Bumi Purnati Pentaskan Teater King Lear di Jakarta
Bumi Purnati Indonesia bersama Suzuki Company of Toga (SCOT) dan dukungan The Japan Foundation siap mengoperasikan pertunjukan teater King Lear di Gedung Kesenian Jakarta, Jakarta Pusat, pada 16-17 September 2026. Karya ini disutradarai legenda teater Jepang, Tadashi Suzuki, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Pementasan berdurasi 1 jam 40 menit tersebut melibatkan deretan aktor dari delapan negara, yakni Indonesia, Jepang, Italia, Amerika Serikat, Rusia, Korea Selatan, China, dan Chili. Pertunjukan ini diproduksi unik dengan membawakan alur cerita dalam tujuh bahasa.
Hubungan kolaborasi seni teater ini dinilai sebagai momentum berharga bagi perkembangan panggung pertunjukan lintas negara.
"Tadashi Suzuki sudah berusia 90 tahun. Ia adalah generasi pertama dari seni teater kontemporer Jepang dan mengenalkan metode Suzuki Method, yang membuka pelatihan di desa terpencol, Toga. Banyak orang Eropa, Amerika, dan belakangan Asia belajar Suzuki Method, metode yang mengolah tubuh dan punya keunikannya tersendiri," kata Direktur The Japan Foundation Jakarta, Inami Kazumi.
Kemitraan antara pihak SCOT dan lembaga kebudayaan tersebut telah dibangun secara intensif sejak satu dekade lalu lewat program Asian Center.
"Sudah berganti aktor dan berjalan di beberapa negara. Ada aktor utamanya asal Rusia yang lama, mereka para aktor berlatih baca teks di negara masing-masingnya lalu latihan di Toga selama 2 bulan. Ini masih di Toga," ujar Direktur Bumi Purnati Indonesia, Restu Imansari Kusumaningrum.
Dalam produksi teranyar ini, lakon utama King Lear dipercayakan kepada aktor asal Yogyakarta, Jamaluddin Latif, menggantikan mendiang aktor Jerman Goetz Argus. Pilihan pemain Indonesia lainnya mencakup Wahyu Kurnia dari Lombok serta Ahmad Fauzi dari Pandeglang.
"Kalau sudah melakukan kerjasama artinya kepercayaan. Dari situlah Suzuki mulai melihat aktor-aktor yang datang ke Toga, melihat satu per satu, tata caranya, jalannya, saya konsultasi juga. Pemilihan Jamal ini dipilih langsung oleh Suzuki, rapat berkali-kali lewat pertemuan dan zoom," kata Restu Imansari Kusumaningrum.
Adaptasi naskah Shakespeare oleh Suzuki ini memindahkan latar kerajaan ke sebuah ruang perawatan orang tua. Pendekatan konseptual ini menampilkan perjalanan emosional sang tokoh utama yang menghadapi kerapuhan ingatan dan kehilangan kekuasaan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow