Timnas Belanda Imbangi Maroko dalam Cuaca Panas Ekstrem Monterrey
Tim nasional Belanda bermain imbang 1-1 melawan Maroko dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Estadio Monterrey, Meksiko, pada Selasa (30/6/2026) pagi WIB, yang memaksa laga berlanjut ke adu penalti setelah babak perpanjangan waktu selesai.
Pertandingan krusial ini berlangsung dalam kondisi cuaca ekstrem dengan suhu mencapai 33 derajat Celsius dan kelembapan sangat tinggi di dalam stadion yang dijuluki Raksasa Baja tersebut. Dilansir dari Marca, penyerang Belanda Cody Gakpo sempat memecah kebuntuan lewat golnya pada menit ke-72 sebelum disamakan oleh bek Maroko Issa Diop pada menit ke-90.
Kondisi atmosfer di dalam stadion yang tidak memiliki sirkulasi angin menjadi tantangan berat bagi kedua tim, terutama skuad Oranje yang didesak bertahan total oleh dominasi Maroko. Laporan Sporza menyatakan Maroko menguasai hingga 85 persen aliran bola sepanjang babak perpanjangan waktu, sementara Belanda hanya mencatatkan 15 persen penguasaan bola akibat kelelahan fisik pemain.
Mantan pemain internasional yang pernah merumput di Monterrey, Merel van Dongen, memberikan gambaran mendalam mengenai keganasan cuaca di dalam stadion tersebut sebelum pertandingan dimulai kepada ESPN.
"Het dak hangt over de tribunes heen. Er is daardoor een enorme hitteval binnen, er staat bijna geen wind. Een verstikkende deken is het.
Je kunt je er niet tegen wapenen. Ik denk dat onze jongens er echt de man met de hamer gaan tegenkomen" kata Merel van Dongen, Mantan Pemain Internasional Belanda.
Van Dongen juga membagikan pengalaman pribadinya yang sempat membutuhkan penanganan medis darurat akibat dehidrasi parah dan cuaca panas yang menguras fisik di arena yang sama.
"Je bent telkens een mentale strijd aan het voeren met de warmte. Ik hebt wel eens zuurstof in de rust gekregen en op de Spelen droegen we vooraf ijsvesten. Ook schaafijs eten helpt. Je moet namelijk je temperatuur naar beneden zien te krijgen" ujar Merel van Dongen, Mantan Pemain Internasional Belanda.
Laga ini juga diwarnai momen emosional bagi Cody Gakpo yang tetap bermain setelah berduka atas kehilangan putranya yang meninggal dunia akibat keguguran tiga hari sebelum pertandingan. Vietnam.vn melaporkan bahwa pelatih Ronald Koeman tetap memasang Gakpo sebagai starter, dan sang pemain langsung menangis di lapangan usai mencetak gol sebelum akhirnya digantikan pada babak perpanjangan waktu karena mengalami kram parah.
Melansir data dari 365Scores, pemenang dari laga ketat yang melelahkan ini sudah ditunggu oleh Kanada di babak 16 besar Piala Dunia 2026.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow