BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Terjang Padang Hari Ini 26 Agustus 2026

Smallest Font
Largest Font

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengelurkan peringatan cuaca ekstrem yang berpotensi melanda Kota Padang dan sekitarnya pada Rabu (26/8/2026). Masyarakat diminta mewaspadai potensi curah hujan tinggi yang dapat memicu kembali bencana banjir bandang dan tanah longsor di titik-titik rawan. Peringatan dini ini dikeluarkan seiring tingginya intensitas hujan yang tercatat melebihi 150 mm per dasarian di wilayah Kota Padang.

Selain hujan lebat, hembusan angin kencang yang bergerak dari arah tenggara dan timur dilaporkan mencapai kecepatan 4 hingga 16 knot. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang mengimbau para nelayan dan masyarakat di kawasan pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra. Dampak gelombang tinggi di pesisir Padang diperkirakan dapat membahayakan aktivitas pelayaran kecil.

Prakirawan cuaca mencatat gelombang laut di perairan Padang, Padang Pariaman, Siberut, hingga Pesisir Selatan berpotensi mencapai ketinggian hingga 2,5 meter. Siklus pasang puncak air laut diprediksi terjadi antara pukul 21.00 hingga 03.00 WIB, sementara masa surut berada pada rentang pukul 15.00 hingga 18.00 WIB.

Waspada Cuaca Ekstrem Mendatangi Kota Padang | TVRI Sumatera Barat

Menanggapi situasi ini, pihak BPBD menegaskan instruksi keselamatan bagi para pelaku usaha bahari. Peringatan waspada ini diterbitkan mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi bertahan hingga beberapa hari ke depan.

"Gelombang laut di perairan Padang diperkirakan setinggi 2,5 meter. Nelayan diimbau untuk tidak melaut dan tetap memperhatikan perkembangan informasi cuaca resmi," rilis BPBD Kota Padang dalam keterangan tertulisnya.

Rekam Jejak Ancaman Banjir di Kota Padang

Kondisi cuaca Padang hari ini hujan atau tidak menjadi perhatian utama warga mengingat rekam jejak bencana hidrometeorologi yang belum lama ini melanda. Pada 3 Agustus 2026 lalu, genangan air hebat meluas hingga ke 23 titik yang tersebar di 9 kecamatan akibat anomali cuaca.

Wilayah Terdampak Parah

Kecamatan Koto Tangah dan Kuranji tercatat sebagai dua kawasan yang mengalami dampak paling parah. Pada peristiwa tersebut, akumulasi curah hujan ekstrem dalam durasi 6 jam saja menembus angka 360 mm, melampaui ambang batas ekstrem 150 mm.

Perbandingan Data Curah Hujan

Curah hujan tersebut tercatat jauh lebih tinggi dibandingkan banjir besar yang sempat melanda kawasan Kota Padang pada November 2025. Saat itu, curah hujan harian terukur pada kisaran 260 hingga 290 mm per hari.

Data Parameter Cuaca dan Catatan Bencana Kota Padang
Parameter / KejadianData Keterangan
Kecepatan Angin Utama4 – 16 Knot (Tenggara - Timur)
Estimasi Tinggi GelombangHingga 2,5 Meter
Curah Hujan Ekstrem (3 Ags 2026)360 mm / 6 jam
Curah Hujan Banjir Nov 2025260 – 290 mm / hari
Pasang Puncak Air Laut21.00 – 03.00 WIB

Langkah Antisipasi Risiko Bencana Susulan

Masyarakat yang bermukim di dekat bantaran sungai dan lereng perbukitan diimbau melakukan langkah antisipasi mandiri. Pertanyaan warga mengenai "bagaimana cara waspada banjir di Padang" menjadi krusial di tengah ancaman luapan air sungai, banjir bandang, pohon tumbang, hingga tanah longsor.

BPBD Kota Padang menginstruksikan seluruh personil kebencanaan untuk siap siaga di posko utama selama 24 jam. Pemantauan intensif terus dilakukan pada debit air sungai-sungai besar yang melintasi kawasan pemukiman padat penduduk guna mengantisipasi luapan mendadak.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed