BMKG Laporkan Cuaca Sukabumi Hari Ini Berawan Hingga Udara Kabur

Smallest Font
Largest Font

Cuaca di Kota Sukabumi pada Kamis, 27 Agustus 2026, dilaporkan berawan dengan kondisi udara kabur yang menyebabkan jarak pandang terbatas. Berdasarkan data BMKG, suhu udara di wilayah ini berkisar antara 17 hingga 30 derajat Celsius dengan kelembapan relatif tinggi.

Kondisi cuaca ini terjadi di beberapa kecamatan utama Sukabumi, termasuk Gunung Puyuh dan Cikole, yang masing-masing mencatat suhu dan kelembapan serupa serta variasi cuaca dari berawan hingga kabut tipis. Angin bertiup dengan kecepatan ringan yang berkontribusi pada penyebaran kabut di kawasan tersebut.

Kondisi Suhu dan Kelembapan

Di Kecamatan Gunung Puyuh, suhu terpantau antara 17 sampai 30 derajat Celsius dengan kelembapan mencapai 45 hingga 98 persen. Sementara itu, Kecamatan Cikole mencatat suhu serupa yakni 17-30 derajat Celsius dengan kelembapan yang sedikit lebih tinggi yakni 42 hingga 99 persen.

Fenomena Udara Kabur dan Jarak Pandang

Fenomena udara kabur yang terjadi menyebabkan jarak pandang menjadi rendah, terutama pada pagi hari. Menurut BMKG, titik embun yang tinggi di wilayah tersebut memicu kondensasi uap air di udara sehingga terbentuk kabut tipis. Hal ini berdampak pada visibilitas yang menurun secara signifikan di beberapa titik.

Pengaruh Angin dan Pola Cuaca Lokal

Angin yang bertiup di Sukabumi hari ini berasal dari arah barat daya dengan kecepatan yang relatif ringan. Angin tersebut membawa massa udara lembap dari laut, sehingga mendukung terbentuknya kondisi berawan dan kabur.

Perbandingan dengan Hari Sebelumnya

Bila dibandingkan dengan kondisi cuaca pada 26 Agustus 2026, suhu dan kelembapan hari ini relatif stabil dengan variasi yang tidak signifikan. Namun, intensitas udara kabur mengalami peningkatan yang berpengaruh terhadap jarak pandang di beberapa kecamatan.

Imbauan dan Informasi dari BMKG

BMKG mengimbau masyarakat Sukabumi untuk waspada terhadap potensi gangguan jarak pandang terutama bagi pengguna kendaraan bermotor dan pengendara di jalan raya. BMKG juga menjelaskan pentingnya pemahaman terhadap prakiraan cuaca yang dapat diakses melalui kanal resmi untuk mengantisipasi perubahan kondisi secara cepat.

"Kondisi udara kabur ini disebabkan oleh titik embun yang tinggi, yang memicu terbentuknya kabut tipis sehingga visibilitas menjadi rendah," ujar petugas BMKG Sukabumi dalam keterangan resmi.

Kondisi ini diperkirakan akan berlangsung hingga akhir Agustus 2026 dengan potensi berkurang seiring perubahan pola angin dan suhu di wilayah tersebut.

Prakiraan Cuaca Esok Hari, Kamis, 27 Agustus 2026 | KOMPASTV SUKABUMI

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed