Wim Kieft Kritik Performa Bram Nuytinck Lini Belakang NEC Nijmegen

Smallest Font
Largest Font

Mantan pemain tim nasional Belanda Wim Kieft mempertanyakan peran bek senior Bram Nuytinck di lini pertahanan NEC Nijmegen usai kekalahan dari Feyenoord pada Sabtu. Penampilan bek berusia 36 tahun tersebut dinilai kewalahan mengikuti garis pertahanan tinggi yang diterapkan pelatih Dick Schreuder.

Kieft menilai skema permainan ofensif yang diusung Schreuder membuat para pemain belakang NEC kerap terbuka di area permainan yang luas. Masalah kecepatan menjadi celah krusial bagi Nuytinck yang dipasang menggantikan posisi Philippe Sandler.

"Bahkan bersama Sandler, NEC tidak memiliki kecepatan yang cukup. Sekarang Nuytinck yang dimainkan di sana... Seseorang benar-benar harus memberitahunya bahwa dia tidak bisa melakukannya lagi, bukan?" kata Kieft pada program Rondo di Ziggo Sport.

Proses gol balasan Feyenoord melalui umpan lambung dan pergerakan Valente dari lini tengah menjadi sorotan utama para analis. Mantan pesepak bola Belanda Youri Mulder menilai situasi tersebut sebagai dampak langsung dari gaya bertahan satu lawan satu yang diterapkan NEC.

"Itu adalah konsekuensi dari menerapkan duel satu lawan satu di seluruh area lapangan," ujar Mulder.

Pandangan senada disampaikan Theo Janssen yang menilai Nuytinck seharusnya dapat mengantisipasi keterbatasan kecepatannya secara taktis di lapangan.

"Jika Anda adalah Nuytinck dan Anda tahu: OK, saya bukan yang tercepat, dan bola lambung itu datang, maka Anda juga bisa berpikir: biarkan Ferri melakukan sundulan. Saya akan mundur lima meter lebih dalam dan berspekulasi untuk mengambil bola kedua itu," tutur Janssen.

Sementara itu, mantan gelandang Timnas Belanda Rafael van der Vaart berpendapat bahwa kelemahan di lini belakang bukan semata kesalahan individu Nuytinck, melainkan akibat dari sistem permainan tim.

"Jika Anda memainkan sistem ini, bek seperti Nuytinck memang akan selalu berada dalam masalah. Maka permainan harus sangat cepat dan sangat bagus, dan pemain jenis seperti itu sering kali tidak bermain di level yang lebih tinggi dari NEC," kata Van der Vaart.

Meskipun demikian, Van der Vaart tetap mengapresiasi keberanian skuat NEC Nijmegen yang konsisten mengusung filosofi permainan menyerang.

"Itu menyenangkan dan Anda akan memenangkan banyak pertandingan, tetapi jika segalanya tidak berjalan lancar, Anda hanya akan dibantai," ujar Van der Vaart.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed