Wanita di China Mengalami Kerusakan Otak Usai Diet Air 15 Hari
Seorang wanita berusia 31 tahun di Provinsi Henan, China, didiagnosis mengalami gangguan otak parah akibat menjalani diet ekstrem hanya mengonsumsi air putih selama 15 hari berturut-turut hingga berat badannya turun 20 kilogram, sebagaimana dilansir dari Detik Health.
Metode yang dijalani wanita tersebut dikenal sebagai 'bigu', yaitu teknik puasa Taois yang berakar pada kepercayaan untuk mencapai transendensi dan keabadian dengan mengandalkan qi atau energi vital. Praktik yang secara harfiah berarti menghindari biji-bijian ini diyakini telah ada sejak sebelum dinasti Qin (221 SM-206 SM).
Dokter spesialis neurologi dari The First Affiliated Hospital of Zhengzhou University, dr Sun Guifang, menjelaskan bahwa pasien tersebut menderita ensefalopati Wernicke, yakni gangguan otak parah akibat kekurangan vitamin esensial dan asam folat. Kondisi medis ini menimbulkan gejala berupa kebingungan, masalah keseimbangan saat berjalan, gangguan gerakan mata, serta penurunan daya ingat.
Sun mencatat bahwa cara berjalan wanita tersebut mengalami perubahan signifikan akibat dampak kerusakan saraf medis yang dialaminya.
"Cara berjalannya menyerupai penguin," kata Sun Guifang, neurolog dari The First Affiliated Hospital of Zhengzhou University.
Ia memperingatkan bahwa gejala gangguan saraf akibat kerusakan otak tersebut berisiko permanen dan tidak akan pernah teratasi. Ia menekankan bahwa tubuh manusia sangat bergantung pada asupan makanan teratur untuk memperoleh nutrisi penting.
Meskipun memiliki risiko kesehatan yang sangat fatal, metode 'bigu' tetap dicoba oleh sebagian masyarakat untuk menurunkan berat badan dengan cepat. Di salah satu platform media sosial populer di China, sejumlah pengguna membagikan pengalaman menurunkan berat badan hingga lebih dari 10 kilogram setelah hanya meminum air dan mengonsumsi suplemen vitamin selama satu bulan.
Bahaya metode ini tercatat dalam sejumlah kasus sebelumnya di China. Pada 2020, seorang pria berusia 26 tahun dari Provinsi Heilongjiang meninggal dunia setelah hanya mengonsumsi air selama 52 hari, dengan gejala menyerupai demensia dua hari sebelum wafat. Kasus lain terjadi pada 2025 di Provinsi Zhejiang, di mana seorang wanita mengalami kerusakan parah pada mukosa usus, infeksi bakteri darah, dan kondisi hipokalemia yang mengancam jiwa setelah seminggu berpuasa hanya dengan air dan pil energi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow