Ansel Elgort Perankan Hubert de Givenchy dalam Film Dinner With Audrey

Smallest Font
Largest Font

Aktor Ansel Elgort dikonfirmasi memerankan perancang busana ikonis Prancis, Count Hubert de Givenchy, dalam film drama biografi terbaru bertajuk Dinner with Audrey yang dijadwalkan tayang di bioskop pada 16 Juni 2026.

Sinema yang disutradarai oleh Abe Sylvia dengan naskah garapan Kara Holden ini mengangkat kisah nyata hubungan persahabatan dan kemitraan kreatif selama empat dekade antara Givenchy dan aktris legendaris Audrey Hepburn.

Karakter Audrey Hepburn sendiri akan dimainkan oleh aktris Thomasin McKenzie, sementara jajaran pemeran pendukung lainnya diisi oleh nama-nama besar seperti Michael Shannon, Miranda Richardson, dan Judy Greer.

Proyek layar lebar produksi Hyde Park Entertainment bersama Mad Chance Productions dan Wayfarer Studios ini memfokuskan narasinya pada satu malam makan malam magis di Paris yang memicu kerja sama panjang mereka sejak tahun 1950-an.

Terkait keterlibatan Elgort dalam proyek prestisius ini, aktris Shailene Woodley yang pernah menjadi lawan mainnya dalam seri Divergent dan The Fault in Our Stars memberikan dukungan serta pujian mendalam bagi sang aktor.

Melalui wawancara bersama Variety yang diunggah di YouTube pada Kamis, 21 Mei, Woodley menyatakan bahwa Elgort merupakan salah satu sahabat terbaik yang sudah dianggapnya seperti bagian dari keluarga sendiri.

"I think that he is one of the brightest lights on this planet. He transcends the label of best friend. He’s the only person on Earth who could have played Gus from ‘The Fault in Our Stars.'" kata Shailene Woodley saat diwawancarai mengenai bakat mantan lawan mainnya tersebut.

Woodley menambahkan bahwa hubungan erat dan kasih sayang tulus di antara mereka di dunia nyata berhasil memperkuat chemistry romantis karakter Hazel dan Gus saat syuting film pada tahun 2014 silam.

"Ansel Elgort is to this day one of my best friends," ujar Shailene Woodley kepada Variety.

Ia juga mengenang momen awal pertemuan mereka di lokasi syuting film pertama Divergent pada tahun 2014 ketika mereka berperan sebagai sepasang kakak beradik.

"I feel like he transcends the label of best friend. He is like family to me. I love him so, so deeply." tutur Shailene Woodley.

Hubungan akrab tersebut terus terjaga meski keduanya sudah tidak terlibat dalam proyek film bersama lagi sejak tahun 2016, termasuk saat mereka menyempatkan diri untuk berlibur bersama ke Italia pada tahun 2022.

"When we were doing the first divergent movie, we really connected, and we became sort of instant siblings," kenang Shailene Woodley mengenai awal mula persahabatan mereka.

Ia menceritakan bahwa selama proses syuting tersebut, Elgort sering berkunjung ke rumahnya untuk memasak bersama dan menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengobrol setelah selesai bekerja.

"When I heard he was auditioning for Fault in Our Stars. I was like ‘Oh that’s sweet, but like obviously it’s never gonna happen because he’s my brother in Divergent, like there’s no world where [that happens] … And then he was cast," ungkap Shailene Woodley mengenai keterkejutan dirinya saat Elgort mendapatkan peran utama romantis bersamanya.

Kerja sama itu mengharuskan mereka melakukan beberapa adegan romantis, yang diakui Woodley sempat memicu suasana canggung di lokasi syuting karena kedekatan personal mereka yang sudah seperti saudara.

"You know, he’s kind of the only person on Earth who could’ve played Gus." jelas Shailene Woodley.

Ia menilai bahwa kedekatan emosional tanpa sekat di antara mereka justru menjadi fondasi utama yang membuat penggambaran cinta tanpa syarat di layar kaca terasa begitu murni dan menyentuh bagi penonton.

"I think actually what made our relationship in that movie as tender as it was and as truly like unconditionally loving as it was [because] Ansel and I do genuinely love one another," terang Shailene Woodley.

Menurutnya, film tersebut berhasil menampilkan sisi eksplorasi cinta yang berfokus pada dukungan moral dan rasa aman di tengah dunia yang kacau.

"It’s so rare that you get to see love explored without intimacy, and although there is intimacy between Hazel and Gus, the core of it is just unconditional love. It’s two people walking each other home. It’s two people who have a desire to only be supportive to one another, and make the other person feel a little less lonely in a chaotic world." papar Shailene Woodley.

Kendati demikian, Woodley tidak menampik adanya momen-momen menggelikan saat mereka harus merekam adegan intim untuk film yang diangkat dari novel laris karya John Green tersebut.

"Of course it was awkward when we had to do intimacy scenes together, cause I remember [us] laughing in between takes a little bit together," aku Shailene Woodley sembari tertawa mengingat momen tersebut.

Ia bahkan sempat berseloroh kepada Elgort di lokasi syuting karena merasa aneh harus beradegan mesra dengan orang yang sudah mengetahui segala hal tentang dirinya.

"I know everything about you, that is so weird that we have to take our shirts off." aku Shailene Woodley.

Di sisi lain, proyek film Dinner with Audrey ini juga mendapat perhatian langsung dari pihak keluarga mendiang Audrey Hepburn yang wafat pada 20 Januari 1993.

Putra sulung Audrey Hepburn, Sean Hepburn Ferrer, memberikan respons positif terhadap konsep film yang mengeksplorasi hubungan ibunya dengan desainer yang merancang gaun-gaun ikoniknya dalam film seperti Sabrina dan Breakfast at Tiffany’s.

Dalam sebuah wawancara eksklusif bersama Woman's World untuk mempromosikan buku biografinya, Ferrer menyebut ide cerita film tersebut sangat menarik meski alurnya memadukan fakta sejarah dengan sedikit fiksi.

“It’s about an imaginary night between Audrey Hepburn and Givenchy,” terang Sean Hepburn Ferrer mengenai plot utama film tersebut.

Ferrer menambahkan bahwa ia sangat menantikan bagaimana para pembuat film memvisualisasikan pertemuan pertama dan kedekatan emosional yang terjalin antara ibunya dan sang desainer legendaris malam itu.

“This film basically imagines what happened after my mother and Givenchy met. Maybe they go to dinner and spend an evening together. I don’t know the details of it, but it sounds charming.” kata Sean Hepburn Ferrer.

Sementara itu, Thomasin McKenzie selaku pemeran utama wanita mengakui adanya beban besar dan rasa gugup dalam menghidupkan kembali sosok ikon mode dunia tersebut di layar lebar.

Dilansir dari Steve Varley Show, McKenzie menyatakan bahwa dirinya sempat ragu menerima tawaran tersebut karena menyadari besarnya ekspektasi dan potensi kritik dari para penggemar fanatik Hepburn di seluruh dunia.

“And I know as a fan that people will be very critical of the person playing her. So, there was a bit of hesitation [when it came to accepting the role], but I feel unbelievably honored and nervous. Lucky for me, it's about a very specific time in her life, so it's not like I'm doing an overarching film on everything. It's a specific moment in time.” pungkas Thomasin McKenzie.

Pihak Wayfarer Studios menegaskan komitmen mereka untuk menggarap seluruh elemen produksi film Dinner with Audrey ini dengan presisi, kehati-hatian, dan rasa hormat yang tinggi demi menjaga akurasi sejarah persahabatan kedua ikon global tersebut.

Kutipan resmi dari perwakilan rumah produksi dan foto-foto cuplikan adegan yang menampilkan akting Ansel Elgort bersama Thomasin McKenzie telah dirilis secara terbatas melalui media Deadline.

Berikut adalah rincian data tim produksi dan daftar pemeran yang terlibat dalam proyek film biopik tersebut:

Daftar Kru dan Pemeran Film Dinner With Audrey
PeranAktor / KruCatatan
Audrey HepburnThomasin McKenziePemeran Utama
Count Hubert de GivenchyAnsel ElgortPemeran Utama
Pemeran PendukungMichael Shannon, Miranda Richardson, Judy GreerNominator Academy Award
SutradaraAbe SylviaSpesialis Drama Biografi
Penulis SkenarioKara HoldenSkenario Asli
Tanggal Rilis16 Juni 2026Distribusi Teatrikal

Kemitraan antara Givenchy dan Hepburn sendiri tercatat bertahan selama 42 tahun hingga akhir hayat sang aktris, di mana Givenchy pernah menggambarkan hubungan mendalam mereka sebagai sebuah bentuk pernikahan yang didasari oleh kesetiaan, kesabaran, dan rasa hormat yang luar biasa.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed