BMKG Minta Warga Palembang Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem Hari Ini

Smallest Font
Largest Font

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi cuaca ekstrem yang membayangi Kota Palembang dan sekitarnya pada Minggu, 21 Juni 2026. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca mendadak yang dapat memicu genangan air di sejumlah titik protokol.

Berdasarkan rilis resmi dari BMKG yang dilansir oleh Infonasional, potensi cuaca ekstrem ini diperkirakan melanda sebagian besar wilayah Sumatera Selatan sepanjang hari. Kondisi tersebut meliputi potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang berdurasi singkat.

Prakiraan cuaca spesifik untuk wilayah perairan dan infrastruktur penting di Palembang juga menunjukkan pola yang serupa. Laporan resmi dari BMKG Maritim menetapkan periode valid prakiraan cuaca Pelabuhan Boom adalah tanggal 21 Juni 2026 pukul 00.00 hingga 24 Juni 2026 pukul 00.00 WIB dengan kesiapsiagaan penuh terhadap dinamika atmosfer.

BMKG Prediksi Hujan Lebat Meluas ke Sumatera Selatan, Cuaca Ekstrem Berlanjut | KOMPASTV PALEMBANG

Dampak dan Wilayah Terdampak di Sumatera Selatan

Pihak berwenang meminta warga yang beraktivitas di luar ruangan untuk mengantisipasi dampak sekunder dari cuaca ekstrem ini. Selain Kota Palembang, wilayah lain di Sumatera Selatan juga diproyeksikan menerima guyuran hujan dengan intensitas variatif mulai dari ringan hingga disertai petir.

Berikut adalah tabel ringkasan wilayah dan estimasi kondisi cuaca yang dirangkum berdasarkan data terbaru dari BMKG melalui pemberitaan Merahputih:

Data Prakiraan Kondisi Cuaca Wilayah Sumatera Selatan
Wilayah TerdampakKondisi Cuaca UmumPeringatan Dini
Kota PalembangHujan Sedang hingga LebatPetir dan Angin Kencang
Kawasan Pelabuhan BoomHujan Ringan hingga SedangGelombang Berdurasi Singkat
Mayoritas Kota Besar SumselHujan BervariasiWaspada Kilat/Petir

Rekomendasi Keselamatan bagi Masyarakat

BMKG mengingatkan para pengelola transportasi publik, nelayan, serta warga yang bermukim di daerah rawan banjir untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca. Beberapa langkah antisipasi yang dapat dilakukan oleh masyarakat antara lain:

  • Menghindari pohon besar atau papan reklame saat terjadi angin kencang.
  • Memastikan saluran air di lingkungan sekitar tidak tersumbat sampah.
  • Mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila guntur mulai terdengar secara beruntun.

Pemerintah daerah setempat bersama dinas terkait dilaporkan telah menyiagakan pompa penyedot air di beberapa titik rawan guna mengantisipasi genangan yang kerap muncul saat hujan deras melanda area perkotaan.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed