BMKG Memprediksi Puncak Musim Kemarau 2026 Berlangsung Hingga Oktober

Smallest Font
Largest Font

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau 2026 di Indonesia akan berlangsung hingga pertengahan sampai akhir Oktober akibat pengaruh fenomena El Niño yang kuat. Seanyak 76,5 persen wilayah Indonesia kini dilaporkan telah memasuki musim kemarau.

Kombinasi El Niño kuat dan fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) positif memicu penurunan suplai uap air, sehingga atmosfer menjadi jauh lebih kering dari kondisi normal. Berdasarkan data pemutakhiran per Juni 2026, durasi kemarau bervariasi di tiap wilayah, seperti Jawa yang mencapai 110 hingga 300 hari dan Sumatera selama 30 hingga 280 hari.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, memberikan penjelasan mengenai proyeksi fenomena iklim tersebut untuk beberapa bulan ke depan.

"BMKG memprediksi fenomena El Niño akan terus bertahan hingga awal tahun 2027 dengan peluang intensitas mencapai kategori moderat sebesar 98 persen dan kategori kuat sebesar 62 persen, namun demikian dampaknya untuk wilayah Indonesia ketika bertemu periode musim kemarau hingga pertengahan bulan Oktober," kata Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan.

Pemerintah daerah dan masyarakat diimbau untuk menghemat penggunaan air serta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan. BMKG juga meminta agar tidak ada pembersihan lahan atau pembakaran sampah secara sembarangan di area rawan seperti lahan gambut dan semak belukar.

Pejabat pers senior dan komunikator sains iklim di Met Office, Grahame Madge, menyampaikan pandangannya terkait istilah cuaca ekstrem yang sedang berlangsung secara global.

"Istilah super’ El Niño bukanlah istilah resmi yang kami gunakan, tetapi hal ini menegaskan bahwa fenomena ini kemungkinan besar akan menjadi peristiwa yang berdampak besar. Para ilmuwan memberi tahu kami bahwa ini bisa menjadi El Niño terkuat di abad ini, setara dengan kejadian El Niño yang sangat besar pada tahun 1998," kata pejabat pers senior dan komunikator sains iklim di Met Office, Grahame Madge.

Laporan riset Berkeley Earth mencatat peluang sebesar 69 persen bahwa tahun 2026 menjadi tahun terpanas sepanjang sejarah. Dampak ekonomi dan operasional akibat El Niño ini juga memicu perhatian dunia korporasi, di mana 478 perusahaan menyebutkan istilah El Niño dalam 1.443 dokumen rapat bisnis pada periode Mei hingga Agustus.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed