BMKG Catat 1176 Gempa Susulan Guncang Sulawesi Tengah hingga Juni 2026
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG mencatat sebanyak 1.176 kali gempa susulan mengguncang wilayah Sulawesi Tengah hingga Senin (22/6/2026). Rentetan aktivitas kegempaan beruntun ini terjadi pasca gempa utama berkekuatan magnitudo 6,7 yang melanda Kabupaten Sigi beberapa hari lalu.
Berdasarkan data rilis resmi dari BMKG, ribuan gempa susulan tersebut terhitung sejak Selasa, 16 Juni 2026 hingga Minggu, 21 Juni 2026. Guncangan tektonik ini memicu dampak kerusakan masif yang tersebar di wilayah pemukiman warga setempat.
Dari total ribuan aktivitas kegempaan yang terdeteksi oleh sensor seismik, BMKG melaporkan variasi kekuatan tremor berkisar antara magnitudo terkecil M 1,4 hingga magnitudo terbesar mencapai M 5,3.
Dampak Kerusakan dan Korban Jiwa di Sigi
Kabupaten Sigi menjadi wilayah terdampak paling parah akibat guncangan beruntun ini. Menurut laporan data penanggulangan bencana, ribuan bangunan rumah milik warga dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat keparahan yang bervariasi.
Sebanyak 49 kali gempa susulan dirasakan langsung oleh masyarakat karena berpusat pada kedalaman dangkal di bawah 10 kilometer. Fenomena ini menyebabkan kepanikan luas dan memaksa warga tetap bertahan di posko pengungsian.
Berikut adalah rincian data dampak kerusakan bangunan serta korban jiwa yang berhasil dihimpun dari posko kedaruratan di Kabupaten Sigi:
| Kategori Dampak dan Kerusakan | Jumlah Rumah / Jiwa |
|---|---|
| Rumah Rusak Ringan | 1.955 unit |
| Rumah Rusak Sedang | 226 unit |
| Rumah Rusak Berat | 154 unit |
| Total Warga Terdampak | 8.586 jiwa (2.775 KK) |
| Korban Meninggal Dunia | 3 orang |
| Korban Luka Berat | 17 orang |
| Korban Luka Ringan | 108 orang |
Aktivitas Kegempaan Nasional Meningkat
Kondisi tektonik di Sulawesi Tengah ini berbanding lurus dengan dinamika kegempaan di wilayah Indonesia lainnya. BMKG mencatat aktivitas tektonik dalam sepekan terakhir menunjukkan tren yang cukup tinggi di beberapa zona patahan aktif.
Secara nasional, jumlah aktivitas gempa signifikan yang dirasakan langsung oleh masyarakat di wilayah Indonesia dalam sepekan terakhir mencapai 34 kali kejadian. Otoritas kebencanaan mengimbau warga di area rawan untuk meningkatkan kewaspadaan.
Langkah kedaruratan yang perlu diperhatikan warga saat menghadapi situasi gempa dangkal meliputi beberapa poin penting berikut:
- Menghindari bangunan berkaca atau dinding pembatas yang rawan roboh jika terjadi tremor susulan.
- Memastikan jalur evakuasi di dalam rumah bebas dari hambatan barang-barang besar.
- Mengikuti informasi resmi dari kanal BMKG dan menolak isu hoaks yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Hingga saat ini, tim reaksi cepat beserta petugas gabungan masih terus bersiaga di lokasi terdampak untuk menyalurkan bantuan logistik medis. Proses pemantauan seismik terhadap pergerakan sesar aktif di Sulawesi Tengah masih terus berjalan secara intensif selama 24 jam.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow