Victor Wembanyama Evaluasi Kegagalan Spurs Redam Shai Gilgeous-Alexander

Smallest Font
Largest Font

Pemain San Antonio Spurs, Victor Wembanyama, mengevaluasi kekalahan timnya dari Oklahoma City Thunder di Paycom Center pada gim kedua final Wilayah Barat Playoff NBA 2026, Rabu (20/5).

Kekalahan tersebut terjadi setelah San Antonio Spurs gagal meredam aksi Shai Gilgeous-Alexander, pemain Terbaik Musim Reguler NBA 2025-2026, yang mencetak 30 poin untuk kemenangan Thunder.

Evaluasi ini menjadi perhatian serius bagi skuad asuhan Gregg Popovich setelah kedudukan kini imbang 1-1 akibat performa gemilang lini serang lawan di markas Oklahoma City.

"He made shots, but nothing he hasn't made all season. So, we worked on it. We just didn't apply as much," kata Victor Wembanyama, Center San Antonio Spurs.

Kondisi San Antonio Spurs semakin diperparah dengan badai cedera di lini belakang setelah De'Aaron Fox absen dalam dua laga beruntun akibat cedera pergelangan kaki kanan, ditambah Dylan Harper yang mendapat cedera kaki kanan pada paruh kedua pertandingan.

"Not well. We got to help our ball-handlers more, and take care of the ball," ujar Victor Wembanyama, Center San Antonio Spurs.

Meskipun San Antonio Spurs sempat bangkit pada paruh kedua untuk mengejar ketertinggalan poin yang mencapai dua digit, upaya keras tim asal Texas tersebut akhirnya tetap menemui kegagalan.

"We needed some points, for sure. Taking care of the ball, helping the main ball-handlers, and being aggressive, just like we were in the third quarter," ucap Victor Wembanyama, Center San Antonio Spurs.

Wembanyama yang menghabiskan sepanjang laga berduel fisik melawan center Thunder, Isaiah Hartenstein, menyebutkan bahwa kelelahan akibat berjuang mengejar ketertinggalan menjadi hal yang paling mengecewakan dalam laga itu.

"I would say it was spending so much energy catching back up to the score, and let it go away," tutur Victor Wembanyama, Center San Antonio Spurs.

Menjelang laga berikutnya, pemain asal Prancis itu menegaskan pentingnya konsistensi permainan selama 48 menit penuh dan menghindari kelengahan mental di kuarter akhir.

"Just consistency throughout the game, our game plan. I can think about a few down moments for myself, especially in the fourth quarter," kata Victor Wembanyama, Center San Antonio Spurs.

Selain persaingan ketat di lapangan, taktik dan strategi penyesuaian dari Thunder juga diakui oleh Wembanyama menuntut kerja keras yang lebih besar dari seluruh elemen tim.

"The tactics, we all know by heart, but it doesn't mean it's easy. We have to work for it," ungkap Victor Wembanyama, Center San Antonio Spurs.

Di sisi lain, dilansir dari Nielsen dan Adobe Analytics, gim pertama antara kedua tim pada Senin malam yang dimenangkan Spurs mencatatkan rekor penonton tertinggi dalam sejarah gim pertama final Wilayah Barat dengan rata-rata 9,2 juta pemirsa di NBC dan Peacock.

Jumlah penonton bahkan mencapai puncaknya di angka 12 juta pemirsa saat pertandingan memasuki babak overtime kedua hingga laga berakhir.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed