Arab Saudi Siagakan Teknologi AI Antisipasi Cuaca Ekstrem Puncak Haji

Smallest Font
Largest Font

Pusat Meteorologi Arab Saudi atau The National Center for Meteorology (NCM) menyiagakan penuh seluruh sistem pemantauan cuaca berbasis kecerdasan buatan (AI) di kawasan Armuzna pada Rabu, 20 Mei 2026. Langkah ini diambil guna mengantisipasi ancaman cuaca panas ekstrem yang diprediksi mencapai 47 derajat Celsius serta potensi badai pasir selama fase puncak ibadah haji 1447 H.

Otoritas meteorologi setempat mengoperasikan puluhan perangkat observasi modern yang terdiri dari 59 stasiun otomatis, 19 stasiun bergerak, tiga radar tetap, dan satu radar mobile. Pengawasan komprehensif ini berjalan tanpa henti untuk menyuplai data prakiraan cuaca yang presisi di wilayah Makkah, Madinah, Armuzna, hingga rute-rute perjalanan jemaah.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Balikpapan, Muhammad Arief Fadilah, mengingatkan seluruh calon jemaah haji untuk disiplin menjaga hidrasi tubuh guna mengantisipasi cuaca ekstrem selama di Arab Saudi.

"Jangan tunggu haus baru minum. Perbanyak hidrasi cairan tubuh, dan selalu ikuti arahan tim medis serta petugas pendamping kelompok terbang (kloter)," kata Muhammad Arief Fadilah, Kabag Kesra Setda Kota Balikpapan.

Arief juga membeberkan bahwa perbaikan sistem birokrasi terpusat berbasis demografi daerah berhasil memotong masa tunggu haji di Balikpapan hingga satu dekade.

“Masa tunggu haji Balikpapan yang sebelumnya sempat menyentuh angka 36 tahun, kini turun menjadi 26 tahun," ungkap Muhammad Arief Fadilah, Kabag Kesra Setda Kota Balikpapan.

Sementara itu, dari pihak pengawas jemaah asal Papua, imbauan serupa juga dikeluarkan demi keselamatan fisik para jemaah di tengah padatnya aktivitas luar ruangan.

"Beberapa hari kedepan kita akan ke Armusna (Arafah, Musdalifa dan Mina). Saya minta kepada calon haji asal provinsi Papua, kurangi aktivitas yang membutuhkan energi dan di luar ruangan. Sering minum air putih, menyiapkan fisik dan mental, jangan sampai mengalami kendala kesehatan," ucap Imron Rosadi, Ketua Kloter 27 UPG.

NCM melalui data yang dilansir dari Gulf News memproyeksikan suhu udara pada siang hari sejak awal Zulhijah hingga hari Tarwiyah (8 Zulhijah) berada pada rentang 44 hingga 47 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan 10 sampai 40 persen. Pergerakan angin dari barat daya ke barat laut berkecepatan 15 hingga 40 kilometer per jam berpotensi memicu badai pasir tiba-tiba akibat pertumbuhan awan thunderstorm di dataran tinggi Thaif.

Pada periode Hari Arafah (9 Zulhijah) hingga 13 Zulhijah, suhu diperkirakan berkisar antara 42 hingga 44 derajat Celsius dengan kelembapan udara yang meningkat hingga mencapai 55 persen. Guna menyebarkan informasi keselamatan dalam berbagai bahasa, NCM turut meluncurkan Media Production and Digital Communication Center yang didukung 15 platform digital berbasis AI.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed