Timnas Brasil Hadapi Haiti dalam Lanjutan Grup C Copa del Mundo 2026

Smallest Font
Largest Font

Tim nasional Brasil dijadwalkan menghadapi Haiti dalam pertandingan kedua Grup C Copa del Mundo 2026 di Stadion Philadelphia, Amerika Serikat, pada Jumat, 19 Juni 2026 waktu setempat atau Sabtu, 20 Juni 2026 pagi WIB.

Tim asuhan Carlo Ancelotti saat ini berada di peringkat ketiga klasemen sementara Grup C dengan satu poin setelah meraih hasil imbang 1-1 melawan Maroko pada laga pembuka di New Jersey melalui gol penyelamat dari Vinicius Junior.

Sementara itu, Haiti berada di dasar klasemen setelah menelan kekalahan tipis 1-0 dari Skotlandia melalui gol tunggal John McGinn di pertandingan pertama, meskipun sempat memberikan perlawanan sengit dengan mengandalkan bola-bola atas.

Menjelang pertandingan ini, pelatih Brasil Carlo Ancelotti dilaporkan bakal melakukan rotasi pemain, termasuk memasukkan Danilo dan Matheus Cunha ke dalam susunan utama, sementara posisi bek tengah tetap dipercayakan kepada Gabriel Magalhaes.

Di kubu lawan, pelatih Haiti Sebastien Migne diprediksi mempertahankan formasi bertahan 4-2-4 dengan mengandalkan kiper veteran Johny Placide di bawah mistar gawang serta Wilson Isidor sebagai ujung tombak serangan balik.

Suasana menjelang pertandingan diramaikan oleh ribuan pendukung Brasil yang menggelar pesta samba dan barbekyu di area parkir stadion, meskipun mereka dikejutkan oleh lonjakan harga minuman ringan yang naik hampir 90 persen menjadi 11,39 dolar AS.

Secara historis, kedua negara memiliki kedekatan budaya dan sepak bola yang kuat sejak Pele bermain di Haiti pada 1971, serta laga persahabatan ikonis bertajuk "Pertandingan Perdamaian" di Port-au-Prince pada 18 Agustus 2004 yang dimenangi Brasil dengan skor 6-0.

Dalam rekor pertemuan, Brasil mendominasi penuh atas Haiti dengan menyapu bersih kemenangan dalam tiga bentrokan sebelumnya, termasuk kemenangan telak 7-1 pada ajang Copa America Centenario yang berlangsung Juni 2016 silam.

Kapten tim nasional Brasil, Marquinhos, menegaskan bahwa timnya harus mengambil kendali permainan sejak awal laga demi mengamankan hasil maksimal setelah mengevaluasi performa lini pertahanan mereka dari pertandingan sebelumnya.

"A gente está pronto para encarar do jeito que eles vierem. Acima de tudo, temos que ter a postura que procuramos ter no outro jogo e não conseguimos, que o Marrocos conseguiu no começo da partida. Esse início é muito importante" ujar Marquinhos, Bek Tengah Timnas Brasil.

Marquinhos menambahkan bahwa skuad Selecao telah berlatih keras untuk mengantisipasi keunggulan fisik dan skema bola mati yang menjadi kekuatan utama para pemain Haiti.

"Vamos tentar controlar o jogo e levá-lo para onde somos fortes. Ter o controle da bola, principalmente nos primeiros minutos, e uma atitude fundamental: buscar o resultado o mais rápido possível. É com essa mentalidade que vamos entrar em campo hoje" kata Marquinhos, Bek Tengah Timnas Brasil.

Pemain belakang tersebut juga mengomentari kesiapan lini pertahanan untuk membantu serangan dan mencetak gol dalam pertandingan krusial ini.

"Trabalhamos para isso, para conseguir pressionar alto quando for necessário e saber pressionar baixo também, inclusive nos momentos em que eles conseguirem escapar dessa pressão" ucap Marquinhos, Bek Tengah Timnas Brasil.

Pemain Paris Saint-Germain tersebut berharap para barisan pertahanan bisa ikut menyumbang angka untuk memastikan kemenangan Brasil.

"Cada vez mais vemos nos jogos da Fifa e da Copa do Mundo o quanto as bolas paradas são decisivas. Treinamos bastante para neutralizar ao máximo essa força que eles têm. São jogadores altos, fortes e de grande imposição física, mas sabemos que também podemos levar perigo nesse tipo de jogada" tutur Marquinhos, Bek Tengah Timnas Brasil.

Menutup pernyataannya, ia berseloroh mengenai kontribusi gol dari sektor lini belakang.

"Que a gente consiga fazer uns golzinhos aí, os zagueiros, para também fazer parte desse resultado que estamos buscando hoje." kata Marquinhos, Bek Tengah Timnas Brasil.

Di sisi lain, perayaan suporter juga diwarnai oleh kisah para penggemar yang rela melakukan perjalanan jauh demi mendukung langsung tim nasional mereka.

— Vai dar Brasil, é claro! Fui ao Catar também e está tudo muito animado — ujar Rafa Moreira, Influencer.

Kisah lain datang dari seorang penggemar asal Minas Gerais yang nekat pergi ke Amerika Serikat tanpa memegang tiket pertandingan.

— Vim eu e Deus, na esperança de conseguir entrar em algum jogo —, kata Luiza Leonel, Suporter Brasil.

Mantan bek tengah sekaligus koordinator teknis timnas Brasil, Juan Santos, mengenalkan kembali memori emosional ketika timnas Brasil mengunjungi Haiti yang sedang dilanda krisis pada tahun 2004.

"It was a very emotional match, because of everything that game involved. The country (Haiti) was in a civil war, the army was on the streets. I remember that we arrived on the day of the match, under escort, and went to the stadium in war tanks.

But we could also see what was happening in the country, all the poverty. We were very happy that, on that day, we could bring joy to those people, who wanted to see the Brazil national team, and give something back with a spectacle for 90 minutes and provide peace of mind, during the time we were in the country, for people who were going through a difficult moment," kata Juan Santos, Koordinator Teknis Timnas Brasil.

Ia menyebutkan bahwa kecintaan masyarakat Haiti terhadap sepak bola Brasil melampaui situasi konflik politik yang terjadi saat itu.

"We were very anxious and curious to know what would happen, because we knew the country was experiencing a war. But from the moment we arrived, we felt very safe and interacted a lot with the people. The first instruction we received was to stay inside the tanks, but later we all got on top, interacted with the people, and saw that Brazilian football is deeply loved in Haiti, which had been waiting for that moment. They were able to forget a little about the war they were living through and enjoy that moment with the Brazil national team," tutur Juan Santos, Koordinator Teknis Timnas Brasil.

Hubungan spiritual dan kultural antara kedua negara tersebut juga diakui oleh mantan penggawa tim nasional Haiti pada era 1970-an.

“Brazil has been a powerhouse. We look at the Brazilian players and it inspired us. So that's why you find, in Haiti, there's a large amount of people that are fanatical about Brazil,” kata Gerald Jean, Mantan Pemain Timnas Haiti.

Gerald Jean menegaskan bahwa situasi di turnamen kali ini sudah berbeda karena Haiti datang untuk bertanding secara kompetitif.

“Now it's not the same. We know that we have to compete. We're playing for a reason.

We're in a World Cup right now. We qualified, so we can actually do for ourselves,” ujar Gerald Jean, Mantan Pemain Timnas Haiti.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan skuad Les Grenadiers menembus putaran final Piala Dunia di tengah situasi politik dalam negeri yang tidak stabil merupakan sebuah keajaiban.

“The country is pretty much upside down. So that shows you the heart of the players,” kata Gerald Jean, Mantan Pemain Timnas Haiti.

Seorang penggemar sepak bola keturunan Haiti menyatakan bahwa bagi komunitasnya, pertandingan ini membawa emosi mendalam yang melampaui aspek olahraga semata.

“Most Haitians root for Brazil: the style, the music. Not just that, though, culturally, historically, there’s a connection between Haiti and Brazil that most people don’t realize,” kata Numa St. Louis, Suporter.

Ia melihat kesamaan karakteristik dan akar budaya Afrika yang kuat antara masyarakat Haiti dan Brasil.

“Haitians have long admired the Brazilian style of play: the flair, the passes, the dribbling. Brazilians admire that approach.” ujar Numa St. Louis, Suporter.

Menurutnya, representasi identitas kulit hitam di dalam tim Brasil menjadi daya tarik tersendiri bagi warga diaspora Haiti.

“Outside of Africa, Haiti and Brazil have the largest amount of Black culture or Black people,” kata Numa St. Louis, Suporter.

Pertandingan ini juga dipandang sebagai cerminan sejarah dan geopolitik yang mengikat kedua bangsa.

“They're the two countries that have maintained a stronger sense of the African lineage. If you look at religion, whether it's Santoria or Voodoo, the drums, the dance, Kompa versus Samba. And you have a Haitian community there in Brazil as well.” tutur Numa St. Louis, Suporter.

Keterikatan emosional tersebut membuat suporter selalu melihat tim Samba sebagai bagian dari representasi mereka.

“For many of us who are politically observant, it’s not just a game. It’s also a reflection of geopolitics, of culture, of history. So when we look at Brazil, we also see a Black team, a team that represents the Black diaspora.

So it invokes a lot of emotion,” ucap Numa St. Louis, Suporter.

Brasil selanjutnya akan berhadapan dengan Skotlandia pada laga pamungkas grup tanggal 24 Juni 2026 mendatang.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    1
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed