BMKG Laporkan Kelembapan Udara Sukabumi Capai 92 Persen Hari Ini

Smallest Font
Largest Font

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi tingkat kelembapan udara di wilayah Sukabumi, Jawa Barat, mencapai sekitar 92 persen pada Sabtu (1/8/2026). Kondisi kelembapan yang tergolong tinggi tersebut disertai dengan dinamika pergerakan angin yang bervariasi di sekitar kawasan pemukiman warga maupun perbukitan.

Berdasarkan pantauan data BMKG, kecepatan angin di Sukabumi tercatat bergerak cukup dinamis antara 0,5 kilometer per jam hingga 15,9 kilometer per jam. Tingginya angka kelembapan udara ini membuat sebagian besar warga merasakan kondisi atmosfer yang cenderung basah dan pengap sejak pagi hari.

Prakiraan Cuaca Esok Hari Sabtu, 1 Agustus 2026 | KOMPASTV SUKABUMI

Dinamika Arah Angin dan Pola Kelembapan Udara

Pergerakan angin di kawasan Sukabumi pada periode awal Agustus ini terpantau kerap mengalami pergeseran arah. Petugas stasiun pemantau mencatat tiupan angin berhembus secara bergantian dari berbagai penjuru, melingkupi arah Barat Laut, Timur Laut, Tenggara, Utara, Selatan, Barat, hingga Barat Daya.

Dampak Perubahan Arah Angin terhadap Kondisi Lokal

Perubahan pola pergerakan angin tersebut memengaruhi kestabilan sirkulasi udara harian di wilayah daratan. Pertanyaan warga seperti "apa arti perubahan arah angin untuk cuaca" sering timbul ketika pola hembusan berganti, yang secara teknis menandakan adanya pergeseran massa udara basah di sekitar kawasan pegunungan dan perkotaan Sukabumi.

Tabel Parameter Cuaca Wilayah Sukabumi

Berikut ringkasan data parameter cuaca hasil pemantauan untuk wilayah Sukabumi pada periode berjalan:

Data Parameter Cuaca Sukabumi Berdasarkan Pantauan BMKG
Parameter CuacaNilai / Ringkasan Data
Kelembapan Udara92%
Kecepatan Angin0,5 – 15,9 km/jam
Arah Hembusan AnginBarat Laut, Timur Laut, Tenggara, Utara, Selatan, Barat, Barat Daya

Antisipasi Warga Menghadapi Kelembapan Tinggi

Tingginya kelembapan udara di angka 92 persen berpotensi memicu timbulnya kabut tipis di beberapa titik dataran tinggi pada pagi atau malam hari. Masyarakat yang melintasi jalur perbukitan diimbau untuk tetap waspada terhadap jarak pandang berkendara.

Langkah Menghadapi Udara Lembap

Beberapa hal yang perlu diperhatikan warga saat menghadapi tingkat kelembapan udara tinggi di antaranya:

  • Memastikan ventilasi rumah berfungsi baik agar sirkulasi udara tetap lancar.
  • Menjaga kondisi tubuh tetap terhidrasi meski cuaca tidak terasa terik.
  • Memeriksa kebersihan area lembap guna mencegah tumbuhnya jamur di dalam ruangan.

BMKG akan terus membarui rincian prakiraan cuaca secara berkala untuk memantau potensi perubahan kondisi atmosfer di Sukabumi dan sekitarnya selama beberapa hari ke depan.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed