Amerika Serikat Meluncurkan Serangan Udara Beruntun ke Wilayah Iran
Militer Amerika Serikat meluncurkan gelombang serangan udara malam keenam secara berturut-turut ke berbagai wilayah Iran pada Kamis, 16 Juli 2026, guna melumpuhkan kemampuan militer Teheran yang memblokade jalur pelayaran Selat Hormuz. Serangan rudal dan jet tempur AS menyasar sejumlah titik infrastruktur pertahanan, termasuk di Pulau Qeshm, Pulau Tunb Besar, Bandar Abbas, serta kawasan bandara di Iranshahr yang memicu ledakan besar dan menewaskan sedikitnya dua warga sipil di Bandar Khamir. Teheran membalas serangan tersebut dengan meluncurkan rudal serta pesawat tanpa awak ke pangkalan militer AS di Yordania, Kuwait, dan Bahrain, yang memaksa negara-negara tetangga Teluk mengaktifkan sistem pertahanan udara mereka.
Juru bicara militer Iran, Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia menegaskan bahwa gempuran pertahanan pesisir dari AS tidak akan bisa melemahkan kendali negaranya terhadap jalur komersial vital tersebut karena Teheran mampu menyerang dari wilayah mana pun.
Di sisi lain, ketegangan ini dipicu oleh runtuhnya nota kesepahaman (MOU) gencatan senjata yang baru disepakati bulan lalu setelah Washington kembali menerapkan blokade maritim terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Presiden AS Donald Trump memperingatkan Teheran untuk segera kembali ke meja perundingan atau menghadapi perluasan target operasi militer, termasuk ancaman serangan terhadap fasilitas nuklir bawah tanah dan jaringan listrik Iran.
Kendati eskalasi bersenjata terus meningkat, pihak Gedung Putih menyatakan tetap membuka pintu diplomasi dan menyambut baik pembebasan seorang warga negara AS, Dena Karari, yang ditahan di Iran sejak akhir tahun 2024. Konflik yang menutup Selat Hormuz ini telah memicu kekhawatiran global setelah arus lalu lintas kapal tanker minyak mentah dilaporkan lumpuh total, sehingga menyebabkan lonjakan harga minyak mentah Brent hingga di atas 85 dolar AS per barel.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow