Warga Iran Terbelah Menyusul Hasil Imbang Melawan Belgia

Smallest Font
Largest Font

Ratusan pendukung sepak bola di Teheran menyaksikan laga Iran kontra Belgia dalam penyisihan grup Piala Dunia 2026 pada Minggu malam di tengah perpecahan opini publik domestik terkait tim nasional mereka. Dilansir dari AFP, sebagian warga mengkritik Team Melli karena dinilai terlalu dekat dengan institusi negara serta menyayangkan penunjukan pejabat berlatar belakang politik atau militer di posisi senior olahraga. Kritik juga mengalir akibat keputusan teknis yang tidak menyertakan penyerang bintang Sardar Azmoun, di samping kendala logistik berupa perjalanan jarak jauh karena markas tim berada di Tijuana, Meksiko. "Because I was playing football from a very young age myself and I love football, I love all the matches and watch them all," kata Farhad Cheshmi, seorang warga berusia 29 tahun.

Cheshmi menambahkan bahwa situasi tersebut memengaruhi kondisi tim karena adanya jadwal yang tidak setara akibat dinamika politik Amerika Serikat.

"For this big game, it affects the team's situation, and well, the situation is unequal, and this is American politics, and there's nothing you can do about it," ujar Farhad Cheshmi. Di sisi lain, sebagian masyarakat tetap memberikan dukungan atas dasar patriotisme tanpa memedulikan konflik internal administrasi sepak bola.

"It is true that the team has been involved in many controversies but no matter what, it is the national team of our country," kata Amir Hossein Rahimi, seorang pekerja sektor swasta berusia 25 tahun. Rahimi juga mengeluhkan absennya Sardar Azmoun serta menyoroti sulitnya perjuangan tim yang bertanding di Amerika Serikat tanpa dukungan langsung dari suporter domestik akibat pembatasan perjalanan.

"Many of our spectators were not allowed to go and watch the games," ujar Amir Hossein Rahimi. Dukungan serupa tetap mengalir dari warga lain yang menilai bahwa esensi olahraga sepak bola harus dipisahkan sepenuhnya dari urusan politik negara. "We are Iranians and we support our team no matter what; We really like to see it win," kata Roza Assari, seorang karyawan perusahaan farmasi berusia 36 tahun.

Assari menegaskan bahwa setiap negara memiliki tim nasional yang berjuang mendapatkan posisi terbaik di kancah internasional.

"I think sports should not be mixed up with politics; any country has its own national team and that team trying to get a good standing for that country," ujar Roza Assari. Pertandingan yang berlangsung di tengah bulan suci Muharram ini berakhir dengan skor 0-0 setelah kiper Alireza Beiranvand melakukan serangkaian penyelamatan, membuat peluang Iran lolos ke babak berikutnya tetap terbuka pasca hasil imbang 2-2 melawan Selandia Baru di laga perdana.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed