Bank Sentral China Tambah Cadangan Emas Saat Perbankan Batasi Retail

Smallest Font
Largest Font

People's Bank of China meningkatkan cadangan emas resminya sebesar 15 ton pada akhir Juni 2026 di tengah penurunan harga logam mulia dunia, sementara sejumlah bank komersial di negara tersebut justru menghentikan perdagangan komoditas ini untuk nasabah individu.

Dilansir dari Bisnis.com pada Rabu, 8 Juli 2026, aksi borong oleh bank sentral China tersebut menjadi pembelian bulanan terbesar sepanjang tahun berjalan sekaligus menandai akumulasi berturut-turut selama 20 bulan. Otoritas moneter memanfaatkan momentum koreksi harga untuk menambah kepemilikan secara taktis saat volatilitas pasar meningkat.

Sebaliknya, perbankan besar di China mengambil langkah darurat dengan menangguhkan transaksi logam mulia di Bursa Emas Shanghai (SGE) bagi investor retail. Pembatasan ini dipicu oleh anjloknya harga emas hingga di bawah $4.000 per ons untuk pertama kalinya sejak November 2025, atau merosot hampir 30 persen dari titik tertinggi tahun ini menurut laporan SCMP.

Industrial and Commercial Bank of China (ICBC) mengumumkan penyetopan layanan perdagangan logam mulia untuk nasabah perorangan melalui SGE yang akan berlaku mulai 24 Juli. Kebijakan serupa sebelumnya telah dinyatakan oleh Postal Savings Bank of China, Ping An Bank, dan Guangfa Bank of China demi mengendalikan risiko pasar.

Selain penurunan harga, penurunan ekspektasi pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve serta kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat turut menekan daya tarik emas. Guna meredam spekulasi dengan leverage, Bank of China dan CITIC Bank menaikkan persyaratan margin untuk produk perdagangan retail hingga mencapai 140 persen.

Regulasi ketat ini menyasar nasabah yang masih memiliki posisi aktif karena pembukaan posisi baru bagi investor retail sebenarnya telah dilarang oleh regulator sejak beberapa tahun lalu. Tekanan pasar juga membuat Goldman Sachs memangkas target harga emas akhir tahun dari $5.400 menjadi $4.900 per ons, diikuti Deutsche Bank yang menurunkan proyeksi kuartal keempat 2026 ke level $4.800 per ons.

Ahli strategi emas Asia Pasifik di State Street Investment Management, Robin Tsui, memberikan pandangan mengenai pengetatan pembatasan perdagangan logam mulia oleh lembaga perbankan tersebut.

"Bank-bank Tiongkok memperketat pembatasan perdagangan logam mulia oleh investor individu sebagai langkah untuk mengendalikan risiko di tengah meningkatnya volatilitas harga," ujar Robin Tsui.

Ia juga menambahkan bahwa pengetatan regulasi ini berfokus pada aktivitas spekulatif short-term dan diprediksi tidak akan mengganggu stabilitas pasar jangka panjang.

"Langkah-langkah ini bertujuan untuk mengekang spekulasi dan kemungkinan tidak akan melemahkan permintaan emas jangka panjang di Tiongkok, karena permintaan terutama berasal dari investasi emas fisik dan alokasi aset strategis," kata Robin Tsui.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed