BCA Siap Kucurkan Dividen Interim Rp20 Per Saham

Smallest Font
Largest Font

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadwalkan pembayaran dividen interim termin pertama untuk kuartal II tahun buku 2026 sebesar Rp20 per saham pada Jumat, 26 Juni 2026. Langkah korporasi ini diambil setelah emiten perbankan swasta tersebut membukukan pertumbuhan kinerja keuangan yang solid pada tiga bulan pertama tahun ini.

Keputusan alokasi keuntungan ini didasarkan pada laporan keterbukaan informasi perseroan yang mempertimbangkan posisi permodalan yang kuat, kecukupan likuiditas, serta kualitas aset yang terjaga sepanjang periode Januari hingga Maret 2026. Berdasarkan data internal perusahaan, pertumbuhan kredit BCA terkerek 5,6 persen secara tahunan menjadi Rp994 triliun dengan topangan dana murah sebesar Rp1.089 triliun, sehingga laba bersih konsolidasi triwulan I tercatat mencapai Rp14,7 triliun.

Kebijakan tersebut juga selaras dengan hasil keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada 12 Maret lalu, di mana manajemen membuka peluang pembagian dividen interim hingga tiga kali dalam setahun jika kondisi finansial mendukung. Emiten berkode saham BBCA menetapkan bahwa investor yang berhak menerima pembayaran ini adalah mereka yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham per 18 Juni 2026.

Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong menjelaskan bahwa realisasi pembagian dividen ini merupakan bagian dari komitmen perseroan untuk senantiasa memberikan nilai tambah dan memperkuat arus kas para pemegang saham.

“Kami berterima kasih atas kepercayaan segenap pemegang saham, sehingga Perseroan mampu membukukan kinerja positif hingga tiga bulan pertama tahun 2026. Kami bersyukur dapat mulai merealisasikan rencana pembagian dividen interim pada kuartal II tahun buku 2026 ini. Hal ini menjadi terobosan baru bagi Perseroan, dan diharapkan dapat menambah cashflow bagi pemegang saham yang senantiasa bersama kami,” ujar Hendra Lembong, Presiden Direktur BCA.

Menurut penjelasan manajemen, nominal untuk pembagian dividen interim berikutnya diproyeksikan akan tetap sama asalkan kondisi keuangan perusahaan tetap stabil. Manajemen menjamin seluruh nilai dividen termin pertama ini akan diakumulasikan dan diperhitungkan kembali dalam komponen dividen final tahun buku 2026 yang keputusannya bakal ditetapkan pada RUPST tahun 2027.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed