BMKG Catat Gempa M3.4 Guncang Berau Kaltim Akibat Sesar Mangkalihat
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi aktivitas gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 3,4 mengguncang Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, pada Kamis (16/7/2026) pukul 00.37 WIB. Guncangan ini mengejutkan sebagian warga setempat.
Berdasarkan rilis resmi gempa terkini bmkg, episenter gempa terletak pada koordinat 1,64 LU dan 118,08 BT. Titik koordinat tersebut menunjukkan bahwa pusat gempa berada di darat.
Lokasi pusat gempa berjarak sekitar 91 kilometer arah tenggara dari Kabupaten Berau. Gempa bumi ini dikategorikan sebagai gempa dangkal dengan kedalaman hiposenter mencapai 21 kilometer.
Masyarakat sempat bertanya-tanya mengenai detail kejadian ini melalui mesin pencarian internet, termasuk pertanyaan "pusat gempa hari ini di mana" dan dampaknya terhadap pemukiman warga terdekat.
Untuk memberikan rincian yang jelas, berikut adalah tabel parameter gempa bumi yang terjadi di wilayah Berau, Kalimantan Timur:
| Parameter Gempa | Keterangan Faktual |
|---|---|
| Waktu Kejadian | Kamis, 16 Juli 2026 pukul 00.37 WIB |
| Magnitudo (M) | 3,4 (Pembaruan BMKG) |
| Kedalaman | 21 Kilometer (Dangkal) |
| Lokasi Pusat | Darat, 91 km Tenggara Berau |
| Penyebab | Aktivitas Sesar Mangkalihat |
| Dampak Kerusakan | Nihil / Tidak ada laporan kerusakan |
Hingga Kamis pagi pukul 03.30 WIB, BMKG mendeteksi adanya aktivitas gempa susulan sebanyak 3 kali di sekitar lokasi episenter utama.
Penyebab Gempa dan Dampak Skala MMI
Kepala Stasiun Geofisika setempat menjelaskan bahwa penyebab gempa bumi di kalimantan timur ini murni dipicu oleh pergerakan aktif patahan lokal. Secara spesifik, aktivitas tersebut berasal dari Sesar Mangkalihat.
Warga di wilayah Berau merasakan getaran dengan skala intensitas II hingga III MMI. Banyak yang kemudian mencari penjelasan mengenai "apa itu skala intensitas mmi gempa" guna mengukur kekuatan getaran yang dirasakan.
Skala MMI atau Modified Mercalli Intensity merupakan satuan untuk mengukur kekuatan gempa bumi berdasarkan dampak kerusakan atau efek yang dirasakan manusia di lokasi kejadian.
Skala II MMI berarti getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda gantung bergoyang. Sementara skala III MMI menggambarkan getaran dirasakan nyata di dalam rumah seakan ada truk besar yang melintas.
Bagi warga pesisir, pertanyaan seperti "apakah gempa berau berpotensi tsunami" menjadi perhatian utama. BMKG menegaskan karena pusat gempa berada di daratan, peristiwa ini sama sekali tidak memicu potensi tsunami.
Kondisi Kegempaan di Wilayah Lain
Selain di Kalimantan Timur, BMKG juga merilis informasi mengenai aktivitas tektonik di beberapa wilayah Indonesia lainnya pada periode waktu yang berdekatan.
Berikut adalah beberapa wilayah yang juga mencatatkan aktivitas gempa bumi menurut laporan terbaru:
- Pidie Jaya, Aceh: Diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,4.
- Melonguane, Sulawesi Utara: Mengalami guncangan gempa dengan kekuatan magnitudo 4,2.
- Toli-Toli, Sulawesi Tengah: Tercatat adanya aktivitas gempa tektonik bermagnitudo 3,0.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Warga diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat guncangan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow