Yohanes Saut Resmi Mundur dari Pelatnas PBSI, Pilih Jalur Profesional

Smallest Font
Largest Font

Sektor tunggal putra Pelatnas PBSI mengalami perubahan formasi setelah Yohanes Saut Marcellyno Siahaan resmi memutuskan menyudahi keanggotaannya di Cipayung.

Atlet berusia 23 tahun tersebut memilih mundur dari Pelatnas PP PBSI untuk melanjutkan kariernya secara mandiri sebagai pebulu tangkis profesional.

PBSI telah menerima surat pengunduran diri dari atlet Tunggal Putra Utama tersebut, yang dinyatakan berlaku efektif mulai Selasa, 30 Juni 2026.

Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan kondisi Saut secara menyeluruh, yang disinyalir berkaitan erat dengan stagnansi prestasi dalam beberapa waktu terakhir.

Apresiasi Terhadap Kontribusi Yohanes Saut

Melalui suratnya, Saut menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan, bimbingan, kepercayaan, serta dukungan yang ia dapatkan selama menjadi bagian dari Pelatnas PBSI.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama menjalani karier di Cipayung, diiringi harapan agar tim tunggal putra utama terus menorehkan prestasi terbaik.

PBSI memberikan apresiasi yang tinggi atas dedikasi, komitmen, dan kerja keras yang ditunjukkan oleh Saut selama membela tim nasional.

"Selama menjadi bagian dari tim nasional, Saut telah menunjukkan semangat, komitmen, dan perjuangan untuk memberikan yang terbaik bagi bulu tangkis Indonesia," tulis PBSI, Rabu (1/7/2026).

Saut, yang berasal dari klub PB Jaya Raya Jakarta, bergabung dengan Pelatnas PBSI sejak tahun 2020 dan berhasil menembus tim utama pada tahun 2024.

Berikut adalah rincian profil singkat dan pencapaian terbaik Yohanes Saut Marcellyno selama berkarier:

Aspek Profil Informasi / Prestasi
Klub Asal PB Jaya Raya Jakarta
Tahun Masuk Pelatnas 2020
Promosi Tim Utama 2024
Prestasi Terbaik 1 Juara Guwahati Masters 2023 (BWF Tour Super 100)
Prestasi Terbaik 2 Juara Indonesia International Challenge 2024

Karier Saut di jajaran elite sempat tertahan akibat persaingan ketat, bahkan posisinya tersalip oleh beberapa atlet yang lebih muda seperti Alwi Farhan dan Mohammad Zaki Ubaidillah.

Peringkat dunia BWF milik Saut yang belum menembus papan atas membuatnya kesulitan untuk memperoleh hak partisipasi pada turnamen level Super 300 ke atas.

Pemulangan Tiga Atlet Ganda Putri Pratama

Selain perubahan di sektor tunggal putra, per tanggal 1 Juli 2026, PBSI juga resmi mengembalikan tiga atlet ganda putri pratama ke klub asal masing-masing.

Langkah pemulangan ini didasarkan pada hasil rapat evaluasi yang digelar oleh bidang pembinaan dan prestasi terhadap performa latihan serta pencapaian target atlet.

Evaluasi berkala ini mengacu pada Key Performance Index (KPI) serta durasi masa bergabung para atlet selama berada di lingkungan pelatnas.

Daftar atlet ganda putri pratama yang dipulangkan ke klub asal per 1 Juli 2026 dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Nama Atlet Klub Asal Asal Kota
Jania Novalita Situmorang PB Jaya Raya Jakarta
Nabila Cahya Permata Ayu PB Jaya Raya Jakarta
Riska Anggraini PB Djarum Kudus

PBSI mendoakan agar Yohanes Saut serta para atlet yang kembali ke klub dapat terus berkembang dan meraih kesuksesan dalam perjalanan karier olahraga mereka selanjutnya.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed