Ancelotti Rombak Skuad Brasil Usai Kegagalan Piala Dunia 2026

Smallest Font
Largest Font

Pelatih Timnas Brasil Carlo Ancelotti merombak total skuadnya dengan memanggil delapan pemain debutan dan mencoret sejumlah pilar senior untuk menghadapi laga persahabatan melawan Australia dan India pada September dan Oktober 2026.

Langkah radikal ini diambil juru taktik asal Italia tersebut setelah Brasil tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia 2026 usai kalah 1-2 dari Norwegia, di mana Erling Haaland mencetak dua gol dan Neymar menyumbang satu gol.

Dari 26 nama yang dipanggil, Ancelotti hanya mempertahankan sembilan pemain dari skuad Piala Dunia 2026, meremajakan rata-rata usia tim menjadi 24 tahun demi persiapan jangka panjang menuju Piala Dunia 2030 dan Olimpiade Los Angeles 2028.

Perubahan paling signifikan terjadi pada posisi penjaga gawang dengan dicoretnya Alisson Becker serta Ederson, lalu digantikan oleh tiga nama baru yaitu Hugo Souza, Pedro Morisco, dan Otávio.

"Ini bukan berarti yang lain tersingkir. Kami sangat mengenal Alisson. Jika nanti kompetisi seperti Copa America tiba dan dia tetap menjadi kiper terbaik Brasil, dia akan bermain. Namun, sekarang kami harus memprioritaskan pemain yang lebih muda," kata Ancelotti seperti dilansir ESPN.

Pelatih yang pernah menukangi Real Madrid itu secara terbuka mengakui bahwa hasil buruk di turnamen empat tahunan lalu memberikan dampak emosional yang mendalam bagi dirinya dan seluruh tim.

"Piala Dunia adalah kekecewaan bagi kami dan bagi saya secara pribadi. Kami tidak mampu bermain seperti yang kami harapkan," ujar Ancelotti.

Ia menambahkan bahwa kekalahan dari Norwegia terasa menyakitkan lantaran penampilan pasukannya sebenarnya sempat membaik di pertengahan laga.

"Piala Dunia merupakan kekecewaan bagi kami dan bagi saya pribadi. Kami tidak mampu bermain seperti yang kami harapkan. Tersingkir oleh Norwegia merupakan kekecewaan besar karena tim sebenarnya bermain bagus hingga menit ke-60 pertandingan itu. Kami kesulitan di babak pertama, tetapi tim membaik setelah itu," ujarnya dilansir dari ESPN.

Ancelotti juga menyadari proses pemulihan mental di tingkat tim nasional membutuhkan waktu yang jauh lebih lama dibandingkan di level klub.

"Piala Dunia adalah kekecewaan bagi kami dan bagi saya secara pribadi," ungkap Ancelotti, seperti dikutip oleh ESPN. "Rasa sakit akibat kekalahan itu bertahan jauh lebih lama. Namun sekarang, kami termotivasi oleh fakta bahwa kami punya waktu untuk mempersiapkan siklus baru dan bersiap untuk kompetisi yang akan datang."

Guna menjaga keseimbangan tim, Ancelotti tetap memanggil lima pemain senior berpengalaman seperti Marquinhos, Gabriel Magalhães, Bruno Guimarães, Raphinha, dan Vinicius Junior untuk memimpin lini serang dan membimbing para pemain muda.

"Mereka penting untuk perubahan arah ini. Mereka sangat penting untuk masa depan," kata Ancelotti mengenai lima pemain tersebut.

Kehadiran pilar senior tersebut diharapkan mampu mempercepat proses adaptasi para debutan di tingkat internasional.

"Kepercayaan kami kepada kualitas, keseriusan, dan profesionalisme mereka sangat besar. Mereka akan membantu para pemain muda berkembang," ujarnya.

Selain kiper senior, Ancelotti juga mencoret Casemiro dan Fabinho, sementara Neymar mengakhiri karier internasionalnya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Brasil dengan 80 gol usai turnamen tersebut.

"Saya memilih para pemain ini untuk membantu perubahan arah ini," jelas Ancelotti. "Mereka sangat penting untuk masa depan dan akan membantu para pemain muda berkembang. Satu hal yang pasti: pemain yang berusia 34 atau 35 tahun bukanlah masa depan; mereka adalah masa kini. Jika seorang pemain pada usia itu siap bermain di turnamen besar, dia akan masuk skuad nasional."

Perhatian khusus juga diberikan Ancelotti kepada penyerang muda Endrick yang diproyeksikan menjadi salah satu juru gedor utama Seleção di masa mendatang.

Ancelotti berkata: "Benar bahwa kami mencoba banyak penyerang tahun ini. Situasinya jelas, kami memiliki banyak pemain muda yang sangat berbakat, dan kami harus mendukung perkembangan mereka. Salah satunya sudah sangat dikenal: Endrick.

Kami memiliki penyerang lain yang tampil hebat, dan ada pula yang dicoret dari skuad. Kami memiliki alternatif yang baik, tetapi Endrick akan menjadi pemain penting bagi Brasil di masa depan".

Untuk menguji komposisi barunya, Brasil dijadwalkan bertanding melawan Australia di Townsville pada 25 September dan di Brisbane pada 29 September, sebelum melakoni laga bersejarah melawan India di Kolkata pada 3 Oktober 2026.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed