Bursa Saham Asia Melemah Diseret Anjloknya Indeks Kospi
Pasar keuangan kawasan Asia bergerak melemah pada awal perdagangan Selasa (28/7/2026) dengan indeks Kospi Korea Selatan memimpin koreksi tajam. Penurunan ini terjadi saat pelaku pasar bersiap menghadapi rilis laporan keuangan perusahaan teknologi besar Amerika Serikat dan arah kebijakan suku bunga The Fed.
Dilansir dari CNBC, indeks Kospi anjlok hingga 5,93 persen pada pembukaan perdagangan. Sementara itu, indeks Nikkei 225 di Jepang merosot 0,65 persen, Topix melemah 0,63 persen, dan indeks S&P/ASX 200 Australia terkoreksi 0,38 persen.
Koreksi di bursa Asia menyusul pergerakan variatif Wall Street, di mana Dow Jones Industrial Average menguat lebih dari 260 poin atau 0,5 persen. Namun, indeks Nasdaq Composite justru melemah 0,2 persen akibat tertekan oleh penurunan saham sektor semikonduktor.
Fokus investor kini tertuju pada laporan kinerja keuangan kuartalan dari sejumlah raksasa teknologi seperti Amazon, Meta Platforms, Microsoft, dan Apple. Prospek saham semikonduktor sangat bergantung pada kelanjutan belanja modal perusahaan-perusahaan teknologi berskala besar tersebut.
Kepala Strategi Investasi Hightower Stephanie Link menilai para pelaku industri kemungkinan besar tetap meningkatkan alokasi anggaran mereka.
"Kita akan mendengar dari semua hyperscaler pekan ini yang akan kembali meningkatkan belanja modal. Jadi, saham-saham tersebut mungkin berada di bawah tekanan," ujar Stephanie Link, Kepala Strategi Investasi Hightower.
Peningkatan belanja modal dari perusahaan berskala besar dinilai memberi dampak positif bagi perekonomian secara umum meski berpotensi menekan pergerakan saham dalam jangka pendek.
"Hal itu bagus selama hyperscaler terus berbelanja. Itu membantu perekonomian kita," lanjut Stephanie Link.
Selain laporan keuangan korporasi, pergerakan bursa global turut dibayangi oleh rapat kebijakan bank sentral AS, The Fed, pada Rabu. Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar berjangka memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September mendatang.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow