarsuporter, dialog awal sudah dibuka dengan jajaran pengurus pendukung tim tuan rumah, meski detail kesepakatannya belum dipublikasikan.

"Ya, tadi saya sampaikan bahwa sejatinya pasti suporter pengen nonton ke mana pun, termasuk ke Jakarta," ujar Tobias Ginanjar.

Manajemen suporter mengingatkan seluruh anggota untuk menjaga kondusivitas agar kelonggaran aturan laga tandang dari pengelola liga tidak dicabut kembali.

"Tapi tentunya kami kembalikan ke pihak keamanan yang mempunyai otoritas dalam mengamankan apakah memang beliau-beliau siap menerima kami dari Bandung untuk datang ke sana. Kalau memang dinyatakan diperbolehkan, tentu kita akan datang," ungkapnya.

Pencabutan larangan laga tandang diharapkan menjadi titik balik dalam membangun iklim pertandingan sepak bola tanah air yang lebih aman dan ramah.

"Sudah ada pembahasan (dengan pengurus The Jakmania) tapi sifatnya masih rahasia, kalau harapan sih ya pasti pengin berangkat lah. Jangankan ke Jakarta, ke mana pun semua kota pasti Bobotoh pengen menyaksikan Persib di mana pun," tegasnya.

Komitmen menjaga ketertiban umum ditekankan guna menghindari potensi kerusuhan yang kerap memicu jatuhnya korban jiwa di area stadion.

"Iya, setelah larangan dicabut tentunya kita harus menjaga ya. Menjaga jangan sampai ada hal-hal yang membuat adanya aturan larangan ini berlaku kembali. Jadi semoga ini semua kita sambut gembira," kata Tobias.

Ajang kompetisi musim baru dipandang sebagai momentum persaudaraan antar pendukung sepak bola di seluruh wilayah Indonesia.

"Semua suporter bisa away menyaksikan klub kebanggaannya, bisa merajut silaturahmi, bisa berbagi kebahagiaan dengan kota-kota lain dan jangan sampai ada lagi permasalahan, apalagi jangan sampai ada nyawa yang hilang di sepak bola," tuturnya.

Di sisi lain, perwakilan pengurus The Jakmania menyatakan belum bisa memfokuskan pembahasan pada teknis penyambutan suporter tamu karena masih menyelesaikan urusan pendistribusian tiket pertandingan.

"Kalau masalah itu kita belum bicara ya. Dalam arti karena kita kondisional, khususnya organisasi kita juga sekarang lagi membahas masalah tiket," kata Bayu Said, Ketua Harian The Jakmania.

Penjualan dan kepastian ketersediaan tiket bagi pendukung tuan rumah menjadi prioritas utama organisasi sebelum mengagendakan rapat koordinasi khusus terkait laga derby tersebut.

"Kita belum ada tiket, masalah tiket juga. Jadi kita belum bisa membahas masalah terkait pertandingan pada tanggal 12 nanti," pungkasnya.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed