Wonderwall Jadi Anthem Timnas Inggris, Streaming Spotify Melonjak 306 Persen

Smallest Font
Largest Font

Lagu legendaris berjudul "Wonderwall" yang dipopulerkan oleh band rock asal Inggris, Oasis, kembali mengalami lonjakan popularitas yang signifikan hampir tiga dekade setelah pertama kali dirilis pada tahun 1995.

Lagu tersebut kini menjadi lagu kemenangan atau victory anthem tidak resmi bagi Tim nasional (Timnas) Inggris selama mengandungi kompetisi di ajang FIFA World Cup 2026.

Skuad yang dikenal dengan julukan The Three Lions ini selalu mengumandangkan dan menyanyikan "Wonderwall" bersama para suporter di stadion setiap kali mereka berhasil memetik kemenangan dalam pertandingan.

Euforia kemenangan di lapangan hijau tersebut berdampak langsung pada platform streaming musik Spotify, di mana jumlah pemutaran lagu tersebut mengalami peningkatan yang sangat drastis.

Jumlah pendengar "Wonderwall" tercatat melonjak hingga 306 persen hanya dalam kurun waktu satu jam setelah Inggris menumbangkan Meksiko dengan skor 3-2 pada babak penyisihan grup.

Lonjakan Statistik Streaming Wonderwall di Spotify

Lonjakan ini terlihat nyata dalam data statistik pemutaran digital. Aktivitas streaming dari album (What's the Story) Morning Glory? tersebut langsung meningkat pesat pada jam yang sama jika dibandingkan dengan hari sebelumnya.

Metrik Spotify Sebelum Kemenangan Setelah Kemenangan (1 Jam) Kenaikan Harian
Jumlah Streaming per Jam 1.628 kali 6.614 kali -
Total Pemutaran Harian - Lebih dari 200.000 kali Sekitar 18%

Secara keseluruhan, lagu "Wonderwall" mencatatkan pertumbuhan pemutaran harian sekitar 18 persen dengan total kumulatif mencapai lebih dari 200.000 kali pemutaran dalam satu hari.

Tradisi Baru Skuad The Three Lions

Berdasarkan laporan Reuters, setiap negara peserta Piala Dunia diwajibkan menyerahkan beberapa daftar lagu kepada pihak FIFA untuk diputar secara resmi di dalam area stadion.

Lagu-lagu pilihan tersebut biasanya diputar saat pengumuman susunan pemain, sesi pemanasan, ketika terjadi gol, hingga sesaat setelah peluit panjang tanda pertandingan berakhir ditiup.

Sebelum turnamen akbar ini dimulai, pihak Inggris telah memilih tiga lagu utama, yakni "Wonderwall", "Sweet Caroline", dan "Hey Jude" yang juga ditujukan sebagai bentuk penghormatan bagi gelandang Jude Bellingham.

Fenomena ini berawal ketika Inggris sukses mengalahkan Kroasia dengan skor akhir 4-2 pada pertandingan pembuka fase grup FIFA World Cup 2026 yang berlangsung tanggal 18 Juni lalu.

Setelah pertandingan selesai, lagu "Wonderwall" menggema di Dallas Stadium, Amerika Serikat, dan langsung diikuti oleh nyanyian bersama dari ribuan suporter Inggris yang memadati tribun.

Tradisi menyanyikan lagu milik Oasis tersebut terus berlanjut dalam setiap laga kemenangan yang diraih oleh tim nasional Inggris di sepanjang turnamen Piala Dunia 2026.

Momen terbaru terjadi di Stadion Azteca, Mexico City, setelah Inggris meraih kemenangan dramatis atas Meksiko, di mana para pemain turut bernyanyi bersama suporter, termasuk kapten Harry Kane dan gelandang Jude Bellingham.

"..." kata Harry Kane, Senin (6/7/2026).

Kapten timnas Inggris tersebut bahkan menyebutkan bahwa momen menyanyikan "Wonderwall" bersama suporter merupakan salah satu pengalaman favoritnya selama ia berkarier membela tim nasional Inggris.

Dalam sesi wawancara setelah pertandingan melawan Meksiko, suara Kane terdengar serak akibat terlalu bersemangat menyanyikan lagu tersebut, dan video yang menunjukkan suaranya habis sempat menjadi viral di internet.

Alasan Kedekatan Wonderwall dengan Suporter Inggris

Sebelum gelaran Piala Dunia 2026, lagu yang sangat identik dengan anthem Timnas Inggris adalah "Sweet Caroline" karyaNeil Diamond yang sudah menjadi lagu wajib suporter sejak Euro 2020.

Namun saat ini, posisi tersebut perlahan mulai digantikan oleh "Wonderwall" karena liriknya dinilai memiliki keterikatan emosional yang mendalam dengan perjalanan tim nasional.Bagi para penggemar sepak bola Inggris, potongan lirik "All the roads we have to walk are winding" atau yang berarti semua jalan yang harus kita lalui berkelok-kelok dianggap sangat relevan.

Kalimat tersebut dipandang mencerminkan realitas perjalanan panjang, berat, dan penuh dinamika yang harus dilewati oleh Timnas Inggris dalam misi membawa pulang trofi juara dunia untuk pertama kalinya sejak tahun 1966.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed