Anderlecht Siap Jamu Hammarby di Kualifikasi Liga Europa

Smallest Font
Largest Font

Klub asal Belgia, RSC Anderlecht, dijadwalkan menjamu wakil Swedia, Hammarby IF, pada laga leg kedua babak kualifikasi kedua Liga Europa di Stadion Lotto Park, Brussels, Kamis (30/7/2026) malam. Pertandingan penentu ini digelar setelah tiket laga resmi terjual habis.

Pertemuan kedua tim menjadi krusial setelah pertandingan leg pertama di 3Arena, Stockholm, berakhir imbang 1-1 pada Kamis (23/7/2026). Anderlecht memimpin lebih dulu melalui eksekusi tendangan bebas Danylo Sikan pada menit keenam, sebelum Frank Adjei menyamakan kedudukan untuk Hammarby pada menit ke-89 usai Nathan Saliba menerima kartu merah.

Menjelang laga di Brussels, Anderlecht dipastikan tidak dapat menurunkan Saliba akibat sanksi kartu merah, dengan Lukas Ambros diproyeksikan sebagai pengganti. Selain itu, dilansir dari sportsmole.co.uk, tim tuan rumah juga kehilangan Cedric Hatenboer, Ilay Camara, Killian Sardella, dan Lucas Hey yang mengalami cedera.

Pelatih anyar Anderlecht, Vítor Bruno, berambisi meraih kemenangan resmi pertamanya demi memastikan tiket kelolosan ke babak berikutnya.

"Ini adalah momen penting bagi kami untuk menunjukkan performa terbaik di hadapan suporter sendiri," ujar Vítor Bruno, pelatih Anderlecht.

Bruno juga menilai laga bakal berjalan ketat lantaran tim lawan memiliki keunggulan kondisi fisik dari kompetisi domestik yang tengah bergulir.

"Segalanya mungkin terjadi karena kami tidak bisa menganggap diri kami sebagai favorit melawan tim berkualitas yang sudah memiliki banyak pertandingan kompetitif," kata Vítor Bruno, pelatih kepala Anderlecht.

Juru taktik asal Portugal tersebut turut meminta dukungan penuh dari para pendukung yang memadati tribun stadion.

"Saya tidak berharap mereka mengubah cara bermain dibandingkan leg pertama. Mereka tetap setia pada gaya dan prinsip mereka, baik saat bermain di kandang maupun tandang. Perbedaan terbesar adalah kami akan bermain di kandang, di depan stadion yang penuh sesak," kata Vítor Bruno, pelatih kepala Anderlecht.

Ia menambahkan bahwa atmosfer stadion dapat meningkatkan motivasi para pemain di lapangan.

"Itulah mengapa saya ingin menyampaikan imbauan kepada para penggemar kami: Saya mengundang mereka untuk bermain bersama kami besok. Mereka bisa mengangkat kami ke level lain. Mereka tidak dapat membayangkan betapa pentingnya mereka bagi tim semuda ini," kata Vítor Bruno, pelatih kepala Anderlecht.

Bruno mengharapkan tekanan suporter tuan rumah mampu menyulitkan tim tamu selama pertandingan.

"Saya ingin Hammarby merasakan tingkat kesulitan yang sama seperti yang saya rasakan ketika saya datang ke sini bersama Porto," kata Vítor Bruno, pelatih kepala Anderlecht.

Sementara itu, gelandang Anderlecht, Marco Kana, menegaskan kesiapan timnya untuk bangkit dan menghindari kegagalan musim lalu saat mereka tersingkir oleh klub Swedia lainnya, Häcken.

"Hanya kelolosan yang penting," ujar Marco Kana, gelandang Anderlecht.

Ia menekankan pentingnya kepastian agar kekalahan di masa lalu tidak terulang kembali.

"Kita harus pastikan itu tidak terjadi lagi," kata Marco Kana, gelandang Anderlecht.

Kana menilai kehadiran pendukung di tribune memberikan dorongan besar bagi skuad tuan rumah.

"Dukungan penuh dari suporter akan memberikan energi ekstra," kata Marco Kana, gelandang Anderlecht.

Pemain muda tersebut juga menegaskan komitmen seluruh anggota tim untuk meraih hasil maksimal.

"Kami hanya memiliki satu tujuan: lolos," kata Marco Kana, gelandang Anderlecht.

Ia memaparkan bahwa riwayat pertandingan sebelumnya menjadi bahan evaluasi penting untuk tampil lebih mendominasi.

"Apa yang terjadi musim lalu harus menjadi motivasi bagi kami. Menghadapi tim Swedia lainnya memberi kami kesempatan untuk menunjukkan bahwa hal itu tidak akan terjadi lagi kali ini. Kami ingin menjadi tim yang dominan, baik saat menguasai bola maupun tidak.

Kami tahu kualitas kami dan kami tahu kami bisa menyakiti mereka. Kami menunjukkan pada leg pertama bahwa kami memiliki kualitas yang cukup untuk mengalahkan mereka," kata Marco Kana, gelandang Anderlecht.

Selain membahas target tim, Kana mengutarakan perannya yang kini dikelilingi oleh para pemain muda dari akademi klub.

"Ini perasaan yang luar biasa. Beberapa tahun lalu, saya berada di posisi yang sama dengan Kalonji, Ojea, Onia Seke, dan Nga Kana. Saya adalah pemain berusia 17 tahun yang dikelilingi oleh pemain-pemain berpengalaman, dan sekarang, jika bisa dikatakan demikian, saya adalah salah satu anggota senior di skuad.

Di lapangan, Anda tidak memikirkan usia karena Anda fokus pada permainan. Namun ketika Anda merenungkannya setelah itu, itu adalah sesuatu yang spesial. Itulah arti RSCA sebenarnya.

Selalu ada pemain muda yang bermunculan, sementara pemain yang lebih berpengalaman melakukan segalanya untuk membimbing mereka. Itu adalah bagian dari DNA kami," kata Marco Kana, gelandang Anderlecht.

Di sisi lain, Hammarby datang ke Brussels dengan menempati posisi kedua klasemen sementara Liga Swedia setelah melakoni 15 pertandingan dengan rekor delapan kemenangan, tiga imbang, dan empat kalah. Meski mencatatkan pertahanan terbaik dengan baru kebobolan 15 gol, performa tandang Hammarby mencatat dua kemenangan dari tujuh laga luar kandang musim ini.

Manajer Hammarby, Henrik Rydström, menyatakan kesiapan timnya untuk memberikan perlawanan di markas lawan.

"Kami datang dengan persiapan matang dan siap memberikan perlawanan sengit di Brussels," ujar Henrik Rydström, manajer Hammarby.

Ia menambahkan bahwa timnya akan mengandalkan kedisiplinan dan keunggulan stamina dalam laga tersebut.

"Kami akan bermain disiplin dan memanfaatkan kondisi fisik yang lebih baik," ujar Henrik Rydström, pelatih Hammarby.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed