BMKG Minta Warga Surakarta Waspadai Potensi Angin Foehn Hari Ini
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memperkirakan cuaca solo hari ini, Selasa (28/7/2026), didominasi oleh kondisi cerah hingga berawan dengan potensi peningkatan suhu udara secara mendadak akibat fenomena angin Foehn. Kota Surakarta yang berada di ketinggian sekitar 105 mdpl berada dalam puncak fase musim kemarau, di mana fenomena angin kencang bersuhu panas berembun kering dari arah lereng Gunung Lawu berpotensi memicu lonjakan suhu lokal pada siang hari.
Berdasarkan pengamatan meteorologi regional Jawa Tengah, kondisi atmosfer di wilayah Surakarta berada dalam pengaruh monsun Australia. Pertanyaan warga seperti "suhu rata-rata di solo kapan panas" dan "angin foehn di solo kenapa panas" sering muncul ketika memasuki periode Juli hingga Agustus. Angin Foehn sendiri terjadi ketika massa udara yang melintasi puncak Gunung Lawu di sisi timur mengalami penurunan kelembapan dan pemanasan secara adiabatis saat turun menuju dataran rendah Solo.
Suhu udara harian di Surakarta pada puncak musim kemarau umumnya berada di rentang 22°C hingga 34°C. Namun, keberadaan angin Foehn dapat memicu peningkatan suhu ekstrem secara singkat pada pertengahan hari. Di sisi lain, topografi Kota Solo yang dikelilingi tiga gunung berapi aktif—Merapi di barat laut, Merbabu di barat, dan Lawu di timur—turut memengaruhi dinamika mikro cuaca lokal serta pergerakan angin permukaan.
Profil Iklim dan Karakteristik Musim Kota Surakarta
Secara umum, Surakarta tergolong beriklim tropis monsun dengan pembagian musim yang cukup jelas sepanjang tahun. Periode kemarau berlangsung sejak Mei hingga September, sementara musim hujan membentang dari Oktober hingga April. Rata-rata curah hujan tahunan di wilayah ini mencapai kisaran 2.300 mm, dengan puncak curah hujan tertinggi biasanya terjadi pada Januari hingga Februari yang mencatatkan angka 300 mm hingga 400 mm per bulan.
Berikut adalah ringkasan parameter iklim dan geografi utama wilayah Kota Surakarta:
- Topografi: Dataran rendah di ketinggian ±105 mdpl.
- Gunung Mengelilingi: Gunung Merapi, Gunung Merbabu, dan Gunung Lawu.
- Sungai Utama: Sungai Bengawan Solo (berhulu di Waduk Gajah Mungkur, Wonogiri).
- Rentang Suhu Normal: 22°C hingga 34°C.
- Curah Hujan Tahunan: Sekitar 2.300 mm.
Analisis Risiko Hidrometeorologi dan Mitigasi Bengawan Solo
Meski saat ini Surakarta berada di tengah periode kemarau, kewaspadaan terhadap risiko banjir tetap menjadi perhatian jangka panjang bagi pemerintah daerah. Sungai Bengawan Solo yang merupakan sungai terpanjang di Pulau Jawa membelah kota dari barat ke timur. Sungai ini menampung aliran air dari Waduk Gajah Mungkur di Wonogiri serta limpahan air hujan dari lereng Gunung Merapi.
Sejumlah kawasan bantaran sungai tercatat memiliki kerentanan tinggi terhadap genangan saat debit air meluap. Kawasan tersebut meliputi Kelurahan Jebres, Sewu, dan Sangkrah di Kecamatan Pasar Kliwon. Untuk mengantisipasi potensi bencana air kiriman, sistem peringatan dini banjir di Surakarta terus disiagakan dan dirancang mampu memberikan konfirmasi 6 hingga 12 jam sebelum banjir diperkirakan sampai ke kawasan pemukiman warga.
| Indikator Iklim & Geografi | Keterangan / Parameter |
|---|---|
| Ketinggian Wilayah | 105 mdpl |
| Puncak Musim Hujan | Januari – Februari (300–400 mm/bulan) |
| Periode Musim Kemarau | Mei – September |
| Kawasan Rawan Banjir Bantaran | Jebres, Sewu, Sangkrah (Pasar Kliwon) |
| Waktu Peringatan Dini Banjir | 6–12 jam sebelum kejadian |
Masyarakat diimbau untuk terus memantau pembaruan prakiraan cuaca secara berkala. Pemantauan dapat dilakukan melalui kanal resmi BMKG guna mengantisipasi perubahan suhu ekstrem maupun cuaca kencang di wilayah Solo Raya sepanjang musim kemarau tahun ini.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow