BUMI Transformasikan Bisnis Melalui Proyek Strategis Nonbatu Bara
PT Bumi Resources Tbk tengah menyiapkan berbagai proyek strategis non-batu bara untuk bertransformasi menjadi perusahaan tambang multi-platform di tengah tren penurunan Indeks Harga Saham Gabungan pada awal Juni 2026.
Langkah ekspansi emiten berkode saham BUMI ini memicu aksi borong oleh investor asing, termasuk pada perdagangan Jumat, 12 Juni 2026, yang mencatatkan lonjakan harga saham sebesar 12,14 persen ke level Rp 157 per saham.
Analis Panin Sekuritas Cliff Nathaniel menilai pasar mulai memberikan perhatian lebih besar pada aset non-batu bara perseroan karena beberapa proyek sudah memasuki tahap yang lebih matang, seperti proyek Wolfram Limited di Queensland, Australia.
Proyek Wolfram tersebut ditargetkan mulai menambang pada April 2026 dan berproduksi komersial pada Mei hingga Juli 2026, serta telah mengamankan kontrak penjualan jangka panjang selama tujuh tahun dengan Glencore untuk seluruh hasil output tambang Mt. Carlton.
"Ini penting karena BUMI tidak hanya masuk aset non-coal, tetapi sudah memiliki jalur pemasaran jelas untuk output produksinya," tegas Cliff Nathaniel, Analis Panin Sekuritas.
Selain proyek Wolfram, perseroan memiliki eksposur pada Jubilee Metals Limited yang ditargetkan berproduksi pada kuartal IV tahun 2026, serta tengah menyelesaikan akuisisi 45 persen saham PT Laman Mining yang ditargetkan rampung pada Agustus 2026.
"Bisnis batu baranya masih kuat, efisiensi operasional membaik, sementara aset non-coal mulai masuk fase konkret. Jika Wolfram, JML, dan Laman Mining mulai berkontribusi signifikan, target EBITDA 50:50 bisa saja tercapai lebih cepat," urai Cliff Nathaniel.
Cliff Nathaniel menambahkan bahwa depresiasi mata uang rupiah turut memberikan keuntungan alami bagi emiten dengan pendapatan berbasis dolar AS ini dalam memenuhi kewajiban finansial domestiknya.
"Untuk emiten dengan earnings USD, pelemahan rupiah bisa menjadi natural hedge ketika ada kewajiban rupiah. Kalau arus kas USD BUMI tetap kuat, kemampuan perseroan memenuhi kewajiban rupiah berpotensi lebih terjaga," ujar Cliff Nathaniel.
Di sisi lain, perkembangan positif juga ditunjukkan oleh anak usaha perseroan, yaitu PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), yang terus berupaya menggenjot kapasitas produksinya melalui berbagai pengembangan proyek baru.
Analis Ajaib Sekuritas Asia Rizal Rafly mengamati adanya kemajuan operasional yang berkelanjutan di kawasan tambang PT Citra Palu Mineral yang tersebar di seluruh area pengembangan utama sebagai aset inti penopang pertumbuhan jangka pendek.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow