Arsenal Puncaki Klasemen Sementara Manchester City Wajib Menang

Smallest Font
Largest Font

Persaingan gelar juara Liga Primer Inggris semakin sengit setelah Arsenal memantapkan posisi di puncak klasemen sementara dengan keunggulan lima poin usai mengalahkan Burnley 1-0 melalui gol Kai Havertz pada Senin malam.

Kondisi tersebut memaksa Manchester City yang mengoleksi 77 poin di peringkat kedua wajib memetik kemenangan saat bertandang ke markas Bournemouth di Vitality Stadium pada Rabu dini hari WIB demi menjaga asa juara hingga pekan terakhir.

The Citizens bermodal status tidak terkalahkan dalam 10 laga terakhir di semua ajang dan baru saja mengamankan trofi Piala FA kedelapan setelah menundukkan Chelsea 1-0 lewat gol Antoine Semenyo di Stadion Wembley.

Namun, skuad asuhan Pep Guardiola dihantui catatan kurang impresif lantaran gagal memetik kemenangan dalam empat kunjungan terakhir mereka ke wilayah pesisir selatan Inggris tersebut.

Di sisi lain, Bournemouth di bawah arahan Andoni Iraola sedang berada dalam performa puncak dengan rekor tak terkalahkan dalam 16 pertandingan berturut-turut di Liga Primer demi mengejar tiket Liga Champions.

Manajer Manchester City, Pep Guardiola, melayangkan peringatan keras kepada anak asuhnya agar tidak terbuai dengan kesuksesan dua trofi domestik yang telah diraih musim ini.

"Yang paling fundamental adalah trofi itu sendiri memang membanggakan. Kita tahu apa yang dibutuhkan untuk bisa bersaing di level tertinggi, untuk meraih kemenangan, dan merasakan sensasi menjadi juara. Namun, jangan pernah menganggap remeh perjalanan ini," ujar Pep Guardiola, Manajer Manchester City.

Guardiola tidak ingin anak asuhnya merasa puas diri karena hal tersebut dapat membatasi ambisi klub untuk merengkuh trofi kasta tertinggi sepak bola Inggris.

"Kami bukanlah tim yang ‘spesial’ dalam artian yang membuat kami kebal dari kekalahan atau kesalahan," tutur Pep Guardiola, Manajer Manchester City.

Filosofi kerendahan hati dinilai menjadi fondasi utama bagi klub untuk terus berkembang dan mempertahankan posisi mereka di level tertinggi.

"Kenyataannya, dalam banyak kesempatan, ini adalah salah satu hal yang kami pelajari dan kami akui seiring berjalannya waktu. Kami memahami betapa sulitnya untuk sekadar mencapai titik ini, apalagi untuk memenangkannya," ucap Pep Guardiola, Manajer Manchester City.

Penurunan performa kerap terjadi pada tim yang merasa terlalu nyaman dengan kesuksesan, sehingga mentalitas lapar kemenangan harus tetap dijaga.

"Ketika Anda mulai berpikir bahwa Anda adalah tim yang spesial, yang selalu bisa menang tanpa harus berjuang keras, tantangan itu akan berhenti berkembang. Dan itulah awal dari akhir," kata Pep Guardiola, Manajer Manchester City.

Fokus utama skuad Manchester City saat ini adalah menyapu bersih sisa laga kompetisi demi mengamankan gelar juara liga secara berturut-turut.

"Tujuan kami adalah untuk terus bersaing di semua kompetisi yang kami ikuti. Kami ingin meraih lebih banyak trofi, dan itu hanya bisa dicapai jika kami tetap membumi, terus bekerja keras, dan tidak pernah meremehkan lawan kami," ujar Pep Guardiola, Manajer Manchester City.

Pertandingan kontra Bournemouth menjadi ujian lanjutan bagi kestabilan performa The Citizens dalam mengelola ekspektasi besar di sisa musim.

"Kami ingin datang ke pertandingan terakhir musim ini dengan peluang menjadi juara," tutur Pep Guardiola, Manajer Manchester City.

Guardiola sangat mewaspadai taktik agresif yang diterapkan oleh tuan rumah dalam laga krusial nanti.

"Untuk itu kami harus menang. Bournemouth tim yang luar biasa, mereka bermain untuk tiket Eropa dan tekanan mereka mungkin yang paling agresif di Liga Primer," kata Pep Guardiola, Manajer Manchester City.

Manajer tetap berharap seluruh skuad dapat menjadikan kesuksesan sebelumnya sebagai batu loncatan untuk tampil lebih maksimal.

"Ini adalah tentang bagaimana kita merespons kesuksesan. Apakah kita akan berpuas diri, atau justru menjadikannya sebagai motivasi untuk terus berusaha lebih baik lagi? Saya memilih opsi yang kedua," ucap Pep Guardiola, Manajer Manchester City.

Sementara itu, Manajer Arsenal Mikel Arteta secara terbuka memberikan dukungan penuh kepada Bournemouth untuk bisa menjegal langkah Manchester City.

"The biggest ever." ujar Mikel Arteta, Manajer Arsenal.

Arteta menambahkan kecintaannya bagi rekan masa kecilnya, Andoni Iraola, beserta seluruh pendukung klub berjuluk The Cherries tersebut.

"Of Andoni (Iraola) and all the players and all the people that are supporters of Bournemouth." kata Mikel Arteta, Manajer Arsenal.

Hasil positif bagi tuan rumah dipastikan akan mempercepat kepastian gelar juara bagi tim Meriam London.

"I think we all are because we know what that means if tomorrow they get a result for us." tutur Mikel Arteta, Manajer Arsenal.

Arteta juga menjelaskan alasannya memilih Kai Havertz sebagai starter yang terbukti krusial di tengah badai cedera lini depan Arsenal.

"I think we forget the amount of players that we have missed for a long, long period this season that are exceptional." ucap Mikel Arteta, Manajer Arsenal.

Keberhasilan melewati rintangan berat musim ini dianggap sebagai bukti ketangguhan mentalitas yang dimiliki anak asuhnya.

"That’s the merit I think of this team, that regardless of that, look where we are. We are one game away from winning the Premier League with everything that we’ve been through and that shows how strong the mindset and the team is." tutur Mikel Arteta, Manajer Arsenal.

Strategi penyerangan Arsenal sejak menit awal diklaim telah berjalan sesuai rencana untuk membongkar pertahanan berlapis lawan.

"I had a feeling that he had to start and in the way that they set up I think he could be really difficult to handle and he’s shown that." ujar Mikel Arteta, Manajer Arsenal.

Terkait rencana menyaksikan laga penentu sang rival, Arteta mengaku hanya akan memantau jalannya pertandingan dari kediamannya.

"I don't know how long I'm going to watch it." kata Mikel Arteta, Manajer Arsenal.

Arteta memastikan dirinya tidak membuat agenda khusus bersama jajaran staf maupun para pemain untuk menyaksikan laga tersebut.

"I will be there in front of the TV. But I don't know how much I'm going to be able to watch, I think that's the reality." ucap Mikel Arteta, Manajer Arsenal.

Dirinya lebih memilih memanfaatkan waktu luang yang ada untuk berkumpul bersama keluarga besarnya.

"I haven't planned to do that." tutur Mikel Arteta, Manajer Arsenal.

Arteta menegaskan tidak berkomunikasi atau mengirimkan pesan taktik khusus kepada manajer Bournemouth menjelang pertandingan.

"I'm planning to watch it with my family and again I don't know for how long." ujar Mikel Arteta, Manajer Arsenal.

Kualitas kepemimpinan Iraola dinilai sudah cukup menjadi motivasi besar bagi internal skuad Bournemouth.

"I don't think it's needed." kata Mikel Arteta, Manajer Arsenal.

Transformasi permainan yang dibawa Iraola menempatkan Bournemouth menjadi salah satu tim yang paling sulit dikalahkan pada paruh kedua musim.

"What he's done in that football club, the transformation, and what they are playing for, I don't think they need anything else." ucap Mikel Arteta, Manajer Arsenal.

Kegigihan Burnley yang tetap menyulitkan meski sudah dipastikan terdegradasi menjadi cerminan atmosfer kompetitif di Liga Inggris.

"When you look at how Burnley played today, the spirit that they showed, how difficult they made it - imagine tomorrow." tutur Mikel Arteta, Manajer Arsenal.

Arteta menyayangkan kegagalan pasukannya untuk menyelesaikan perlawanan Burnley lebih cepat sejak babak pertama bergulir.

"We knew it was going to be tough especially when we didn't close the game out in the first half with the chances that we have." kata Mikel Arteta, Manajer Arsenal.

Walau lini pertahanan tampil solid, Arteta mengingatkan kelengahan kecil di kompetisi kasta tertinggi dapat berakibat fatal.

"We didn't concede anything but in the Premier League, anything can get you, you never know. ... “That’s one of the abilities of this team — If we’re not able to make two or three goals, we certainly can make it difficult for opponents to score."" ujar Mikel Arteta, Manajer Arsenal.

Atmosfer kompetisi yang ketat dinilai menyajikan tontonan menarik karena setiap tim memiliki pelatih berkualitas.

"It’s never going to be easy especially with the quality this Premier League has. Burnley are going to be relegated but they are a top team with a good coach. That’s the beauty of this league."" ucap Mikel Arteta, Manajer Arsenal.

Menanggapi insiden jalannya laga ketika Kai Havertz terhindar dari kartu merah, Arteta menilai keputusan wasit sudah adil.

"Look at every action this season and we’re not going to get anything we don't deserve." kata Mikel Arteta, Manajer Arsenal.

Arteta memilih fokus menikmati kemenangan krusial yang baru saja diraih oleh skuadnya tersebut.

"I don't know yet. I just want to enjoy tonight. Tomorrow we’ll see." tutur Mikel Arteta, Manajer Arsenal.

Fokus penuh Arsenal kini dialihkan untuk mempersiapkan kondisi fisik serta taktik menjelang laga pamungkas melawan Crystal Palace.

"What we have to do is prepare them for Crystal Palace in the best possible way." ujar Mikel Arteta, Manajer Arsenal.

Terkait rumor masa depan Guardiola di Manchester City, Arteta enggan memberikan tanggapan sebelum ada rilis resmi dari pihak terkait.

"Once he makes that decision, then we can talk about it. But no one should talk about it until then." ucap Mikel Arteta, Manajer Arsenal.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed