Anderlecht Kehilangan Tiga Pilar Jelang Hadapi Sint-Truiden
Krisis pemain melanda RSC Anderlecht menjelang pertandingan kandang pamungkas babak Champions Play-offs Liga Pro Belgia melawan Sint-Truiden di Stadion Lotto Park, Brussels, pada Kamis malam, 21 Mei 2026. Laga penentu ini menjadi ujian berat bagi tim tuan rumah yang membidik kemenangan demi menyegel tiket kompetisi Eropa musim depan.
Klub berjuluk Purple and White tersebut dipastikan tampil pincang tanpa tiga pilar penting akibat cedera otot gluteal yang menimpa Moussa Diarra, cedera Mario Stroeykens, serta sanksi larangan bertanding bagi Mihajlo Cvetkovic. Tekanan psikologis skuad asuhan Jérémy Taravel juga meningkat setelah gagal meraih kemenangan dalam enam pertandingan beruntun, termasuk kekalahan 1-3 dari Royale Union di final Piala Belgia seminggu sebelumnya.
Berdasarkan data dari Anderlecht-Online, lini pertahanan tuan rumah menunjukkan kerentanan signifikan dengan selalu kebobolan dalam 14 pertandingan berturut-turut di semua ajang sejak 12 Februari. Saat ini, Anderlecht tertahan di posisi keempat klasemen dan tertinggal sepuluh poin dari Sint-Truiden yang sudah mengamankan posisi ketiga serta tiket Liga Europa di bawah kepelatihan Wouter Vrancken.
Meski demikian, dilansir dari dailysports.net, Anderlecht mengantongi modal historis kuat lewat sapuan bersih tujuh kemenangan kandang terakhir atas Sint-Truiden dengan agregat gol 19-5. Pertandingan yang akan dipimpin oleh wasit Nicolas Laforge ini juga menjadi momen emosional bagi beberapa penggawa tuan rumah yang dijadwalkan hengkang pada bursa transfer musim panas mendatang.
"The support of the fans can make the difference in this important clash" cetus Jérémy Taravel, Pelatih Anderlecht.
Taravel mematangkan persiapan taktis dan mental anak asuhnya agar fokus kembali sepenuhnya ke lapangan hijau demi masa depan klub serta para pendukung setia.
"The players are fully aware of the importance of this match for the club and its supporters." ujar Jérémy Taravel, Pelatih Anderlecht.
Evaluasi tim secara menyeluruh langsung digelar oleh staf kepelatihan untuk memulihkan kondisi psikologis setelah hasil minor di laga final pekan lalu.
"We had to process the disappointment of that final and get everyone focused again," kata Jérémy Taravel, Pelatih Anderlecht.
Pendekatan personal dan kolektif turut diterapkan oleh juru taktik berkebangsaan Prancis tersebut agar pasukannya siap merespons tantangan besar di depan mata.
"It was obviously a huge disappointment for the team and the supporters. Personally, I felt the same way, but as a professional you have to switch focus quickly. We knew that important matches still remained after the cup final with next season in mind. We discussed it both collectively and individually, and we are ready to fully embrace this match." tutur Jérémy Taravel, Pelatih Anderlecht.
Kehadiran para pendukung di tribun Stadion Lotto Park dinilai sang pelatih akan memegang peranan yang sangat krusial dalam mendongkrak performa tim.
"Without the support of our supporters, it is difficult, especially at home. Their support makes a huge difference." sebut Jérémy Taravel, Pelatih Anderlecht.
Arsitek tim asal Prancis itu memahami kekecewaan mendalam dari para suporter yang telah melewatkan beberapa tahun tanpa raihan trofi juara.
"I completely understand them because they have been waiting for a trophy for several years. Both the squad and I were deeply disappointed after losing the cup final. I hope the supporters will back us against STVV because it is an important match for the club." harap Jérémy Taravel, Pelatih Anderlecht.
Di sisi lain, lawan mereka yang diperkuat deretan pemain Jepang seperti Keisuke Goto, Rihito Ito, Rihito Yamamoto, dan kiper Leo Kokubo diprediksi tampil tanpa tekanan karena sudah mengunci tiket Eropa lebih awal.
"They will obviously play with freedom after securing a European ticket. They will come to the Lotto Park full of confidence." ungkap Jérémy Taravel, Pelatih Anderlecht.
Berdasarkan evaluasi performa, Taravel menuntut efisiensi lini depan dan konsentrasi lini belakang agar tidak kembali dihukum oleh kesalahan sendiri.
"They are a team with a lot of movement and quality. We will have to be ready and impose our game. We will simply need to play a complete match to win. In recent games we were often performing well, but we failed to score and made a few mistakes. In the Champions’ Play-offs, you pay dearly for that." jelas Jérémy Taravel, Pelatih Anderlecht.
Ia menegaskan seluruh elemen tim memiliki ambisi besar untuk memberikan segalanya guna menutup musim ini dengan hasil positif.
"They want to end their time here on a positive note after the lost cup final and finish the season in style by securing a European ticket for next season. I can feel the hunger to give everything for this club until the very last minute." pungkas Jérémy Taravel, Pelatih Anderlecht.
Sementara itu, Sint-Truiden datang menuju Brussels membawa modal kepercayaan diri yang meningkat setelah menahan imbang Genk 1-1 pada laga sebelumnya, meski sempat takluk 0-2 dari pemuncak klasemen Club Brugge.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow