Benfica Bantai Casa Pia 7-0 dalam Pekan Kedua Liga Portugal 2026
Benfica berhasil mengamankan kemenangan telak 7-0 saat bertandang ke markas Casa Pia pada pekan kedua Liga Portugal pada 17 Agustus 2026. Penyerang Yunani Vangelis Pavlidis menjadi bintang lapangan usai mencetak triagol dalam waktu tujuh menit.
Kemenangan besar tersebut menjadi momen kebangkitan tim asuhan Marco Silva setelah mencatatkan hasil buruk pada laga pembuka musim. Pavlidis membuka keunggulan Benfica lewat umpan matang kepada Rafa pada menit ke-14 sebelum memborong tiga gol di babak kedua.
Penyerang berusia 27 tahun itu menjaringkan bola pada menit ke-47, 49, dan 54, yang sekaligus mengunci dominasi Benfica atas tim tuan rumah. Tambahan tiga gol tersebut melengkapi penampilan impresif sang penyerang sepanjang pertandingan.
Pavlidis membagikan pandangannya mengenai jalannya laga dan kunci keberhasilan timnya usai pertandingan berakhir.
"Sejak momen kami mencetak gol pertama, kami menciptakan sangat banyak peluang, juga di sepanjang babak pertama. Kami seharusnya mencetak lebih banyak gol di babak pertama. Gol-gol tersebut tidak datang, kami hanya mencetak dua, tetapi di babak kedua kami datang dengan energi yang sama, dengan tekanan yang baik dan penyelesaian akhir yang baik, dan saya pikir setelah 10 atau 15 menit, pertandingan sudah terselesaikan," kata Pavlidis, penyerang Benfica.
Ia menyoroti keterpaduan skuat yang mulai terbangun dalam menerapkan taktik permainan yang diinginkan oleh staf pelatih.
"Kami mulai saling memahami satu sama lain, memahami ide-ide pelatih, bagaimana dia ingin kami berlari, ke mana dia ingin kami berlari. Dan sekarang adalah waktunya untuk berkembang, kami ingin terus berlanjut dengan energi terbaik yang dimungkinkan, karena penting bagi semua pemain untuk memiliki energi yang sama dan melewati momen yang baik," ujar Pavlidis, penyerang Benfica.
Ketika ditanya mengenai proses gol keduanya pada menit ke-49 yang tercipta usai melewati beberapa pemain bertahan lawan, ia memberikan respons singkat.
"Bahwa saya harus mencetak gol... [tertawa]. Itu sangat bagus. Tetapi itu adalah teknik dan kualitas saya. Anda harus merasa baik dan percaya diri untuk melakukan itu," ucap Pavlidis, penyerang Benfica.
Pelatih kepala Benfica Marco Silva turut menyampaikan evaluasinya atas kinerja anak asuhnya serta situasi skuat dalam konferensi pers usai laga.
"Itu adalah kemenangan yang sepenuhnya layak dan manis, di lapangan yang sangat sulit untuk bermain sepak bola. Bagus bagi kami untuk bisa memberikan lapangan yang baik kepada para pemain. Ini adalah reaksi terhadap hasil yang sangat buruk pada pekan pertama.
Ini adalah reaksi yang kami inginkan dan harus kami miliki. Dukungan luar biasa dari para pendukung kami, itu juga perlu disorot. Perbedaan besar dari laga pertama ke laga ini berhubungan dengan fakta bahwa kami memiliki pendukung kami, yang sangat penting.
Efektivitas? Masih ada beberapa gol yang gagal tercipta. Pertandingan sepenuhnya terkendali, kami tidak memberikan peluang kepada lawan.
Menjaga gawang tetap bersih dari gol memiliki rasa yang sepenuhnya berbeda," kata Marco Silva, pelatih Benfica.
Silva menegaskan bahwa timnya tidak akan menurunkan tempo permainan meskipun sudah mengantongi keunggulan yang sangat jauh di papan skor.
"Tidak ada alasan bagi kami untuk berhenti. Kami bisa saja menang 1-0 dan merasa sama bahagianya seperti hari ini. Ini tidak akan selalu 7-0.
Kami sangat kompeten, begitu pula dalam proses bertahan. Tentu saja saat unggul kami tidak suka melambat, itulah ide kami, begitulah kami mempersiapkan tim. Para pemain memiliki kedewasaan yang cukup untuk mengelola di dalam lapangan, seperti yang terjadi pada 20 menit terakhir.
Kami tidak ingin melepaskan apa pun yang diberikan pertandingan kepada kami," ujar Marco Silva, pelatih Benfica.
Juru taktik asal Portugal tersebut juga merespons pertanyaan mengenai intensitas arahan yang terus ia berikan dari pinggir lapangan sepanjang laga.
"Kami di sini bukan untuk memberi peringatan kepada siapa pun. Kami hanya harus kompeten dalam pertandingan kami, itulah yang kami kendalikan. Kami menghormati semua lawan.
Kami harus memiliki kerendahan hati bahwa kami baru memenangkan satu pertandingan sepak bola, di luar kandang dan dengan penampilan yang baik. Saya selalu ingin para pemain menjaga konsentrasi dari awal hingga akhir, hanya itu," kata Marco Silva, pelatih Benfica.
Terkait isu bursa transfer dan kabar perburuan pemain baru yang dikaitkan dengan kelolosan ke fase liga Liga Europa, Silva memberikan klarifikasinya.
"Satu hal tidak ada hubungannya dengan hal lain. Ketika kami mencoba memperkuat tim, itu adalah untuk satu musim. Mengenai para pemain menjadi terekspos, tidak ada hal seperti itu, saya tidak mengirimkan pesan terselubung. Saya percaya 20 persen pemain memperhatikan konferensi pers saya [tertawa]," ucap Marco Silva, pelatih Benfica.
Ia mengimbau anak asuhnya dan para suporter untuk tidak berlarut dalam euforia pascamenang besar agar tetap fokus menghadapi laga berikutnya.
"Sangat penting bagi para pendukung untuk percaya pada kami. Dan jika kami tidak berusaha untuk itu, kami tidak melakukan apa pun di sini. Para pemain tahu bahwa kami baru mengumpulkan tiga poin dan saya sangat puas karena kami tidak kebobolan gol.
Jika kami berpikir telah melakukan sesuatu yang luar biasa, kami sepenuhnya salah. Di klub besar, kami harus segera mulai memikirkan pertandingan berikutnya," ujar Marco Silva, pelatih Benfica.
Silva menanggapi reaksi penjaga gawang Anatoliy Trubin yang tergeser ke bangku cadangan pada laga tersebut.
"Biasanya, posisi saya membelakangi dan tidak terbiasa melihat perayaan. Saya tidak memiliki rekam jejak Trubin merayakan gol di gawang, saya tidak tahu apakah dia sangat euforia atau tidak. Saya justru akan sangat terkejut jika Trubin tidak merasa sedih atau kesal.
Yang penting bagi saya adalah dia akan datang besok dan bekerja. Saya ingin Trubin kesal dan melihatnya bekerja. Saya tidak akan memberi tahu Anda percakapan yang saya lakukan dengan para pemain, saya memiliki hubungan yang sepenuhnya jujur dan terbuka," kata Marco Silva, pelatih Benfica.
Mengenai kontribusi gelandang Heorhiy Sudakov yang terus diberi kepercayaan mengisi lini tengah, Silva membeberkan pandangannya.
"Dia telah berusaha keras. Saya katakan saat presentasi, karena ditanyakan saat itu, bahwa Sudakov bisa menjadi sangat penting. Gelandang ketiga kami harus memiliki karakteristik yang sangat spesifik untuk peran tersebut.
Saya paham dia belum memberikan penampilan yang memanjakan mata, dia masih kekurangan gol dan umpan gol, tetapi dia mencoba memberikan yang maksimal. Kami memiliki Rafa yang bisa bermain di sana, tetapi memiliki profil lain, lebih pada akselerasi, seperti halnya Prestianni. Sudakov telah berusaha, kami telah memberinya alat dan jalan, itulah tugas kami," ucap Marco Silva, pelatih Benfica.
Pelatih Benfica tersebut juga memuji perkembangan performa pemain muda Gianluca Prestianni di awal musim ini.
"Hingga saat ini kami telah mengambil keuntungan besar. Dia menjalani pramusim yang luar biasa, bekerja keras dan rendah hati, meskipun tahu dia memiliki hukuman larangan bertanding dua laga. Dia bisa bermain di kiri atau kanan dan telah menunjukkan penampilan baik.
Dia sangat kuat di kedua sisi sayap, mungkin pemain sayap kami yang paling serbaguna. Saya sangat puas dengannya. Persaingan sangat ketat dan itu penting bagi Benfica, agar para pemain tidak merasa nyaman dan terus berkembang," ujar Marco Silva, pelatih Benfica.
Sebagai penutup, Silva menjelaskan faktor utama di balik peningkatan efektivitas pola serangan timnya.
"Kami telah berkembang sejak awal musim, saya tidak akan berbicara tentang apa yang ada di belakang. Saya puas dengan cara kami mencapai area lawan, dengan ritme di sepertiga akhir dan peluang yang kami ciptakan. Namun kami juga telah berkembang dalam reaksi saat kehilangan bola, di antara hal-hal lainnya," kata Marco Silva, pelatih Benfica.
Sementara itu, pelatih Casa Pia Filipe Coelho memberikan analisisnya atas kekalahan telak yang dialami timnya di hadapan pendukung sendiri.
"Hasil ini terlalu berat jika melihat apa yang kami lakukan di babak pertama. Perlu dipahami apa yang kami lakukan di Madeira dan melawan Benfica. Momen-momen baik yang kami miliki di babak pertama jauh dari membuat kami bermimpi.
Awal babak kedua kami sangat kacau dan kami harus memahami apa yang terjadi. Ini sama sekali tidak mendekati identitas yang ingin kami bangun di klub. Ini membunuh peluang kami untuk terus hidup dalam pertandingan.
Kami bahkan tidak menemukan diri kami di babak kedua dan Benfica akhirnya memiliki kesempatan untuk mengelola pertandingan dengan cara mereka. Di atas segalanya, apa yang saya sampaikan kepada para pemain adalah bahwa ada proses yang sedang dibangun. Saya ingin mengambil hal-hal baik yang kami lakukan di babak pertama, tetapi saya tidak ingin lari dari tanggung jawab.
Kita semua harus berkembang. Klub sedang berusaha membekali tim dengan lebih banyak bakat. Selalu dikatakan sepanjang pramusim bahwa ini akan lebih panjang dan akan mendekati pekan kedua.
Ini adalah batu di tengah jalan, batu ini terlalu besar, tetapi pria-pria inilah yang harus menunjukkan kerja keras di Barcelos minggu depan dan membuka lembaran baru," kata Filipe Coelho, pelatih Casa Pia.
Ia menyampaikan permohonan maaf kepada para suporter serta menegaskan komitmen tim untuk bangkit pada laga berikutnya.
"Yang kami inginkan adalah agar ini tidak menjadi musim yang berat. Ini tidak dimulai dengan cara yang kami inginkan, pertumbuhan ini memiliki beberapa rasa sakit dan itu harus dihadapi dengan cara sepositif mungkin. Kami meminta maaf kepada para pendukung atas penampilan di babak kedua.
Musim yang tenang dibangun dengan poin, tetapi kami tidak memiliki satu poin pun untuk dapat mengharapkan sesuatu yang berbeda. Minggu depan kami harus menunjukkan reaksi," ujar Filipe Coelho, pelatih Casa Pia.
Casa Pia dijadwalkan bertandang ke markas Gil Vicente di Barcelos pada laga pekan ketiga Liga Portugal minggu depan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow