Astronom Temukan Bintang S301 yang Mengorbit Dekat Lubang Hitam di Bima Sakti

Smallest Font
Largest Font

Para astronom berhasil mengidentifikasi sebuah bintang bernama S301 yang bergerak dengan kecepatan luar biasa, mencapai sekitar 25.000 kilometer per detik. Kecepatan ini membuatnya 100.000 kali lebih cepat daripada pesawat komersial yang biasa kita temui di Bumi.

Bintang S301 memiliki massa 50 persen lebih besar dan kecerahan lima kali lipat dari Matahari. Menariknya, bintang ini mengorbit sangat dekat dengan lubang hitam supermasif di pusat galaksi Bima Sakti, yang dikenal dengan nama Sagitarius A (SgrA).

Observasi terhadap S301 dilakukan menggunakan Very Large Telescope Interferometer (VLTI) milik European Southern Observatory (ESO) di Chili. Observatorium ini menggabungkan cahaya dari empat teleskop berdiameter 8 meter untuk mendapatkan pengamatan yang sangat detail.

Felix Mang, seorang mahasiswa PhD di Max Planck Institute for Extraterrestrial Physics di Jerman, menyatakan bahwa S301 mengelilingi Sagitarius A dengan orbit yang sangat rapat. Bintang ini menyelesaikan orbitnya dalam waktu singkat, hanya 8,7 tahun, dan berada pada jarak sekitar 12 kali jarak Bumi ke Matahari, sebuah kedekatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Para peneliti menduga bahwa S301 tidak terbentuk secara alami di dekat lubang hitam. Kemungkinan besar, bintang ini berasal dari sistem bintang ganda yang berinteraksi dengan gravitasi lubang hitam. Dalam interaksi ini, satu bintang didorong keluar dengan kecepatan tinggi, sementara S301 tertahan dalam orbit di sekitar lubang hitam.

Menurut Mang, lubang hitam sering dianggap sebagai penyedot debu kosmik yang mampu menarik segala materi di sekitarnya. Namun, perilaku orbit S301 memberikan wawasan baru tentang dinamika objek di dekat lubang hitam.

Studi ini juga penting karena memungkinkan pengukuran langsung terhadap putaran lubang hitam supermasif tersebut, sebuah uji kunci bagi teori relativitas umum Einstein yang memprediksi bagaimana lubang hitam memengaruhi ruang-waktu di sekitarnya.

Dr. Stefan Gillessen, ilmuwan senior di Max Planck Institute, mengatakan bahwa pengamatan orbit S301 dari tahun 2017 hingga lintasan terdekat berikutnya pada 2031 akan menjadi kesempatan pertama untuk mengukur putaran lubang hitam secara langsung.

Kedekatan ekstrem S301 dengan Sagitarius A membuka peluang baru untuk memahami sifat dasar lubang hitam dan lingkungan ekstrem yang mengelilinginya, memperkaya pemahaman astronomi tentang galaksi kita.

Informasi ini dikutip dari detikcom dan didukung oleh hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal berjudul "Discovery of a star sensitive to the spin of Sagittarius A*".

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed