Atletico Madrid Tekuk Sevilla 3-0 di Ramon Sanchez-Pizjuán

Smallest Font
Largest Font

Atletico Madrid mengunci keunggulan 3-0 atas Sevilla pada babak pertama pertandingan pekan ketiga La Liga musim 2026-2027 di Stadion Ramón Sánchez-Pizjuán, Minggu (30/8/2026) dini hari WIB. Dua gol dicetak oleh Álex Baena dan satu gol disumbangkan Ademola Lookman.

Pelatih Diego Simeone menerapkan formasi 4-4-2 dengan menurunkan Álex Baena dan Lee Kang-in di lini depan untuk menyiasati krisis penyerang. Hasilnya, Baena mencetak gol pembuka pada menit keempat memanfaatkan umpan penetrasi Lee Kang-in.

Peluang Sevilla melalui tembakan Robbie Ure dan Kike Salas berhasil digagalkan kiper Jan Oblak. Atletico justru menambah keunggulan pada menit ke-26 lewat tembakan kaki kanan Ademola Lookman yang memanfaatkan operan Pablo Barrios, setelah memproses umpan cepat Lee Kang-in.

Baena mencetak gol keduanya pada menit ke-33 melalui tembakan jarak jauh dari luar kotak penalti. Pemain berusia 25 tahun tersebut tampil apik setelah sebelumnya sempat mengalami masalah fisik di awal musim.

Manajemen klub menyatakan dukungannya terhadap peran Baena di skuad utama untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Antoine Griezmann.

"Saya pikir Álex adalah pesepak bola yang telah membuktikan kualitas serta levelnya dan dia merasa nyaman di posisi yang biasanya ditempati Griezmann. Kami yakin dia bisa membantu dalam peran tersebut. Sangat positif memilikinya bersama kami," kata seorang direktur klub dilansir dari achmadnurhidayat.id.

Apresiasi atas penampilan sang pemain juga disampaikan oleh pimpinan tertinggi Atletico Madrid yang menyoroti perjuangan sang gelandang setelah pulih dari cedera dan apendisitis.

"Álex Baena adalah pesepak bola yang sangat besar, dan dia membuktikannya dengan performa yang dia tampilkan di Piala Dunia. Karena alasan ini, pelatih tim nasional bertaruh padanya secara tegas. Di klub kami, kami memulai musim dengan ekspektasi yang sama, tetapi dia bernasib buruk menderita cedera di pertandingan pertama Liga, diikuti oleh proses apendisitis yang secara signifikan menghambat kontinuitasnya. Meski demikian, saya tidak meragukan bahwa dia akan mempertahankan level hebat yang ditunjukkan pada ajang Piala Dunia selama musim depan di Atlético Madrid," kata CEO Atlético Madrid Enrique Cerezo Gil Marín.

Sebelumnya, Baena sempat mengungkapkan sisi lain dari kehidupan sebagai pemain sepak bola profesional yang penuh tekanan dan pengorbanan masa muda.

"Setelah perder la final con la sub-21 y con mi primera convocatoria en la absoluta," kata Alex Baena, pemain Atletico Madrid.

Kesulitan tersebut sempat membuatnya mempertimbangkan keputusan besar terkait karier profesionalnya di lapangan hijau.

"Un momento personal malo, incluso con pensamientos de dejar el fútbol, de dejarlo todo," kata Alex Baena.

Dukungan keluarga dan bimbingan psikologis membantu sang pemain melewati masa-masa sulit tersebut.

"Con el psicólogo, con el que llevo trabajando mucho tiempo, con mi familia, mi madre y mis hermanos, pude salir un poco de todos esos pensamientos, de ese mal momento. Todos juntos pudimos salir," kata Alex Baena.

Ia menekankan bahwa publik sering kali hanya melihat aspek finansial dan kepopuleran tanpa memahami tekanan di balik layar.

"La gente solo ve lo bueno, que te conocen por la calle y piensan que es positivo, aunque no es tema dinero, que vives muy bien, pero no saben lo malo que hay detrás," kata Alex Baena.

Rutinitas ketat serta kewajiban menjaga kondisi tubuh menjadi bagian dari pengorbanan harian pesepak bola profesional.

"Estar 24 horas pendiente, cuidándote, viajando sin ver a tu familia, no poder hacer lo que tus amigos porque debes cuidar la alimentación y el descanso. Sólo se ve lo bonito pero el fútbol es muy duro. Sólo los que están cerca lo saben," kata Alex Baena.

Ia menggambarkan posisi pesepak bola tingkat atas yang tetap memiliki tantangan tersendiri di balik segala fasilitas yang didapat.

"Somos unos privilegiados que tenemos una parte mala y una buena," kata Alex Baena.

Keterbukaan sesama rekan setim seperti Álvaro Morata yang pernah berbicara tentang masalah kesehatan mental juga menjadi perhatiannya.

"La gente se piensa que si tenemos veinte años de carrera estamos súper felices, que no nos pasa nada y todo nos va súper bien. Ya hemos visto en casos como el de Álvaro que no es así, que lo ha pasado mal y ha tenido que pedir ayuda," kata Alex Baena.

Langkah tersebut dinilainya memberi dorongan positif bagi masyarakat luas yang sedang menghadapi masalah serupa.

"Hace que gente de la calle que lo está pasando mal y no se atreve a dar el paso de pedir ayuda, nos vea hacerlo y reflexione," kata Alex Baena.

Ia berharap publik tidak menganggap masalah emosional sebagai sebuah kelemahan.

"Si nosotros tenemos problemas, ¿por qué ellos no van a poder tenerlos?" kata Alex Baena.

Keberanian berbagi kisah hidup dinilainya penting untuk mengedukasi masyarakat.

"Es bueno que haya salido a dar visibilidad con lo que le pasó," kata Alex Baena.

Mengenai pendampingan psikologis, ia mengaku sudah memulainya sejak usia muda meskipun awal mulanya sempat ragu.

"Decía que no estaba mal para tener un psicólogo," kata Alex Baena.

Kini, interaksi dengan psikolog olahraga menjadi rutinitas penting dalam menjaga keseimbangan hidupnya.

"Ahora hablo con él incluso estando feliz. Solamente verle y hablar me me hace sentir mejor," kata Alex Baena.

Proses ini dianggap memberikan dampak besar terhadap perkembangan kariernya secara keseluruhan.

"Empecé desde ese momento y se ha convertido en una pieza fundamental que me ha ayudado mucho para mejorar, tanto en el fútbol como en mi vida," kata Alex Baena.

Pengorbanan masa kecil saat harus berpisah dari keluarga juga diakuinya sebagai proses yang berat.

"Me fui con 11 años, lejos de la familia y creo que ellos lo han pasado incluso peor que yo," kata Alex Baena.

Ia mengingatkan para calon pemain muda untuk tetap mempersiapkan pendidikan sebagai opsi alternatif.

"Hay que mentalizarse de que es muy difícil llegar," kata Alex Baena.

Sevilla sempat mencoba merespons lewat tembakan Miguel Sierra dan Jon Guridi jelang babak pertama usai, tetapi Jan Oblak menggagalkan semua upaya tersebut hingga skor 3-0 bertahan saat turun minum.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed