West Ham United Menantang Newcastle United dalam Misi Lepas dari Degradasi

Smallest Font
Largest Font

West Ham United akan melakoni laga tandang krusial melawan Newcastle United di Stadion St James' Park pada hari Minggu, 17 Mei 2026, demi mengamankan poin penuh dalam upaya mereka lolos dari jerat degradasi Premier League.

Tim tamu yang berada dalam ancaman turun kasta wajib meraih kemenangan untuk menjaga peluang bertahan di kasta tertinggi sepak bola Inggris, sekaligus memberikan tekanan kepada rival mereka, Tottenham Hotspur.

Dilansir dari goal.com, Newcastle United saat ini tertahan di peringkat ke-13 klasemen sementara setelah meraih hasil imbang 1-1 melawan Nottingham Forest pada pekan sebelumnya, sebuah hasil yang membuat skuad asuhan Eddie Howe mengoleksi 20 poin lebih sedikit dibandingkan pencapaian mereka pada tahap yang sama di musim lalu.

Pertahanan tim tuan rumah juga sedang dalam kondisi rapuh setelah kebobolan setidaknya satu gol dalam delapan laga kandang terakhir di St James' Park, meskipun mereka selalu berhasil mencetak gol dalam enam pertandingan kandang sebelumnya.

Di sisi lain, West Ham United menderita kekalahan dari pemuncak klasemen Arsenal pekan lalu setelah gol penyeimbang di menit-menit akhir dianulir oleh VAR karena David Raya dianggap dilanggar dalam prosesnya, namun peluang mereka tetap terbuka setelah Tottenham hanya bermain imbang 1-1 melawan Leeds.

Mantan penyerang dan pendukung setia The Hammers, Tony Cottee, menyatakan keyakinannya menjelang perjalanan emosionalnya kembali ke tribun penonton setelah hampir 50 tahun.

"I’m off on the train to Newcastle as a fan for the first time in 46 years… Quite simply, we have to win… forget about spurs, get the result & hope that we can take it to the last game. I quietly fancy us to get a 2-1 win… either way, I’ll be having a few pints 2nite ! COYI ⚒" kata Tony Cottee melalui media sosialnya yang dikutip oleh hammers.news.

Legenda klub yang mencetak 146 gol untuk West Ham tersebut menegaskan bahwa fokus utama tim adalah meraih hasil maksimal tanpa memedulikan hasil yang didapat oleh Tottenham Hotspur.

"Quite simply, we have to win," ujar Tony Cottee.

Cottee meminta skuad asuhan Julen Lopetegui untuk terus berjuang memperpanjang napas hingga pertandingan terakhir musim ini.

"Forget about Spurs, get the result and hope that we can take it to the last game." kata Tony Cottee.

Pria berusia 60 tahun tersebut memprediksi kemenangan tipis bagi tim tamu di St James' Park.

"I quietly fancy us to get a 2-1 win… either way, I’ll be having a few pints tonight! COYI." ujar Tony Cottee.

Sementara itu, perdebatan mengenai integritas olahraga muncul setelah presenter talkSPORT, Angelina Kelly, menyarankan agar Newcastle United sengaja mengalah dalam laga ini guna memastikan rival mereka, Tottenham Hotspur, terdegradasi ke Championship.

Kelly menilai bahwa jatuhnya Tottenham akan menguntungkan ambisi jangka panjang Newcastle United dalam memperebutkan posisi kompetisi Eropa musim depan, mengingat ancaman kebangkitan Spurs di bawah manajer Roberto De Zerbi.

"Newcastle have nothing to play for, even though the fans were thinking they were in a relegation scrap at one point." kata Angelina Kelly dalam acara Fiery Fridays di talkSPORT.

Kelly menambahkan bahwa finis di atas Sunderland tidak akan mengembalikan martabat Newcastle yang sudah kalah dua kali dari rival sewilayahnya tersebut musim ini.

"Bagaimanapun, posisi ke-13 tidak akan menolong tim memulihkan martabat yang hilang." ujar Angelina Kelly.

Menurutnya, Newcastle United membutuhkan kondisi persaingan yang lebih mudah untuk bisa menembus posisi enam besar pada musim mendatang.

"Newcastle will need all the help they can get to bounce back and compete for the top six next year." kata Angelina Kelly.

Kelly memperingatkan potensi ancaman dari Tottenham jika mereka berhasil bertahan di Premier League dan mendapatkan dana segar untuk bursa transfer musim panas.

"Spurs might be in their way because if they stay up, De Zerbi stays and they spend some money in the summer." ujar Angelina Kelly.

Ia merujuk pada keberhasilan Manchester United yang mampu merangkak naik dari peringkat ke-15 hingga finis di posisi ketiga pada musim ini sebagai contoh nyata.

"We saw what Manchester United did this season, climbing from 15th to third. Who is to say Spurs could replicate that? But with their infrastructure, they could fight for a European spot of some sort." kata Angelina Kelly.

Kelly menyoroti performa Tottenham yang sempat paceklik kemenangan di sepanjang tahun 2026 sebelum kedatangan manajer baru mereka.

"They didn’t win a game in 2026 until the manager came in, and he won two. So, I’m thinking with a resurgence, and buying replacements in the summer, they could become another team in Newcastle’s way." ujar Angelina Kelly.

Sebagai langkah strategis, Kelly menyarankan agar Newcastle menurunkan tim yang lebih lemah demi mendorong Tottenham turun kasta ke divisi bawah.

"If West Ham stay up, realistically, I don’t think they are a threat to European places. So, it’s simple…Newcastle, should play a weaker team, let Spurs go down, and get a head start for next season." kata Angelina Kelly.

Koresponden utama sepak bola talkSPORT, Alex Crook, mendukung argumen tersebut dengan menyatakan bahwa penurunan performa klub besar selalu menjadi daya tarik bagi para penggemar netral.

"There’s a hatred of the north London clubs," ujar Alex Crook.

Crook menambahkan bahwa publik sepak bola memang kerap kali ingin melihat tim besar mengalami kegagalan di kompetisi.

"People want Arsenal to bottle the title and most want Spurs to go down.” kata Alex Crook.

Namun, pembawa acara Adrian Durham melihat sudut pandang lain, di mana degradasi bagi Tottenham dengan segala infrastruktur mewahnya akan menjadi sebuah narasi besar yang luar biasa bagi sepak bola Inggris.

"It's not just because people want them to fail, but because it’s a really big story." ujar Adrian Durham.

Durham menilai kegagalan klub London Utara tersebut akan memicu reaksi yang masif dari publik.

"If Arsenal bottle it, it’s hilarious. If Spurs go down with that stadium, it will be remarkable." kata Adrian Durham.

Durham juga mengingatkan faktor kebanggaan lokal bagi pendukung Newcastle United yang sangat mengharapkan timnya finis di atas rival bebuyutan mereka, Sunderland.

"The only way those Newcastle players can save their season is by finishing above Sunderland." ujar Adrian Durham.

Menurutnya, para pemain Newcastle tidak akan mau menanggung malu finis di bawah klub yang lima tahun lalu masih berada di League One saat Newcastle berkompetisi di Liga Champions.

"With the Black Cats spending time in League One only five years ago while Newcastle won a trophy and competed in the Champions League, they won’t want to feel the pain of finishing below them." kata Adrian Durham.

Durham juga mempertanyakan alasan sebagian orang yang lebih memilih Tottenham jatuh dibanding West Ham United yang dinilainya dikelola dengan buruk.

"I don’t understand why people would rather Spurs go down than West Ham. West Ham have been so badly run. That stadium, which they got on the cheap, for them to go down ten years after Karren Brady said they would reach the Champions League?" ujar Adrian Durham.

Ia menegaskan bahwa gengsi lokal di wilayah Timur Laut Inggris jauh lebih krusial bagi para pendukung The Magpies.

"I think that’s a great reason to want them to go down. I think you’re underestimating how much it means in the north east for Newcastle to finish above Sunderland, it would be unpalatable for them." kata Adrian Durham.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed