Auckland FC Hadapi Sydney FC di Grand Final A-League Men
Klub sepak bola Auckland FC bersiap mencetak sejarah baru di Selandia Baru saat menjamu juara lima kali Sydney FC dalam laga pamungkas Grand Final A-League Men di Go Media Stadium pada Sabtu malam, 23 Mei 2026.
Pertandingan penentu gelar juara ini menjadi momen krusial bagi pelatih kepala Auckland FC, Steve Corica, yang berpeluang mencatatkan rekor baru sebagai pelatih pertama dalam sejarah kompetisi yang mampu mengamankan tiga gelar juara A-League.
Laga ini sekaligus menjadi ajang pembuktian taktik bagi Corica untuk menghadapi mantan klub yang pernah memecatnya pada Oktober 2023 silam, meskipun dirinya mempersembahkan trofi Australia Cup kurang dari sebulan sebelum pemecatan tersebut.
Pemain bertahan veteran Sydney FC, Rhyan Grant, memberikan penilaian mendalam terhadap kemampuan mantan pelatihnya tersebut menjelang laga penentu juara akhir pekan ini.
"I’ve seen what he can do up close and personal, and when he came to Auckland, I was hoping he did really well, and he’s great," kata Rhyan Grant, pemain bertahan Sydney FC.
Grant menambahkan bahwa performa Auckland FC di bawah arahan Corica telah menjadi tolok ukur tersendiri di kompetisi domestik dalam beberapa musim terakhir.
"They’ve been probably the benchmark for the last couple of seasons, but hopefully he doesn’t do too well (on Saturday), and we can get one over him," ujar Rhyan Grant, pemain bertahan Sydney FC.
Di sisi lain, Corica selaku legenda sekaligus anggota Hall of Fame Sydney FC yang pernah membawa klub tersebut juara pada 2019 dan 2020 mengakui adanya perasaan tidak biasa dalam merancang strategi untuk menumbangkan mantan timnya.
"But it’s exciting as well," kata Steve Corica, pelatih kepala Auckland FC.
Ia menegaskan bahwa target utama tim berjuluk Black Knights ini bukan sekadar mencapai partai puncak, melainkan mengamankan trofi utama di hadapan pendukung sendiri.
"After last season’s defeat in the semi-final, we set our goal to make the final, but it’s not just to make it, we want to win it," kata Steve Corica, pelatih kepala Auckland FC.
Lebih lanjut, mantan pemain tim nasional Australia itu menyadari atmosfer pertandingan di stadion sendiri akan memberikan tekanan ekstra bagi skuad asuhannya.
"We have that opportunity to do that, and we want to make history for Auckland. Being at home, you do feel probably a little bit more pressure," kata Steve Corica, pelatih kepala Auckland FC.
Sementara itu, pelatih kepala Sydney FC Patrick Kisnorbo, yang baru mengambil alih kursi kepelatihan sejak Maret, juga berpeluang menyamai rekor sejumlah pelatih top Australia jika berhasil membawa timnya memenangkan laga sabtu malam.
"I’ve always been against him (in coaching), but he’s done a great job not just for Auckland, but in the past for (Sydney)," kata Patrick Kisnorbo, pelatih kepala Sydney FC.
Berdasarkan catatan statistik perjalanan menuju final yang dilansir dari nzherald.co.nz dan news.com.au, Auckland FC finis di peringkat ketiga musim reguler dengan 42 poin sebelum menyingkirkan Adelaide United dengan agregat 4-1 di semifinal.
Sedangkan Sydney FC menempati urutan kelima di musim reguler dan berhasil menembus grand final setelah mengalahkan pemenang Premier's Plate, Newcastle Jets, lewat adu penalti dengan skor 4-2.
Auckland Transport mengonfirmasi fasilitas transportasi bus dan kereta menuju stadion sudah termasuk dalam tiket pertandingan mulai pukul 16.30 waktu setempat, dengan kereta khusus suporter yang diberangkatkan dari Stasiun Waitematā menuju Penrose pada pukul 19.00.
Layanan meteorologi MetService memprediksi suhu udara di wilayah Auckland akan berkisar di angka minimum 12 derajat Celsius hingga maksimum 19 derajat Celsius pada sore hari menjelang waktu sepak mula.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow