Inter Milan Tantang Udinese di San Siro Usai Kekalahan Eropa
Inter Milan bersiap menjamu Udinese pada pekan keempat Serie A 2026/2027 di Stadio Meazza, San Siro, Milan, pada Senin, 14 September 2026 pukul 20.45 CEST. Tuan rumah berambisi mempertahankan rekor sempurna di liga domestik usai takluk di Liga Champions.
Anak asuh Cristian Chivu mencatatkan tiga kemenangan beruntun di liga domestik melawan Monza, Cagliari, dan Napoli. Namun, langkah Nerazzurri terhenti di kompetisi Eropa setelah kalah 1-2 dari Real Madrid di Bernabeu pertengahan pekan lalu.
Di sisi lain, Udinese datang ke San Siro dalam situasi krisis pemain akibat cedera. Tim tamu mengoleksi empat poin dari tiga laga awal, termasuk kemenangan atas Monza serta hasil imbang melawan Como, sebelum ditundukkan Lazio 1-2.
Manajer Inter Milan, Cristian Chivu, menegaskan skuadnya tetap tenang dan fokus pada proses perkembangan tim meski menerima kritik akibat hasil di Madrid.
"Kami tenang, seperti biasa. Target kami adalah terus berkembang, meningkatkan kemampuan, dan memberi nilai lebih pada permainan kami," kata Chivu, pelatih Inter Milan.
Ia menambahkan bahwa timnya telah menunjukkan kemajuan signifikan dibandingkan musim lalu, terbukti dengan raihan gelar juara Serie A dan Coppa Italia.
"Masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan: kita baru berjalan beberapa minggu di musim ini, tetapi saya sudah melihat tanda-tanda yang sangat membesarkan hati dari tim ini," ujar Chivu, pelatih Inter Milan.
Chivu juga menilai penilaian dari publik sering kali terlalu berfokus pada hasil akhir semata.
"Jika Anda menilai kami hanya berdasarkan hasil, maka kritik dapat dimaklumi, tetapi fokus kami adalah pada prinsip-prinsip yang ingin kami kembangkan dan kemajuan yang kami buat," kata Chivu, pelatih Inter Milan.
Mengenai jadwal pertandingan yang padat, pelatih asal Rumania tersebut memilih untuk melihat performa anak asuhnya secara keseluruhan.
"Kami tidak boleh melupakan hal-hal baik yang kami tunjukkan, tidak hanya saat melawan Real Madrid tetapi juga saat melawan Napoli. Ketika pertandingan datang berturut-turut, saya lebih suka melihatnya secara bersamaan," ujar Chivu, pelatih Inter Milan.
Ia menilai laga melawan Napoli dan Real Madrid memberikan gambaran penting bagi arah perkembangan tim.
"Kami mengerahkan banyak hal dalam laga melawan Napoli dan kemudian, 72 jam setelahnya, bertandang ke Bernabeu. Anda harus melihat dari sudut pandang yang lebih luas, mengidentifikasi hal-hal positif dari kedua penampilan tersebut, dan terus bergerak ke arah yang telah kami tetapkan untuk diri kami sendiri," kata Chivu, pelatih Inter Milan.
Evaluasi terhadap pencapaian musim lalu turut menjadi tolok ukur baginya dalam menilai perkembangan Nerazzurri saat ini.
"Perbedaan paling jelas adalah bahwa sekarang kami memiliki dua trofi lebih banyak, dan itu sangat signifikan," ujar Chivu, pelatih Inter Milan.
Ia mengingatkan kembali posisi awal timnya saat memulai kampanye liga pada musim sebelumnya.
"Saya pikir penting untuk mengingat dari mana kami memulai: musim lalu, kami menjalani pertandingan liga kedua dan kalah di kandang sendiri. Setahun berlalu, kami adalah juara Italia dan pemenang Coppa Italia, jadi jelas ada kemajuan nyata," kata Chivu, pelatih Inter Milan.
Proses pembenahan taktik disebutnya masih terus berjalan seiring komitmen para pemain di lapangan.
"Pada saat yang sama, kami masih bekerja untuk menambahkan elemen baru dalam cara kami bermain. Selalu ada ruang untuk berkembang; para pemain sepenuhnya menyadari hal itu, dan mereka mengerahkan banyak hal untuk menjalankan apa yang kami minta dari mereka," ujar Chivu, pelatih Inter Milan.
Sementara itu, pelatih Udinese, Kosta Runjaic, mengakui ketangguhan lawan yang bakal dihadapinya di San Siro.
"Kekuatan Inter menuntut penampilan luar biasa dari kami. Mereka adalah tim terbaik di Serie A, mereka memperkuat skuad di musim panas, mereka memiliki grup yang telah bermain bersama selama bertahun-tahun, dengan gaya yang dapat dikenali siapa pun manajernya. Chivu telah mengambil prinsip-prinsip permainan yang sudah ada dan membawa lebih banyak energi.
Di Madrid, melawan tim sekelas Real, Inter mendominasi dalam beberapa fase pertandingan, jadi kami tahu apa yang diharapkan dan bahwa kami harus melakukan banyak hal, sambil juga tahu cara menderita. Kami memiliki beberapa pemain yang cedera tetapi kami tidak suka mengeluh, kami akan mencoba mendapatkan hasil terbaik yang memungkinkan dari pertandingan ini. Laga dimulai dari 0-0 dan kami akan mencoba menampilkan performa yang baik, lalu kita lihat bagaimana hasilnya nanti," kata Runjaic, pelatih Udinese.
Mengenai ketersediaan pemain, Runjaic membeberkan kondisi terkini sejumlah pilar utama timnya menjelang laga.
"Chakvetadze telah berlatih secara teratur bersama grup, cederanya sudah berlalu dan dia siap bermain," kata Runjaic, pelatih Udinese.
Ia menyampaikan rencana tim medis dan staf kepelatihan untuk mengatur menit bermain sang pemain.
"Kita lihat saja besok bagaimana pertandingan berkembang. Kami telah mempertimbangkan beberapa skenario, tetapi rencananya adalah memberinya beberapa menit bermain. Jovanovic baru saja tiba, dia belum memiliki banyak porsi latihan bersama kami di kakinya, tetapi jika diperlukan dia siap bermain.
Zanoli dan Zaniolo tidak akan ada di sana melawan Inter, tetapi saya optimistis bisa mendapati mereka kembali saat melawan Cagliari. Adapun untuk pemain cedera lainnya, jika semuanya berjalan sebagaimana mestinya, kami akan mendapati mereka kembali setelah jeda internasional," ujar Runjaic, pelatih Udinese.
Pada laga ini, John Stones diproyeksikan menjalani laga starter perdananya bersama Inter Milan di Serie A. Sementara itu, Udinese dipastikan tampil tanpa Nicolò Zaniolo, Oumar Solet, dan Jakub Piotrowski yang baru saja menjalani operasi ablasi jantung.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow