Data NFP AS Melonjak Picu Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed
Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat mencatat penambahan lapangan kerja non-farm payroll (NFP) sebanyak 162 ribu pada Agustus 2026. Angka tersebut melampaui estimasi konsensus sebesar 56 ribu sekaligus mendorong kenaikan ekspektasi pasar terhadap lonjakan suku bunga The Fed pada September 2026 hingga mencapai 59,4 persen per Jumat (4/9/2026).
Data ketenagakerjaan yang menguat dari bulan sebelumnya yang hanya sebesar 21 ribu tersebut menjaga tingkat pengangguran AS stabil di level 4,1 persen. Kondisi pasar tenaga kerja yang dinilai kokoh memicu dorongan spekulasi pengetatan moneter lanjutan oleh otoritas sentral AS.
Presiden Donald Trump melayangkan kritikan tajam terhadap rilis data ekonomi tersebut dan menilai capaian NFP masih di bawah harapannya.
"Suku bunga tinggi akan merugikan AS," kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Trump mendesak The Fed untuk segera menurunkan suku bunga dan mengancam akan menghentikan aktivitas perdagangan dengan negara-negara yang mencatatkan surplus neraca perdagangan terhadap AS jika tuntutan tersebut diabaikan. Pihak The Fed menolak memberikan komentar resmi terkait pernyataan Presiden Trump.
Di sisi lain, pejabat bank sentral menekankan pentingnya stabilitas harga dalam memandu kebijakan mendatang.
"Prioritas utama The Fed saat ini adalah mengendalikan inflasi," tegas Kevin Warsh, Kepala The Fed.
Warsh menilai tingkat pengangguran 4,1 persen sudah konsisten dengan kondisi pasar tenaga kerja yang bekerja penuh (full employment). Pascapidato tersebut, tekanan inflasi AS diprediksi kian berat menyusul lonjakan harga minyak Brent hingga mendekati level 96 hingga 97 dolar AS per barel akibat eskalasi militer antara AS dan Iran di Teluk Persia.
Potensi pengetatan moneter di AS diperkirakan memberi dampak rambatan bagi kebijakan moneter domestik. Konsensus Bloomberg memproyeksikan Bank Indonesia berpeluang menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 6 persen hingga akhir 2026 untuk menahan tekanan pada nilai tukar rupiah dan pasar obligasi.
Di sektor korporasi domestik, PT Bumi Resources Tbk ($BUMI) merampungkan akuisisi 100 persen saham Loyal Metals Ltd. senilai Rp1 triliun pada 4 September 2026. Sementara itu, PT Telkom Indonesia Tbk ($TLKM) mengonfirmasi tahap evaluasi penawaran mengikat untuk pencarian mitra strategis bisnis data center yang ditargetkan selesai pada akhir tahun.
Pasar keuangan global kini menantikan rilis data inflasi AS periode Agustus 2026 pada 11 September 2026, yang disusul pengumuman resmi keputusan suku bunga The Fed pada 17 September 2026.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow