Achraf Hakimi Pimpin Maroko Hadapi Prancis di Perempat Final Piala Dunia

Smallest Font
Largest Font

Kapten Timnas Maroko Achraf Hakimi memimpin skuadnya bersiap menghadapi Prancis dalam laga krusial babak perempat final Piala Dunia 2026 yang berlangsung pada Kamis, 9 Juli 2026 pukul 22.00 waktu setempat. Pertandingan bersejarah ini menjadi penentu bagi kedua tim untuk memperebutkan tiket semifinal melawan pemenang dari laga Spanyol kontra Belgia yang dijadwalkan bergulir pada Jumat berikutnya. Hakimi yang kini berusia 27 tahun merupakan bek kanan andalan Paris Saint-Germain di bawah asuhan Luis Enrique, dan berhasil masuk dalam jajaran sepuluh bek terbaik dunia sekaligus meraih penghargaan Pemain Terbaik Afrika di CAF Awards 2025.

Pemain kelahiran Madrid ini dibesarkan dalam keluarga imigran asal Maroko yang hidup sederhana, di mana ibunya, Saida Mouh, bekerja sebagai pembersih rumah dan ayahnya, Hassan Hakimi, menjadi pedagang kaki lima di Majadahonda.

Masa kecil di Spanyol diakui Hakimi penuh dengan tantangan ekonomi, sehingga ia kerap membantu ayahnya berjualan di sela-sela waktu sekolah dan latihan sepak bola sebelum akhirnya direkrut oleh akademi Real Madrid pada usia tujuh tahun. "Vengo de una familia muy humilde, como no nacimos en España, nos miraban de manera diferente y teníamos menos oportunidades" ujar Achraf Hakimi kepada Defensa Central.

Kondisi keuangan yang sulit menuntut pengorbanan besar dari seluruh anggota keluarga agar Hakimi tetap bisa mengejar kariernya di dunia sepak bola profesional. "Nos daba para comer, para comprar alguna cosa. Aunque tampoco íbamos pidiendo (...) No puedo quejarme.

Ni yo ni mis hermanos. Siempre que queríamos algo, lo teníamos" kata Achraf Hakimi saat diwawancarai El Mundo pada 2019.

Hakimi menambahkan bahwa sepak bola adalah impian besar baginya yang membutuhkan kerja keras dari kedua orang tuanya. "Que yo practicara fútbol era un sueño para mí y un sacrificio para ellos" tutur Achraf Hakimi kepada media olahraga tersebut. Perjalanan karier profesionalnya berlanjut hingga debut di tim utama Real Madrid pada Oktober 2017 melawan Espanyol, sebelum akhirnya pindah ke Inter Milan dan resmi dipinang oleh PSG pada 6 Juli 2021.

Meskipun sempat dipanggil dan mengikuti pemusatan latihan bersama tim nasional junior Spanyol, Hakimi memantapkan hati untuk membela tanah kelahiran orang tuanya karena merasa tidak cocok dengan budaya di sana.

"Fui, probé y no me sentí cómodo con España" ungkap Achraf Hakimi seperti dilansir dari Bein Sports. Keputusan tersebut diambilnya demi kenyamanan karier pribadi dan juga sebagai bentuk penghormatan terhadap identitas keluarganya. "Lo más cómodo para seguir mi carrera y por mis padres era escoger a Marruecos" jelas Achraf Hakimi.

Ia juga sempat menceritakan kepada harian Marca mengenai motivasi terbesarnya saat ini yang bersumber dari perjuangan masa lalu keluarganya yang serba berkekurangan.

"Que yo pudiera jugar al fútbol era un esfuerzo y un sacrificio para ellos. Mis hermanos también han tenido que sacrificarse. Éramos muy pobres.

Ahora yo lucho por ellos" kata Achraf Hakimi kepada Marca. Namun, keputusannya memilih Maroko juga diwarnai sejumlah dinamika, termasuk aksi selebrasi tari pinguin setelah menyingkirkan Spanyol di Piala Dunia 2022 serta keberhasilan membawa Maroko menjuarai Piala Afrika secara kontroversial menyusul aksi mogok pemain Senegal.

Di samping itu, sang pemain kini tengah menghadapi persoalan hukum setelah Pengadilan Banding Versailles mengonfirmasi bahwa ia harus menjalani persidangan terkait dugaan kasus pemerkosaan dari Februari 2023, tuduhan yang telah dibantah keras oleh Hakimi sebelum turnamen dimulai.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed