BMKG Catat 72 Persen Wilayah Indonesia Masuk Kemarau Pada 1 Agustus 2026
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan sebanyak 72,8 persen wilayah Indonesia atau setara 509 Zona Musim (ZOM) resmi memasuki musim kemarau pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Kondisi ini memicu perluasan kawasan berdampak Hari Tanpa Hujan (HTH) ekstrem, terutama di kawasan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
Penyebaran musim kemarau yang signifikan ini dikonfirmasi setelah pemantauan pada Dasarian II Juli 2026 memperlihatkan dominasi cuaca kering di wilayah selatan Indonesia. Fenomena cuaca harian dapat dipantau masyarakat melalui platform digital seperti KalenderIndo.id yang menyajikan pembaharuan data BMKG setiap 1 jam dengan interval 3 jam untuk resolusi tingkat kelurahan.
Wilayah Terdampak Hari Tanpa Hujan Ekstrem
Data pemantauan BMKG mencatat fenomena Hari Tanpa Hujan (HTH) dengan durasi bervariasi di ribuan titik pengamatan. Kategori panjang hingga ekstrem mendominasi pulau-pulau di bagian selatan Nusantara.
- Kategori Panjang (21–30 Hari): Terdeteksi di 1.366 titik pengamatan.
- Kategori Sangat Panjang (31–60 Hari): Terdeteksi di 943 titik pengamatan.
- Kategori Ekstrem Panjang (>60 Hari): Terdeteksi di 70 titik pengamatan.
Durasi HTH terpanjang di Indonesia saat ini tercatat mencapai 80 hari berturut-turut, yang berlokasi di Pos Hujan RPH Katerban, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.
Dinamika Atmosfer dan Potensi Hujan Regional
Meskipun mayoritas wilayah mengalami cuaca kering, dinamika atmosfer global dan regional masih memicu potensi hujan di beberapa provinsi. Pertanyaan warga seperti "kenapa masih ada hujan saat kemarau?" dijawab BMKG melalui analisis pergerakan gelombang atmosfer.
Faktor Pemicu Hujan di Sumatera dan Sulawesi
Hujan lebat dalam dua hari terakhir sebelum 31 Juli 2026 terpantau di Sumatera Selatan (79 mm/hari), Aceh (75 mm/hari), Sumatera Barat (69 mm/hari), Sulawesi Utara (56 mm/hari), dan Kepulauan Riau (55 mm/hari). Penumpukan massa udara basah ini dipicu oleh aktivitas Gelombang Kelvin yang melintasi Sumatra utara dan Sulawesi Tengah.
Selain itu, MJO melintasi Sumatra bagian tengah hingga selatan, sementara keberadaan Bibit Siklon Tropis 92W di Laut Filipina utara Maluku Utara secara langsung meningkatkan potensi hujan di wilayah Sulawesi Utara.
Prakiraan Cuaca Bali dan Wilayah Indonesia Lainnya
Berdasarkan data cuaca terperinci dari Weather365 dan pemantauan BMKG, wilayah Bali pada 1 Agustus 2026 diprakirakan dominan berawan dengan potensi hujan ringan. Suhu udara secara umum berkisar antara 20–31°C dengan kelembaban 58–99% yang disesuaikan pada tiga pembagian zona waktu Indonesia (WIB, WITA, WIT).
Rincian Suhu dan Kelembaban di Kabupaten/Kota Provinsi Bali
Berikut merupakan rincian prediksi suhu dan kelembaban udara di wilayah Pulau Dewata pada hari ini:
| Kabupaten/Kota | Suhu Udara (°C) | Kelembaban (%) |
|---|---|---|
| Kabupaten Badung | 25–30 | 59–94 |
| Kota Denpasar | 25–32 | 62–90 |
| Kabupaten Bangli | 20–29 | 64–99 |
Masyarakat diimbau untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca resmi dan menghemat penggunaan air bersih di wilayah-wilayah yang terpapar Hari Tanpa Hujan kategori ekstrem.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow