Argentina Tekuk Swiss Lewat Gol Cepat Alexis Mac Allister
Gelandang tim nasional Argentina Alexis Mac Allister mencetak gol cepat pada menit ke-10 untuk membawa timnya memimpin 1-0 atas Swiss dalam pertandingan perempat final Piala Dunia 2026 di Kansas City Stadium, Amerika Serikat, pada Minggu, 12 Juli 2026 pagi WIB.
Gol tersebut tercipta melalui sundulan kepala Mac Allister di tiang dekat setelah memanfaatkan umpan sepak pojok dari kapten kesebelasan Lionel Messi, yang sekaligus menjadi assist keduanya sepanjang turnamen ini bergulir.
Dilansir dari bola.kompas.com, pelatih Argentina Lionel Scaloni tidak melakukan perubahan pada susunan pemain mula dan mempertahankan skuad yang sama seperti saat mengalahkan Mesir 3-2 di babak sebelumnya.
"Pada prinsipnya, kami akan memiliki susunan pemain yang sangat mirip dengan pertandingan sebelumnya," ujar Scaloni seperti dikutip dari Reuters.
Keputusan Scaloni ini diambil setelah melihat performa anak asuhnya yang dinilai menunjukkan grafik positif meskipun sempat tertinggal dua gol terlebih dahulu saat menghadapi Mesir.
Sementara itu, pelatih Swiss Murat Yakin melakukan satu perubahan dengan memasukkan Djibril Sow untuk menggantikan Ardon Jashari yang tampil pada laga sebelumnya, serta masih kehilangan Johan Manzambi akibat cedera lutut.
"Unfortunately, Johan is in a lot of pain," kata Yakin seperti dilansir dari usatoday.com.
Manzambi yang merupakan pencetak gol terbanyak bagi Swiss dengan catatan tiga gol terpaksa menepi dari lapangan sejak babak 16 besar melawan Kolombia.
"This was shock to all of us. Momentum was not on his side. He has his teammates by his side. We will try to do our best as a team," tutur Yakin.
Ketidakhadiran gelandang berusia 20 tahun tersebut menjadi kehilangan besar bagi Swiss yang sedang mengincar tiket semifinal pertama sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia.
"We tried everything that we could to get him back, unfortunately, he’s unable to perform tomorrow," jelas Yakin dalam konferensi pers yang dikutip nytimes.com.
Sebelum pertandingan dimulai, kapten tim nasional Swiss Granit Xhaka menegaskan bahwa catatan kekalahan masa lalu dari Argentina tidak memengaruhi mentalitas timnya saat ini.
"It was not the most pleasant moment and we conceded a goal in the 118th minute," kenang Xhaka mengenai kekalahan Swiss di Piala Dunia 2014.
Gelandang asal klub Bayer Leverkusen tersebut menambahkan bahwa kualitas sepak bola Swiss telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir.
"Twelve years later, we are back and we will try to win against Argentina. We have a new mentality and football in Switzerland has improved a lot. We have become stronger not just in this tournament, but in the last few years," ucap Xhaka.
Xhaka juga menyatakan kesiapannya untuk berjuang habis-habisan di atas lapangan demi meredam agresivitas para pemain Argentina.
"Kami tahu Argentina punya banyak kualitas yang tinggi. Jarang ada yang membicarakan kualitas Swiss," tutur Xhaka seperti dikutip dari detikSport.
Xhaka optimistis performa kolektif timnya mampu berbicara banyak dan membalikkan prediksi para pengamat sepak bola.
"(Hari Minggu pagi) kami akan berbicara di atas lapangan, and kami akan menunjukkan apa yang bisa kami lakukan, and hal lainnya tidak penting," tegas Xhaka.
Menurutnya, motivasi tinggi dan keyakinan diri menjadi modal utama bagi Rossocrociati untuk menghadapi sang juara bertahan.
"I am a person that is always dreaming and dreams can come true," kata Xhaka.
Ia pun meyakini bahwa seluruh elemen tim Swiss sudah berada dalam kondisi puncak untuk memberikan perlawanan maksimal.
"You need to push your limits if you want to push Argentina and I am convinced that my team is ready," pungkas Xhaka.
Di sisi lain, bek kanan Swiss Denis Zakaria mengakui bahwa menghadapi Argentina merupakan sebuah ujian yang sangat berat bagi lini pertahanan timnya.
"It’s a difficult game for us," kata Zakaria.
Zakaria menilai Swiss membutuhkan performa yang tanpa celah agar bisa mengimbangi permainan taktis dari kubu lawan.
"It’s not easy to play against the best team in the world. We have to have the perfect game and have to prepare as much as possible to be ready for tomorrow," lanjut Zakaria.
Strategi Swiss untuk meredam tekanan Argentina juga sempat diungkapkan oleh sang pelatih sebelum sepak mula dilakukan.
"I know my team and they like to run a lot, they do a lot for the unit of the team and defend really well," ujar Yakin.
Yakin menginstruksikan para pemainnya untuk bermain efisien dan memanfaatkan setiap momentum serangan balik yang tercipta.
"We will try to get away from the pressing of the Argentina team and seize the moments. We are going to be efficient. We also saw Cape Verde and Egypt had good moments when they played Argentina," tambah Yakin.
Di lorong menuju lapangan pertandingan, antusiasme tinggi juga ditunjukkan oleh penjaga gawang Argentina Emiliano Martinez yang membakar semangat rekan-rekannya.
"¡Vamos muchachos, con el corazón!" teriak Martinez sebelum memimpin timnya keluar menuju lapangan pertandingan seperti dilansir lavoz.com.ar.
Pemenang dari pertandingan perempat final Piala Dunia 2026 ini dijadwalkan akan bertemu dengan Inggris dalam babak semifinal yang berlangsung di Atlanta.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow