Barcelona Ancam Pidanakan Florentino Perez Usai Tuduhan Skandal Negreira, El Clasico Memanas di Jalur Hukum
Klub raksasa Liga Spanyol, Barcelona, mengambil tindakan tegas merespons pernyataan Presiden Real Madrid, Florentino Perez, mengenai kasus Negreira yang bergulir belakangan ini. Manajemen Blaugrana secara terbuka mengancam akan mempidanakan pria nomor satu di Los Blancos tersebut.
Melalui rilis resmi di situs klub, Barcelona mengumumkan bahwa mereka telah memulai langkah mediasi formal dengan Florentino Perez. Prosedur ini menjadi sikap awal dari tim Catalan sebelum membawa perseteruan ke ranah hukum yang lebih serius.
Langkah Hukum Barcelona Terhadap Florentino Perez
Apabila pihak Florentino Perez tidak merespons mediasi ini dengan baik, Barcelona menegaskan kesiapannya untuk menempuh jalur hukum lanjutan. Pihak klub tidak ragu untuk segera mengajukan laporan pidana resmi kepada pihak kepolisian.
"Barça menginformasikan bahwa hari ini telah diajukan permohonan mediasi sebagai langkah awal sebelum mengajukan laporan pidana atas tindak pidana pencemaran nama baik terhadap Presiden Real Madrid, Bapak Florentino Pérez, terkait pernyataan yang ia sampaikan dalam konferensi pers pada tanggal 12 Mei dan dalam wawancara dengan sebuah media pada hari berikutnya," tulis Barcelona, Sabtu (13/06/2026).
Pihak manajemen Barcelona menjelaskan bahwa langkah ini diambil demi menjaga integritas institusi. Mereka menuntut Florentino Perez untuk menarik ucapan yang dinilai menyudutkan klub tanpa adanya bukti-bukti yang sah di pengadilan.
"Tujuan dari gugatan ini adalah agar Bapak Pérez menarik kembali pernyataan-pernyataan tertentu yang ia sampaikan dengan mengetahui bahwa pernyataan tersebut tidak benar dan bersifat fitnah serta merendahkan citra dan reputasi Klub," tulis Barcelona, Sabtu (13/06/2026).
Barcelona menutup pernyataannya dengan memberikan peringatan keras kepada sang presiden rival. Jika etika baik melalui proses mediasi ini diabaikan, maka kasus hukum dipastikan akan terus berjalan ke tingkat intervensi pidana.
"Jika gugatan ini tidak dipenuhi sebagaimana mestinya, FC Barcelona akan melanjutkan dengan mengajukan pengaduan pidana yang sesuai," tutup Barcelona, Sabtu (13/06/2026).
Kronologi Tudingan Kasus Negreira
Perselisihan ini bermula ketika Florentino Perez menggelar konferensi pers yang menghebohkan publik sepak bola pada Mei lalu. Pria berusia 79 tahun tersebut secara blak-blakan menuduh Barcelona terlibat aktif dalam skandal suap mantan Wakil Presiden Komite Teknis Wasit Spanyol, Jose Maria Enriquez Negreira.
| Pihak Terkait | Peran / Jabatan | Dugaan Keterlibatan dalam Kasus |
|---|---|---|
| FC Barcelona | Klub Liga Spanyol | Diduga membayar jutaan Euro sepanjang 2001-2018 |
| Florentino Perez | Presiden Real Madrid | Melontarkan tuduhan suap dalam konferensi pers |
| Jose Maria Enriquez Negreira | Mantan Wakil Presiden Komite Teknis Wasit | Pihak yang diduga menerima aliran dana |
Kasus Negreira sendiri merupakan investigasi mengenai dugaan aliran dana dari Barcelona kepada Jose Maria Enriquez Negreira. Barcelona dituding telah menyetor uang senilai jutaan Euro selama periode tahun 2001 hingga 2018.
Florentino Perez mengungkit skandal lama ini tepat setelah Real Madrid dipastikan menelan kekalahan dalam perebutan takhta juara LaLiga. Real Madrid harus merelakan gelar domestik jatuh ke tangan rival abadinya tersebut.
Kepastian tersebut terjadi usai laga El Clasico pada Senin (11/05/2026) dini hari, di mana Los Blancos takluk dengan skor 0-2. Hasil minor itu membuat perolehan poin Real Madrid tidak mungkin lagi mengejar posisi Barcelona di puncak klasemen.
"Mereka (Barcelona) telah melakukan pembayaran selama dua dekade, dan kini di dekade ketiga ini wasitnya masih sama," kata Florentino Perez, Sabtu (13/06/2026).
Tuntutan Pencopotan Gelar Juara Barcelona
Pasca-terpilih kembali sebagai Presiden Real Madrid, Florentino Perez merealisasikan janji kampanyenya dengan memperkarakan kasus ini lebih jauh. Manajemen Real Madrid dilaporkan telah mengirimkan berkas komplain setebal 500 halaman kepada federasi tertinggi sepak bola Eropa, UEFA.
Dalam poin tuntutannya, Florentino Perez mendesak UEFA menjatuhkan sanksi berat berupa pencopotan seluruh gelar juara yang dimenangkan Barcelona pada rentang 2001 hingga 2018. Langkah agresif inilah yang memicu kubu Barcelona melakukan serangan balik lewat ancaman pidana pencemaran nama baik.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow