BMKG Pantau Siklon Tropis Bavi saat Cuaca Semarang Memanas
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi pergerakan Siklon Tropis Bavi di Laut Filipina utara Papua Barat memicu induksi pembentukan awan hujan signifikan di sejumlah wilayah Indonesia pada Jumat, 10 Juli 2026.
Meskipun ada pengaruh siklon di tingkat nasional, kondisi atmosfer lokal di Kota Semarang menunjukkan stabilitas tinggi dengan cuaca yang didominasi cerah, cerah berawan, hingga berawan tebal tanpa potensi hujan. Suhu udara di ibu kota Jawa Tengah ini diproyeksikan memanas dengan nilai maksimal mencapai 34 derajat Celsius dan kelembapan udara bergerak fluktuatif di kisaran 36 persen hingga 73 persen sepanjang hari.
Prakirawan BMKG Lintang A dalam siaran prakiraan cuaca yang diikuti dari Jakarta menjelaskan meskipun siklon tersebut bergerak ke arah barat laut menjauhi wilayah Indonesia, sistem ini membentuk fenomena arus angin kencang (low level jet) di sepanjang Samudra Pasifik utara timur Filipina. Kombinasi dinamika atmosfer itu memicu terbentuknya daerah pertemuan serta perlambatan kecepatan angin (konvergensi) di Laut Filipina utara, Papua Barat, Laut Sulu, hingga Laut Halmahera utara.
Sementara itu, kondisi cuaca di wilayah Jawa Tengah secara umum dilaporkan bervariasi dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan data per Rabu, 8 Juli 2026, BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang sempat memprakirakan adanya peluang hujan ringan yang tidak merata di sebagian wilayah Jawa Tengah bagian timur, dataran tinggi, serta tujuh daerah Pantura seperti Blora, Rembang, Pati, Kendal, Batang, Kajen, dan Pekalongan pada sore hingga awal malam.
"Angin bertiup dari arah timur ke selatan dengan kecepatan 5-30 kilometer per jam, suhu udara berkisar 16-33 derajat celcius dan kelembapan udara berkisar 45-95 persen, " ujar Rany Puspita, Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang.
Pihak BMKG Maritim Tanjung Emas Semarang juga mengingatkan risiko gelombang tinggi di perairan utara dan selatan Jawa Tengah yang berkisar antara 0,5 hingga 2,5 meter. Kondisi ini dinilai berisiko tinggi bagi keselamatan pelayaran serta para wisatawan di kawasan pantai.
"Waspadai gelombang tinggi, terutama di perairan selatan mencapai 1,25-2,5 meter, tidak hanya berisiko terhadap aktivitas pelayaran tetapi juga wisatawan yang berada di pesisir," kata Sediyanto, Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang.
Sediyanto menambahkan bahwa air laut pasang atau rob di perairan utara sudah menurun dengan ketinggian maksimum 0,8 meter pada pukul 11.00-16.00 WIB, meskipun banjir di sejumlah kawasan pesisir Pantura belum sepenuhnya surut.
"Ketinggian gelombang tidak setinggi di selatan, tetap perlu diwaspadai terutama di sejumlah kawasan seperti Karimunjawa," pesan Sediyanto.
Pada Kamis, 9 Juli 2026, kondisi cuaca berawan hingga cerah berawan mendominasi sebagian besar wilayah Jawa Tengah dari pagi hingga malam hari.
"Pagi sampai siang cerah hingga cerah berawan," kata Noor Jannah, Prakirawan Cuaca BMKG Ahmad Yani Semarang dalam keterangan tertulis.
Noor Jannah juga mengingatkan masyarakat mengenai dampak cuaca kering yang mulai melanda sebagian besar wilayah.
"Waspadai potensi kemudahan kebakaran hutan dan lahan," ucap Noor Jannah.
Memasuki Jumat, 10 Juli 2026, warga Kota Semarang yang beraktivitas di luar ruangan diimbau untuk mengantisipasi hawa panas ekstrem pada siang hari dengan mengonsumsi air putih secara rutin, menggunakan pelindung kepala, serta memakai tabir surya.
| Waktu Sehari-hari | Kondisi Langit | Suhu Udara (°C) | Kelembapan Udara (%) |
|---|---|---|---|
| Pagi Hari | Cerah / Cerah Berawan | 24–28 | 48–73 |
| Siang Hari | Cerah / Berawan Tebal | Maksimal 34 | 36–50 |
| Malam Hari | Cerah / Berawan | 26–28 | 58 |
Pergerakan massa udara dari Belahan Bumi Selatan menyebabkan angin bertiup konstan dari arah timur menuju selatan dan tenggara dengan kecepatan berkisar antara 5 hingga 30 kilometer per jam.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow